Wisata Bunut Bolong Bersejarah Mistis di Jembrana

Destinasi wisata Bunut Bolong merupakan destinasi yang bernuansakan sejarah dan mistis sejak awal pembuatannya. Wisata ini berada di Banjar Bunut Bolong, Desa Manggissari, Kecamatan Pekutatan, Kabupaten Jembrana Bali.

Destinasi Bunut Bolong ini, merupakan pohon besar yang di bawahnya terdapat lubang besar. Warga sekitar menyebut sebagai pohon bunut. Pohon ini sudah berusia seratus tahun lebih.

Selain sebagai destinasi wisata, lubang yang ada di bawah pohon, juga sebagai akses jalan yang menghubungkan Kabupaten Jembrana dan Kabupaten Buleleng.

Bunut Bolong, yang masih ada sampai saat ini bukan terbentuk secara alami. Tetapi dibuat oleh manusia. Berdasarkan sejarahnya, awalnya memang ada lubang untuk jalan setapak di bawah untuk akses jalan warga.

Penjaga Bunut Bolong Nyoman Suardana (66) menuturkan, berawal pada zaman penjajahan Belanda yang datang pada agresi keduanya, datang ke wilayah mempekerjakan masyarakat pribumi membuat akses jalan tembus ke Buleleng agar kendaraan penjajah bisa melintas.

Pohon besar yang memang sudah ada lubang, tetapi hanya akses jalan setapak. Sehingga pohon dilubangi lagi untuk memperbesar akses jalan.

“Supaya bisa mobilnya Belanda itu masuk,” kata Suardana.

Pada saat proses melubangi pohon bunut itu, banyak pekerja yang kerja rodi itu meninggal. Dengan banyaknya korban yang meninggal, Bunut Bolong akhirnya disakralkan. Di bawah pohon sempat dibuatkan angsagan (tempat sembahyang), kemudian dipindah dan dibuatkan padmasana di sebelah Bunut Bolong.

Cerita mengenai Bunut Bolong masih dipercaya sampai saat ini. Salah satunya larangan mengenai pasangan yang baru menikah melintasi Bukit Bolong.

“Kalau orang menikah sebelum rangkaian upacara selesai, tidak boleh masuk ke lubang pohon bunut itu. Kalau memaksakan diri masuk Bunut Bolong, dipercaya tidak bisa memiliki keturunan,” jelasnya.

BACA JUGA  PLN Ingatkan Masyarakat Bali Pasang Penjor dengan Jarak Aman

“Apabila ada pasangan yang belum menikah atau masih pacaran, juga dilarang masuk melewati Bunut Bolong. Karena menurut kepercayaan, yang masih pacaran lewat Bunut Bolong, maka akan putus tidak sampai menikah. Mitosnya juga, yang akan menikah tidak boleh melewati Bunut Bolong. Karena akan berakhir dengan perceraian,” tambahnya.

Karena itu, ada jalan lain yang dijadikan alternatif jalan di samping Bunut Bolong, sehingga bisa digunakan oleh warga yang memang dilarang. Pengelola destinasi wisata Bunut Bolong, Dewa Made Rai mengatakan, sejak PPKM sampai ada pelonggaran kegiatan masyarakat saat ini, belum ada peningkatan pengunjung.

“Sejak status PPKM diturunkan, untuk sementara belum ada peningkatan kunjungan signifikan,” jelasnya.

Menurutnya, Bunut Bolong dijadikan destinasi wisata dari tahun 1980-an. Bunut Bolong yang awalnya dikelola banjar, kemudian sejak lima tahun lalu dibentuk kelompok sadar wisata yang mengelola destinasi wisata Bunut Bolong.

Pada hari-hari biasa pengunjung Bunut Bolong bisa berdonasi secara sukarela. Namun untuk hari tertentu, hari raya dan sebagainya, pengunjung dipungut biaya untuk wisatawan yang swafoto sebesar Rp 5.000 per orang.

Wisatawan yang datang ke Bunut Bolong, umumnya untuk menikmati pemandangan sekitar Bunut Bolong dan melihat keunikan Bunut Bolong.

“Mereka biasanya swafoto atau selfie di Bunut Bolong,” tukasnya.

Sementara salah satu pengunjung I Wayan Darsanayasa asal Kabupaten Gianyar mengatakan, tempat wisata Bunut Bolong ini merupakan tempat wisata yang unik dan langka. Karena ada pohon Bunut yang ada goa di dalam ada akses jalan.

“Kami sambil sembahyang di pura, juga sambil berwisata di Bunut Bolong ini,” ungkapnya.

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pakai Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor Tidak akan Kena Tilang

Pengendara motor yang menggunakan sandal jepit dipastikan oleh polisi tidak akan ditilang. Namun, polisi akan terus mengimbau kepada pengendara motor agar tidak riding menggunakan...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

Geger! Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Warga di Tepi Sungai Somber, Balikpapan

Warga kawasan Somber, Kecamatan Balikpapan Utara, Kota Balikpapan, Kalimantan Timur dibuat geger dengan ditemukannya mayat pria tanpa identitas dengan posisi terlungkup di tepi sungai...

Hukum

Tak Pakai Helm Pemotor di Kotim Kabur Saat Dihentikan Polisi, Ternyata Bawa 10 Gram Sabu

Seorang pemotor yang kedapatan membawa narkotika jenis sabu seberat 10 gram berhasil diamankan oleh Anggota Satlantas Polres Kotawaringin Timur (Kotim). Penangkapan terhadap pemotor ini terjadi...