Waspada, 2 Cara Penularan Hepatitis Misterius

Hepatitis misterius yang sedang merebak diduga terkait dengan adenovirus. Cara penularan hepatitis misterius ini disebut terjadi salah satunya melalui droplet.

Masih belum diketahui cara apa penyebab pasti hepatitis misterius yang menyerang anak-anak di dunia. Namun, sejumlah ahli kesehatan, melalui sejumlah penelitian menduga penyakit ini terkait dengan adenovirus, yaitu virus yang selama ini dikenal sebagai penyebab diare. Di tengah ketidakpastian, kekhawatiran semakin meningkat karena penyakit ini mulai banyak ditemukan di Indonesia.

Melansir CNBC Indonesia, Kementerian Kesehatan melaporkan hingga Senin (9/5/2022), ada 15 laporan kasus yang diduga hepatitis misterius di Indonesia. Jika memang penyakit ini disebabkan oleh infeksi virus, utamanya adenovirus, penting bagi orang tua untuk mengetahui cara penyebarannya. Lantas, bagaimana sebenarnya cara penularan hepatitis misterius?

Dugaan Cara Penularan Hepatitis Misterius pada Anak

Menurut Ketua Unit Kerja Koordinasi (UKK) Gatro-hepatologi Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI), dr. Muzal Kadim, dugaaan adenovirus sebagai penyebab penyakit ini tidak bisa diabaikan. Hingga kini, ada dua dugaan awal sumber penularan virus, yaitu melalui fecal oral dan droplet. Lantas, apa perbedaan dari kedua cara penularan ini?

Fecal Oral

Salah satu dugaan cara penularan penyakit adalah fecal oral. Penyebaran jenis ini terjadi melalui saluran pencernaan yang kemudian menyebar dengan berbagai cara hingga akhirnya masuk ke tubuh orang lain melalui mulut.

Droplet

Cara penularan hepatitis misterius jenis ini melibatkan saluran pernapasan. Penularan terjadi melalui droplet atau cairan air liur yang keluar melalui bersin atau batuk yang merujuk pada Adenovirus.

Meski begitu, dr. Muzal kembali menekankan bahwa masih belum diketahui penyebab pasti penyakit ini. Jika memang karena adenovirus, perlu dicari tahu lebih lanjut apakah jenis virus ini merupakan penyebab utama atau sebagai co-insiden saja. Untuk menurunkan risiko penularan penyakit ini pada anak, orangtua diimbau untuk selalu menerapkan beberapa hal sebagai pencegahan.

BACA JUGA  WHO Laporkan 169 Kasus Hepatitis Misterius  yang Menyerang Anak

Untuk mencegah penularan penyakit melalui fecal oral, bisa dilakukan dengan cara rutin mencuci tangan, terutama sebelum dan sesudah makan. Pastikan juga untuk menjaga kebersihan makanan dan minuman, serta ajarkan anak untuk tidak berbagi alat makan dengan orang lain. Sementara untuk mencegah penularan melalui droplet, pastikan Si Kecil selalu menerapkan protokol kesehatan COVID-19 yang selama ini sudah dilakukan, seperti memakai masker dan menjaga jarak.

Lakukan Pemeriksaan jika Muncul Gejala

Adenovirus bisa menyerang anak-anak yang berusia di bawah 10 tahun. Gejala umum yang sering muncul adalah pilek, demam, sakit tenggorokan, dan diare. Orang tua harus selalu waspada dan segera lakukan pemeriksaan ke rumah sakit jika Si Kecil menunjukkan gejala penyakit, seperti:

  • Tidak enak badan.
  • Penurunan kesadaran.
  • Mual, muntah, dan nyeri perut.
  • Merasa sangat lelah sepanjang waktu.
  • Kehilangan selera makan.
  • Menguningnya bagian putih mata atau kulit.
  • Urine berwarna gelap.
  • Kotoran pucat, berwarna abu-abu (kotoran).
  • Kulit gatal.
  • Nyeri sendi atau pegal-pegal.
  • Suhu badan meningkat .

Semakin cepat ditangani, kemungkinan penyebab munculnya gejala penyakit pada anak bisa cepat diketahui. Dengan begitu, pengobatan terbaik bisa segera dilakukan sehingga risiko munculnya komplikasi bisa dihindari.

Jika ragu, ibu bisa segera menghubungi dokter saat Si Kecil mulai menunjukkan gejala penyakit.

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Jual Beli Uang Palsu, Penjaga Warkop di Surabaya Ditangkap

Seorang penjaga warung kopi (warkop) di kawasan Jalan Amir Mahmud, Gunung Anyar, Surabaya ditangkap polisi karena menyambi jual beli uang palsu. Saat diamankan polisi, pria...

Gaya Hidup

Kenali Perbedaan Alergi Matahari dan Terbakar Matahari

Alergi matahari dan terbakar matahari terkadang sulit dibedakan karena gejala yang muncul hampir serupa. Padahal, keduanya disebabkan oleh reaksi yang berbeda pada kulit. Nah,...

Peristiwa

Pasutri Tewas Usai Tabrak Truk di Jalinbar

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Pekon Kotabatu, Kecamatan Ngaras, Kabupaten Pesisir Barat pada Minggu, 22 Mei 2022, sekitar 06.30 WIB....

Hukum

Edarkan Sabu, Pria di Payakumbuh Diciduk BNN

Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) menciduk seorang pengedar narkoba jenis sabu yang berinsial AD (42) tahun. Sebanyak 11 paket sabu...