Wanita Ini Terjun ke Prostitusi Online dengan Tarif Rp 350 Ribu Demi Sekolah Anak

Pasangan bukan suami istri diamankan petugas karena terlibat kasus prostitusi online. Mereka diamankan saat Razia oleh tim gabungan Sat Samapta Polres Mojokerto Kota.

Pasangan yang terlibat kasus prostitusi online ini ditangkap di penginapan Home Stay Mojokerto Guest House Jalan Raya Benteng Pancasila, Kota Mojokerto.

Pada saat Razia tersebut, petugas menangkap tiga pasangan bukan suami istri yang tengah melakukan hubungan terlarang pada beberapa kamar yang ada di penginapan tersebut. Namun, satu di antaranya adalah pasangan Open Booking Online dari aplikasi yang disalahgunakan untuk menawarkan layanan esek-esek prostitusi online.

Kasi Humas Polresta Mojokerto, IPTU MK Umam menjelaskan praktik asusila ini terbongkar dari informasi masyarakat dan kegiatan rutin patroli Cyber.

Ketika pasangan tanpa status pernikahan diamankan saat berada di dalam satu kamar yakni US (24) warga Kecamatan Bangkunat, Kabupaten Pesisir Barat, Lampung dan seorang pria BS (32) warga Kecamatan Gending, Kabupaten Sumenep.

Kemudian, MN (30) warag Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto bersama N (47) warga Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang. FD (38) warga Kecamatan/Kabupaten Wonosobo dan DS (33) warga Kecamatan Kedaton, Kota Bandar Lampung.

Ketiga pasangan bukan Pasutri ini akan dilimpahkan ke Dinas Sosial Kota Surabaya untuk dibina agar tidak mengulangi perbuatannya.

“Kita laporan dari patroli Cyber adanya (Open BO) kemudian petugas menuju ke lokasi dan memang benar ada pasangan yang dimaksud berada di dalam kamar. Kita periksa dua kamar lainnya ditemukan dua pasangan bukan suami istri,” ujarnya, Sabtu (11/6/2022).

Umam juga mengatakan pihaknya mengamankan barang bukti berupa alat kontrasepsi, Handphone dan tisu bekas pakai dari pasangan Open BO tersebut. Mereka akan disanksi Tipiring lantaran perbuatannya melanggar Perda.

BACA JUGA  Polisi Mengamankan IRT Pemilik 9 Kg Sabu dan 2.800 Butir Ekstasi

“Kita jerat Pasal 92 ayat 1 Jo Pasal 70 Perda Kota Mojokerto No. 3 Th 2021 ttg Tramtibum,” terangnya.

Sedangkan, wanita US asal Lampung mengaku terpaksa menjajakan diri psostitusi melalui media sosial lantaran terdesak kebutuhan ekonomi sejak awal 2022.

Tarif layanan prostitusi online yang dipesan melalui media sosial tersebut bertarif sekali kencan sekitar Rp.350 ribu hingga Rp.500 ribu.

“Ya terpaksa untuk biaya dua anak di kampung ya di sini tidak bisa kerja karena ijazah SMP,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pakai Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor Tidak akan Kena Tilang

Pengendara motor yang menggunakan sandal jepit dipastikan oleh polisi tidak akan ditilang. Namun, polisi akan terus mengimbau kepada pengendara motor agar tidak riding menggunakan...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

Mobil Listrik China Jatuh dari Lantai tiga, 2 Tewas

Dua orang tewas setelah sebuah mobil listrik China jatuh dari lantai tiga sebuah kantor di Shanghai. Orang-orang yang meninggal berada di dalam kendaraan saat...

Hukum

Mahkamah Agung AS Batalkan Putusan yang Legalkan Aborsi di Negara itu

Mahkamah Agung AS telah mengakhiri perlindungan konstitusional untuk aborsi yang telah ada hampir 50 tahun dalam keputusan mayoritas konservatifnya untuk membatalkan Roe v. Wade....