Wamendag: Kerja Sama Indonesia-India Berpotensi Capai USD50 Miliar

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag), Jerry Sambuaga, menyambut baik peningkatan kerja sama bilateral Indonesia dengan India dalam sektor perdagangan. Ditargetkan kerja sama ini dapat mencapai nilai sebesar USD50 miliar pada 2025.

Wamendag mengatakan, “Pertemuan ini sejalan dengan target pemimpin kedua negara untuk meningkatkan nilai perdagangan Indonesia-India”.

Menurut Jerry, India telah lama menjadi mitra dagang penting bagi Indonesia. Sehingga, sudah wajar keduanya melakukan perkuatan jalinan kerja sama dengan nilai ekonomi yang semakin besar pada setiap tahun.

Adanya peningkatan itu pada setiap tahunnya, lanjut Jerry, tentunya akan membuat pemulihan ekonomi dari dampak negatif wabah global COVID-19 di dalam negeri dapat segera terwujud.

Kemudian, hal itu juga berdampak positif terhadap pemulihan perekonomian India dari dampak wabah global COVID-19 yang telah terjadi dalam dua tahun belakangan.

“Diharapkan kedua negara dapat menjalani pemulihan ekonomi dan menjadi lebih kuat,” jelas Wamendag Jerry.

Dalam meraih potensi di atas, terdapat 45 pelaku usaha menginisiasi perkenalan dan mengutarakan perhatiannya terkait peluang usaha di Indonesia, seperti kendala impor bahan baku dan perizinan berusaha. Mereka juga menyampaikan apresiasinya atas bantuan pemerintah Indonesia untuk keberlangsungan usahanya.

Menurut data Badan Pusat Statistik, ekspor Indonesia ke India pada 2021 membukukan nilai USD13,2 miliar atau meningkat 27,85 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Produk ekspor utamanya yaitu batu bara, minyak kelapa sawit, besi paduan, asam lemak monokarbosilik industri, dan bijih tembaga. Sementara, impor utama Indonesia dari India yaitu produk besi setengah jadi, gula tebu atau bit, kacang tanah, daging sapi beku, dan besi paduan.

Wamendag menjelaskan, India merupakan sumber penanaman modal asing (foreign direct investment/FDI) ke-26 bagi Indonesia. “Realisasi investasi India di Indonesia tercatat USD 49,5 juta yang tersebar dalam 465 proyek. Tiga sektor terbesar meliputi industri tekstil; lahan bangunan, kawasan industri, dan aktivitas bisnis; serta perdagangan dan reparasi,” ungkap Wamendag, dilansir dari InfoPublik.

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Jual Beli Uang Palsu, Penjaga Warkop di Surabaya Ditangkap

Seorang penjaga warung kopi (warkop) di kawasan Jalan Amir Mahmud, Gunung Anyar, Surabaya ditangkap polisi karena menyambi jual beli uang palsu. Saat diamankan polisi, pria...

Gaya Hidup

Kenali Perbedaan Alergi Matahari dan Terbakar Matahari

Alergi matahari dan terbakar matahari terkadang sulit dibedakan karena gejala yang muncul hampir serupa. Padahal, keduanya disebabkan oleh reaksi yang berbeda pada kulit. Nah,...

Peristiwa

Pasutri Tewas Usai Tabrak Truk di Jalinbar

Kecelakaan lalu lintas terjadi di Jalan Lintas Barat (Jalinbar) Pekon Kotabatu, Kecamatan Ngaras, Kabupaten Pesisir Barat pada Minggu, 22 Mei 2022, sekitar 06.30 WIB....

Hukum

Edarkan Sabu, Pria di Payakumbuh Diciduk BNN

Anggota Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Payakumbuh, Sumatera Barat (Sumbar) menciduk seorang pengedar narkoba jenis sabu yang berinsial AD (42) tahun. Sebanyak 11 paket sabu...