Wamendag: IKA-CEPA Peluang Baru Pertumbuhan Ekonomi Indonesia ke Depan

Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Jerry Sambuaga mengatakan, Indonesia-Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) menjadi peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi Indonesia di masa depan.

Wamendag mengatakan, “IK-CEPA hadir sebagai peluang baru bagi pertumbuhan ekonomi, perdagangan, dan investasi kedua negara,” melalui siaran pers yang diterima InfoPublik pada Rabu (22/6/2022).

Berkat perjanjian yang dibangun itu, tentunya akan meningkatkan kerja sama antar kedua negara pada sektor perdagangan dan investasi.

Hasilnya, sebanyak 11 ribu produk dalam negeri tidak dibebankan pos tarif masuk ke negara Korea Selatan. Sehingga, akan memberikan keuntungan kepada para pelaku usaha dalam negeri ketika melakukan ekspor ke negara tersebut.

“Ini pencapaian yang luar biasa dan benefit yang konkret yang didapatkan dari IK—CEPA,” ujar Wamendag.

Dari perjanjian kerja sama itu, akses pasar barang, Indonesia akan mengeliminasi sebanyak 92 persen pos tarif, sementara Korea Selatan mengeliminasi 95,5 persen pos tarifnya.

Kemudian, dalam bidang investasi, komitmen kedua negara akan membuka peluang peningkatan investasi Korea Selatan di Indonesia yang dapat berdampak positif terhadap penyerapan tenaga kerja.

Sementara, Indonesia-Korea Selatan juga berkomitmen melakukan kerja sama di berbagai bidang, antara lain industri: pertanian, perikanan, kehutanan, aturan dan prosedur perdagangan, infrastruktur, teknologi dan inovasi, budaya dan bidang kreatif, serta usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).

Wamendag mengungkapkan, setelah ditandatangani oleh kedua negara pada 18 Desember 2020 lalu, IK—CEPA penting untuk segera diimplementasikan. Sementara, Korea Selatan sendiri telah menyelesaikan proses ratifikasinya pada Juni 2021.

“IK—CEPA akan memberikan banyak manfaat, seperti peningkatan kinerja makroekonomi Indonesia, akses pasar dan ekspor produk barang dan jasa Indonesia, menciptakan iklim bisnis yang kondusif, memberikan kepastian dan keseragaman aturan perdagangan, penyerapan tenaga kerja, peningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia dengan asistensi teknis dan transfer pengetahuan dari Korea Selatan, serta peningkatan peran dan peluang UMKM,” tutur Wamendag, dilansir dari infopublik.

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pakai Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor Tidak akan Kena Tilang

Pengendara motor yang menggunakan sandal jepit dipastikan oleh polisi tidak akan ditilang. Namun, polisi akan terus mengimbau kepada pengendara motor agar tidak riding menggunakan...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

Gempa Bumi: Sedikitnya 250 Tewas dan Puluhan Terluka di Provinsi Paktika, Afghanistan

Gempa bumi kuat 6.1 SR telah menewaskan sedikitnya 250 orang dan menyebabkan banyak orang terluka di Afghanistan, kata seorang pejabat setempat kepada BBC. Seorang pejabat...

Hukum

Asyik Nongkrong, Pria di Bogor Ditusuk Sopir Angkot

EDY (44) tahun, Seorang pria yang menjadi korban penusukan di Jalan Puspanegara, Kecamatan Citeureup, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Dia ditusuk saat sedang nongkrong di...