Viral, Anggota DPRD Garut Ngamuk dan Banting Mic, Ini Penyebabnya!

Juju Hartati, Seorang anggota DPRD Kabupaten Garut, Jawa Barat, mengamuk dan membanting mic berkali-kali. Emosi tak terkendali ini dilakukan anggota Fraksi PDIP ini lantaran ketua DPRD setempat dinilai tak aspiratif dan kurang menghargainya.

Video anggota dewan ngamuk ini viral di media sosial. Juju Hartati yang menjabat Ketua Badan Pembentukan Peraturan Daerah (Bapemperda) membanting mic di meja berkali-kali di ruangan.

Di tempat yang sama ada Ketua DPRD Kabupaten Garut Euis Ida Wartiah, beserta sejumlah anggota dewan lainnya bersama staf. Ketegangan dalam ruangan tersebut berakhir setelah Juju dibawa ke luar oleh sejumlah anggota dewan lain.

Berdasarkan informasi, Juju Hartati yang juga tercatat sebagai anggota Komisi II DPRD Garut itu membenarkan bila dirinya telah mengamuk.

Juju Hartati mengatakan bahwa alasan ia marah-marah dipicu oleh sikap Ketua DPRD Garut yang dinilainya tak aspiratif dan menghargainya.

“Benar tadi saya memang ngamuk di salah satu ruangan yang ada di gedung DPRD Garut. Saya kesal terhadap ketua dewan yang sama sekali tidak aspiratif dan tak menghargai orang lain,” jelas Juju Hartati, Senin (25/7) malam.

Kekesalannya terhadap Ketua DPRD Garut Euis Ida Wartiah muncul begitu saja, setelah ia melihat sikap yang dinilainya sama sekali tak mencerminkan sebagai seorang pimpinan. Euis, kata Juju, dinilai meremehkan anggota dewan yang lain serta sama sekali tak mau menerima aspirasi dari masyarakat Garut.

“Saya mencoba memberikan laporan kepada Ketua DPRD Garut terkait Perda apa saja yang akan diselesaikan tahun 2022 ini. Adapun Perda yang akan diselesaikan untuk tahun ini ada tiga, yakni Perda tentang Pesantren, Perda tentang Nama Jalan, serta Perda tentang Pelestarian Domba Garut,” kata Juju Hartati.

Namun ketika membahas tentang Perda Pelestarian Domba Garut, sambungnya, Euis Ida Wartiah seolah tak mau menerima dan langsung memotong pembicaraannya dengan mengatakan peraturan tersebut tak penting.

Padahal, jelas Juju, sebelumnya ketiga perda itu telah disepakati bersama karena memang dijaring dari aspirasi masyarakat. “Ketiga perda ini sangat perlu dan merupakan aspirasi murni dari masyarakat.

Selain itu ketiga perda ini juga sudah dibuat naskah akademiknya dengan biaya masing-masing Rp 50 juta,” paparnya.

“Tapi kenapa tiba-tiba mau dipatahkan oleh Ketua Dewan, ini kan penghamburan anggaran,” lanjutnya. Juju Hartati mengungkapkan bahwa pembuatan Perda tidak main-main karena selain membutuhkan waktu lama juga membutuhkan biaya yang tak sedikit.

“Ketua DPRD Garut malah menanggapinya sambil makan. Ketua juga menyebut hal itu tak penting karena saat itu dia sedang membahas rencana pemberangkatan ke Bali,” jelasnya.

Juju mengatakan ia akan konsisten memperjuangkan aspirasi masyarakat melalui ketiga Perda tersebut.

“Apalagi naskah akademiknya saat ini tengah dibuat. Yang pasti saya ngamuk karena kecewa dan menyayangkan sikap Ketua DPRD yang bertindak seenaknya dan tak menghargai aspirasi rakyat,” paparnya.

Hingga berita ini ditulis, belum ada tanggapan dari unsur pimpinan DPRD Garut. Sekretaris DPRD Kabupaten Garut Dedi Mulyadi menolak untuk memberikan tanggapan. (Kay)

 

Iklan 7

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Jokowi soal Usul TNI Jabat di Kementerian: Kebutuhan Belum Mendesak

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan belum ada kebutuhan mendesak bagi pemerintah untuk menempatkan tentara di jabatan-jabatan kementerian atau lembaga negara. Hal ini disampaikan Jokowi merespons...

Gaya Hidup

5 Cara agar Tidak Cemas Berlebihan Menghadapi Masa Depan

Masa depan penuh dengan ketidakpastian. Kita tak bisa benar-benar tahu dengan pasti hal-hal yang akan terjadi di masa depan. Ada yang mungkin akan berhasil, tetapi...

Peristiwa

Seorang Wanita Ingin Bunuh Diri di Kupang Berhasil Digagalkan Warga

Seorang wanita ingin bunuh diri di Jembatan Liliba Kota Kupang pada Kamis (11/8/2022) namun berhasi digagalkan warga setempat. Warga yang melintas di Jembatan Liliba dan...

Hukum

Ferdy Sambo: Saya Meminta Maaf Beri Informasi Tidak Benar

Eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo meminta maaf kepada masyarakat luas dan pihak-pihak terkait yang terdampak masalah yang dihadapinya. Sambo mengakui telah...

Iklan 6