Usai Divaksin PMK, 10 Ekor Sapi di Sampang Mati

Setelah divaksin tahap pertama sebanyak 10 ekor sapi di Kabupaten Sampang mati. Sapi-sapi itu mati diduga divaksin dalam keadaan terpapar penyakit mulut dan kuku (PMK) yang tak diketahui petugas Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Dispertan-KP) setempat.

Plt Kabid Peternakan Disperta-KP Sampang Arif Lukman membenarkan di wilayahnya ada 10 ekor sapi mati setelah dilakukan vaksinasi tahap pertama. Menurutnya sebelum divaksin, kondisi sapi sehat dan bagus.

Lukman mengatakan matinya sapi-sapi tersebut lantaran petugas tidak mengetahui secara pasti bahwa sapi tersebut benar-benar normal atau terpapar virus PMK. Karena, pengecekan kondisi sapi dilakukan secara fisik.

“Vaksin itu untuk sapi sehat bukan yang sakit. Secara fisik kondisi sapi yang divaksin itu sehat, tetapi 10 ekor sapi yang mati itu ditengarai ada virus di dalam tubuhnya yang tidak diketahui oleh petugas,” ujar Lukman, Kamis (14/7).

Dijelaskan Lukman, masa inkubasi virus PMK penularannya 14 hari, dari 1-3 hari paparan virus belum diketahui. Karena dari luar kondisi sapi itu sehat maka dilakukan penyuntikan vaksin.

Sedangkan, vaksin sendiri bukan pengobatan, tetapi untuk membentuk kekuatan antibodi agar sapi lebih kuat.

“10 Ekor sapi yang mati tu, 3 ekor di Kecamatan Kedungdung, 4 ekor di Desa Gunung Maddah Sampang, dan 3 ekor di Desa Kara Kecamatan Torjun Sampang,” katanya.

Kendati demikian, vaksinasi sapi akan terus dilakukan dalam tiga tahap. Tahap pertama sudah dilakukan, untuk tahap kedua tunggu satu bulan ke depan. Dan tahap tiga menunggu 6 bulan setelah vaksinasi tahap ke-2.

Lukman menerangkan di Kabupaten Sampang, jatah vaksin yang didapatkan yakni 2500 dosis. Dari sapi-sapi yang divaksin itu, banyak juga yang diketahui telah sembuh atau tak terpapar PMK.

“Jatah vaksin sapi di Sampang hanya 2500 dosis. dari sapi-sapi yang divaksin itu banyak yang sembuh,” pungkas Lukman.(Kay)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung. Ki Ageng Rangga Sasana, atau yang lebih dikenal publik dengan panggilan Lord Rangga, dikabarkan meninggal...
- Advertisement -

Gaya Hidup

Tren Perawatan Sulam Bedak Meningkat, Kenali Manfaat dan Risikonya

Sulam bedak merupakan tren perawatan kulit wajah asal Korea Selatan yang tengah populer. Meski dapat mencerahkan dan menutupi noda di kulit, perawatan kulit ini...

Peristiwa

Pria 49 Tahun di Balikpapan Tersetrum Tegangan Tinggi saat Mengecat Ruko

Saat sedang mengecat sebuah ruko di kawasan Belakang BCA, Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, seorang pria bernama Riski (49) tersentrum listrik tegangan tinggi pada...

Hukum

Polisi Tangkap Pelaku Pembacok Pelajar SMP di Yogya

Polisi berhasil menangkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan seorang pelajar SMP di Yogyakarta berinisial M (14) mengalami luka di bagian wajah. Pelaku diketahui menyabetkan sabuk...

Iklan3