Turki Diterjang Banjir Bandang: 14 Tewas

Belum selesai pulih dari gempa dahsyat pada Februari lalu, kini Turki kembali dilanda bencana alam yaitu banjir bandang.

Sedikitnya 14 orang meninggal dunia dan beberapa lainnya masih hilang, usai banjir bandang merendam jalanan dua kota di provinsi bagian tenggara negara itu, pada Rabu (15/3).

Dikutip dari BBC, luapan air menyapu wilayah yang sempat diporak-porandakan guncangan gempa bumi dahsyat 7,8 magnitudo pada 6 Februari lalu — yakni Provinsi Sanliurfa dan Provinsi Adiyaman.

Dengan kata lain, musibah terbaru berlangsung hanya kurun waktu lima minggu sejak gempa bumi yang menewaskan 48.000 orang itu terjadi.

Lebih lanjut, organisasi penyelamatan bencana dan darurat yang beroperasi di bawah naungan Kementerian Dalam Negeri Turki, Afet ve Acil Durum Yönetimi Başkanlığı (AFAD), melaporkan banjir dipicu oleh tingginya curah hujan di kedua wilayah tersebut dalam beberapa waktu terakhir.

Melansir dari kumparan, curah hujan di salah satu daerah di Provinsi Adiyaman mencapai 136 mm, sementara di Provinsi Sanliurfa curah hujan mencapai 111 mm. Angka ini merupakan sepertiga dari curah hujan tahunan di provinsi itu dalam dua hari terakhir.

Para Korban Banjir Bandang Adalah Penyintas Gempa

Sementara di antara para korban banjir bandang adalah para penyintas gempa yang masih tinggal di rumah-rumah kontainer sementara, sejak rumahnya hancur diguncang getaran gempa.

Di Kota Sanliurfa, ditemukan 12 orang meninggal dunia dan mobil-mobil tampak hanyut terseret luapan air.

AFAD juga menemukan lima mayat di sebuah ruang bawah tanah apartemen. Menurut laporan media lokal, kelima korban jiwa merupakan warga negara Suriah.

Mayat-mayat juga ditemukan dari sebuah jalan bawah tanah di persimpangan jalan utama Kota Sanliurfa — di mana terdapat dua orang yang masih hilang.

Gubernur Provinsi Sanliurfa, Salih Ayhan, mengatakan dua korban yang hilang itu adalah petugas pemadam kebakaran. Mereka diduga terseret air ketika hendak mengimbau warga untuk menjauhi air yang bergerak seperti sungai dan sebagainya.

Ayhan juga mengaku bahwa pemerintah setempat belum pernah mengalami banjir bandang separah ini — sebuah musibah yang terjadi untuk pertama kalinya di Provinsi Sanliurfa.

Di Kota Adiyaman, sebuah kontainer yang dihuni oleh dua keluarga terjebak banjir dan seorang wanita yang tinggal di dalam kontainer itu termasuk di antara dua orang yang tewas di kota tersebut.

Jumlah korban jiwa di kota ini lebih sedikit dibandingkan di wilayah tetangganya, Provinsi Sanliurfa.

Angka korban jiwa kemungkinan dapat bertambah, seiring dengan proses evakuasi yang masih berlanjut dan masih ada sejumlah orang hilang.

Berdasarkan video yang dirilis di media sosial, tampak beberapa orang terperangkap di dalam kendaraan mereka dan terseret arus banjir — sementara warga yang mencoba menyelamatkan mereka justru ikut terseret dan terdampar.

Tingginya curah hujan diperkirakan akan mereda menjelang akhir pekan ini.

Secara terpisah, Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan juga telah mengutus Menteri Dalam Negeri, Süleyman Soylu, untuk meninjau wilayah terdampak banjir dan memastikan agar seluruh kebutuhan darurat terpenuhi.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Klarifikasi Suami Selingkuh dengan Ibu Mertua di Serang Banten

Klarifikasi Suami Selingkuh dengan Ibu Mertua di Serang Banten. Sebuah kisah perselingkuhan viral di TikTok baru-baru ini. Kasus dugaan suami selingkuh dengan ibu mertua ini...
- Advertisement -

Gaya Hidup

Kembang Api Selalu Jadi Simbol Malam Pergantian Tahun, Berikut Asal Usulnya

Saat ini, kembang api telah menjelma menjadi simbol perayaan di seluruh dunia. Kembang api mengalami perkembangan yang sangat siginifikan, dari zaman Tiongkok kuno hingga...

Peristiwa

Lapak Pedagang Batu Cincin di Lampung Terbakar, 3 Orang Tewas Terpanggang!

Sebuah rumah semi permanen yang dijadikan lapak pedagang cincin batu alam di lingkungan PKOR Way Halim Bandar Lampung, Lampung hangus terbakar. Warga di lokasi...

Hukum

Sekap dan Aniaya Teman, 2 Pemuda Diamankan di Kulon Progo

Dua orang pemuda masing-masing WA (20) asal Lampung Selatan dan DHA, (20) asal Kota Tegal Jawa Tengah tega melakukan penyekapan dan penganiayaan terhadap rekannya,...

Iklan3