Tilap Uang Pembebasan Lahan Pasar, Kades Gunungsari Dituntut 30 Bulan Penjara

- Advertisement -
Hukuman tindak korupsi uang pembebasan lahan yang dilakukan Kepala Desa Gunungbesar, Kecamatan Abungtengah, Lampung Utara, Pahrul Rozi, dituntut dua tahun enam bulan penjara. Ia juga didenda Rp 50 juta subsider tiga bulan penjara.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) Hardiansyah mengatakan, Pahrul terbukti melanggar pasal  Pasal 3 Ayat (1) Jo Pasal 18 ayat (1) huruf b Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana telah diubah dan ditambah dengan Undang-Undang RI Nomor 20 tahun 2001 tentang Perubahan atas Undang-Undang RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa, dengan pidana penjara dua tahun enam bulan,” terang JPU saat membacakan tuntutan di PN Tipikor Tanjungkarang, Kamis (21/4).

Pahrul juga dituntut membayar uang pengganti Rp 280 juta. Apabila setelah satu bulan putusan inkrah tidak membayar, harta bendanya akan disita. Bila tidak mencukupi, diganti pidana satu tahun empat bulan.

Atas tuntutan tersebut, Pahrul Rozi menyatakan akan mengajukan nota pembelaan, pada Kamis, 28 April 2022.

“Sidang ditunda pekan depan,” ujar Ketua Majelis Hakim, Efiyanto.

Diberitakan sebelumnya, perbuatan terdakwa bermula saat desa yang ia pimpin memiliki APBDes Desa Gunungbesar Tahun Anggaran 2018 sebesar Rp 1.467.603.378.

Kemudian, pada 2018 Desa Gunungbesar melakukan pembelian tanah lahan pasar dan dana yang tersedia pada APBDes Desa Gunungbesar untuk pembelian lahan pasar sebesar Rp 309.500.000 dari saksi H. Aris.

Saksi H. Aris pun menerima pembayaran Rp 180 juta. Namun, terdakwa kembali meminjam Rp80 juta dari saksi korban dengan alasan untuk pembangunan pasar.

Selanjutnya, korban diminta untuk menandatangani kuitansi senilai Rp 200 juta sebagai bukti pelunasan yang sama sekali belum diterima korban H. Aris.

Terdakwa pun tidak melakukan pembayaran meski laporan pencairan dana desa disebutkan pembelian telah lunas. Lahan tersebut seharusnya menjadi aset desa diduduki korban karena belum menerima pelunasan. (Kay)

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Must Read

Gaya Hidup

Alami Rambut Berminyak, Ketahui Cara Mengatasinya

Rambut berminyak sering kali terlihat kusam, mengilap, dan susah diatur. Hal ini tentu membuat Anda alami tidak nyaman dan terganggu. Namun, Anda tidak perlu...

Peristiwa

Truk Engkel Alami Pecah Ban hingga Terguling di Tol Purwodadi-Malang

Kecelakaan tol kembali terjadi, Sebuah truk pecah ban terlibat kecelakaan di Tol Purwodadi-Malang Km 68+A atau arah Surabaya-Malang. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan...

Hukum

Pemilik Depot Air Minum di Sumut Ditangkap setelah Sembunyikan Sabu 1,4 Gram di Dalam Genset

Seorang pemilik usaha Depot air minum di Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut) ditangkap polisi. Diketahui, tempat tersebut sering dijadikan tempat transaksi narkoba jenis sabu. Awalnya,...