Tak Terima Ditegur, 9 Remaja di Kediri Keroyok Warga

Sebanyak 9 remaja pelaku pengeroyokan di Kota Kediri diringkus Polres Kediri. Mereka diamankan setelah dilaporkan mengeroyok 3 orang di dua lokasi berbeda.

Para pelaku diantaranya yang berinisial MS (17) tahun dan MA (21) tahun warga Kecamatan Ngadiluwih, kemudian RPP (17) tahun dan DBS warga Kecamatan Pesantren, serta GOD (21) tahun, MS (17) tahun BMR dan Ar warga Kecamatan Kandat.

Kapolres Kediri Kota AKBP Wahyudi membenarkan terkait penangkapan 9 remaja itu. Menurutnya pengeroyokan itu terjadi karena kesalahpahaman.

Ia berharap dengan penindakan para pelaku maka kondisi Kota Kediri akan kondusif. Dengan begitu, kondisi kota akan kondusif dan perekonomian masyarakat akan bangkit.

“Benar atas kejadian tersebut ada 9 anak muda yang diamankan anggotanya karena pengeroyokan karena hal sepele,” ujar Wayudi, Kamis (12/5).
“Harapan saya Kota Kediri yang selama ini kondusif, tetap dijaga karena ini tidak hanya tanggung jawab Polisi, tapi seluruh lapisan masyarakat Kota Kediri. Sehingga aman, nyaman dan perekonomian masyarakat kembali bangkit,” jelasnya.
Kasat Reskrim Polres Kediri Kota AKP Tomy Prambana mengatakan peristiwa pengeroyokan tersebut terjadi di dua lokasi berbeda. Pada kejadian pertama, para pelaku melakukan pengeroyokan pada Senin (10/5) sekitar pukul 03.30 WIB.
Saat itu para pelaku tengah mengendarai motor dengan suara bising menuju Kota Kediri. Setiba di Jegles, Kelurahan Bawang, para pelaku itu ditegur oleh dua orang korban yang tengah tidur di sebuah pos.

Karena tak terima ditegur, para pelaku yang masih di bawah umur itu kemudian mengeroyok dua korbannya dan kabur. Akibat pengeroyokan itu, kedua korban mengalami luka di bagian pelipis dan pipi.

Sedangkan di lokasi kedua, para pelaku melakukan pengeroyokan di kawasan Tirto Udan, Tosaren, Kecamatan Pesantren. Sama dengan sebelumnya, para pelaku juga mengeroyok seorang korban karena tak terima ditegur suara bising motornya. Korban saat itu tengah berjaga di pos ronda

Atas ulahnya ini, para pelaku kemudian diamankan. Mereka dijerat dengan Pasal 170 KHUP yakni melakukan kekerasan (pengeroyokan) di depan umum. Adapun ancamannya yakni maksimal 6 bulan pidana penjara.

“Atas kejadian tersebut, tersangka dikenakan Pasal 170 KUHP yang mana secara bersama – sama melakukan kekerasan dimuka umum terhadap orang ( pengeroyokan ) dengan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan, kami juga masih memeriksa kemungkinan pelaku mengkonsumsi minuman keras,” tutup Tomy. (Kay)

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Kereta Api Babaranjang di Bandar Lampung Tabrak Minibus, Satu Orang Dilarikan ke RS

Peristiwa kecelakaan kembali terjadi, Satu unit minibus merk Toyota Hiace bernomor polisi (nopol) F 7202 WL tertabrak Kereta Api Batu Bara Rangkaian Panjang...

Gaya Hidup

Kenali Perbedaan Alergi Matahari dan Terbakar Matahari

Alergi matahari dan terbakar matahari terkadang sulit dibedakan karena gejala yang muncul hampir serupa. Padahal, keduanya disebabkan oleh reaksi yang berbeda pada kulit. Nah,...

Peristiwa

3 Gajah Liar Rusak Kebun Warga di Pelalawan Riau

Kawanan gajah liar memasuki perkebunan milik warga di Desa Rantau Baru, Kecamatan Pangkalan Kerinci, Kabupaten Pelalawan, Provinsi Riau. Setelah mendapat laporan dari masyarakat, Tim Seksi...

Hukum

Polisi Tangkap Pencuri Motor Ninja di Agam

Kasus pencurian sepeda motor kembali terjadi, Dua pencuri sepeda motor berhasil ditangkap oleh Jajaran Satreskrim Polres Bukittinggi. Kasatreskrim Polres Bukittinggi AKP Ardiansyah Rolindo mengatakan, ke...