Silaturahmi di Bangkalan, Ketua DPD RI Serap Aspirasi Para Kyai

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Mahmud Mattalitti, mengisi masa reses di Jawa Timur dengan silaturahmi ke sejumlah kyai di Bangkalan, Madura, untuk menyerap aspirasi mereka.

Dalam silaturahmi itu Ketua DPD RI dan Pengasuh Pondok Pesantren Manbaus Salam membahas kondisi bangsa yang sedang tidak baik.

KH Imron Abd Fattah di Pondok Pesantren Mambaus Salam menjadi lokasi pertama yang dikunjungi LaNyalla. Ponpes tersebut berada di Kecamatan Kota, Bangkalan.

Menurut LaNyalla, banyak PR yang harus dikerjakan bangsa ini agar kembali kepada trek yang lurus.

“Rezim sekarang bilang Indonesia baik-baik saja. Yang saya pertanyakan kalau baik-baik saja kenapa utang semakin bertambah, orang miskin juga semakin banyak, kemudian harga-harga kok melambung. Itu bukti ada yang salah dalam mengurus negara ini,” ujar LaNyalla, Selasa (19/4/2022) sore.

Karena itu, diperlukan pemimpin nasional yang berani memutus rantai oligarki yang menempel dan berlindung di lingkaran kekuasaan.

“Sekarang ini negara kita sudah dikuasai oleh oligarki. Penguasa tidak memikirkan kepentingan rakyat lagi, tapi memakmurkan diri dan kelompoknya, karena mereka berkomplot dengan pengusaha,” ujar LaNyalla.

LaNyalla juga sempat diwawancara media terkait harga-harga komoditas pangan yang semakin hari semakin naik. Saran LaNyalla, pemerintah harus cari solusi yang pro rakyat.

“Pemerintah dalam setiap kebijakannya harus berpihak kepada rakyat. Jangan seenaknya menaikkan harga BBM, elpiji dan komoditas lain. Harus dicarikan solusi terbaik, supaya rakyat tidak tambah menjerit. Karena kalau saya melihat ini rakyat sudah teriak semua, sudah setengah mati. Jadi, harapan saya pemerintah berpihak kepada rakyat. Rakyat itu yang dibutuhkan hanya untuk makan sehari-hari saja,” papar LaNyalla kepada awak media.

Usai dari Ponpes Manbaus Salam, LaNyalla melanjutkan silaturahmi ke Ponpes Al-Kholiliyah An-Nuroniyah, di Demangan Timur, Bangkalan. LaNyalla diterima langsung pengasuh Ponpes KH. Muhammad Faisol Anwar.

BACA JUGA  Relawan Ganjar Presiden Ku Dapat Dukungan Artis Tanah Air

Polemik 3 periode dan perpanjangan masa jabatan Presiden menjadi bahasan hangat. Kepada LaNyalla, KH Muhammad Faisol Anwar mengaku tidak setuju dengan wacana tersebut.

LaNyalla menjelaskan bahwa dirinya merupakan orang yang terdepan dalam menghalangi terjadinya penambahan masa jabatan presiden.

“Keinginan itu sama sekali tidak benar. Melanggar konstitusi kita yang menegaskan bahwa jabatan Presiden hanya 2 periode,” tukas LaNyalla.

Kalau kemudian Konstitusi diubah supaya masa jabatan bisa diperpanjang, menurut LaNyalla, maka harus dilakukan Amandemen dahulu yang dilakukan melalui mekanisme Sidang MPR. Di dalam MPR ada anggota DPR dan DPD. Kalau DPD tidak ikut artinya itu bukan Sidang MPR dan tidak sah.

“Lagian sudah pasti rakyat juga tidak setuju hal itu dan bisa terjadi penolakan dalam skala besar,” tuturnya saat silaturahmi.

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Nirina Zubir Akui Tak Gentar Meski Riri Khasmita Bawa Banyak Kuasa Hukum

Nirina Zubir masih berjuang di kasus mafia tanah yang menimpa dirinya dan keluarga. Seperti diketahui, Mantan Asisten Rumah Tangga (ART) ibu Nirina, Riri Khasmita...

Gaya Hidup

Ketahui Penyebab Kutu Rambut dan Cara Penularannya

Penyebab kutu rambut adalah parasit yang hidup dan berkembang biak di kulit kepala. Parasit ini bisa menular dari satu orang ke orang lainnya melalui...

Peristiwa

Ribuan Pembudidaya Ikan Hias di Tulungagung Gulung Tikar

Harga ikan hias yang anjlok sejak beberapa bulan lalu di pasaran menyebabkan ribuan pembudidaya ikan hias di Tulungagung gulung tikar dan berbondong-bondong beralih ke...

Hukum

Densus 88 Amankan Panah saat Penggeledahan Kos Simpatisan ISIS di Kota Malang

Seorang pria terduga simpatisan ISIS diamankan Densus 88 Antiteror di Kota Malang. Pria tersebut diamankan di sebuah tempat kos di di Perum Dinoyo Permai,...