Seorang Guru Honorer Jadi Pengedar Sabu Karena Gaji Kecil di Lombok

Guru honorer di Lombok yang mengajar di SMKN 1 Praya, Lombok Tengah, inisial ED (30) melakukan pekerjaan sambilan sebagai pengedar narkoba, ia merupakan bagian dari 5 pelaku pengedar yang ditangkap oleh petugas Polres Lombok Tengah.

Guru honorer yang merupakan seorang janda anak satu tersebut mengaku menjadi pengedar sabu karena gaji yang diterimanya sangat kecil dan tidak mencukupi untuk kehidupannya.

“Ini pertama kalinya. Saya ditawari keuntungan sekali jual itu sebesar Rp 300 ribu oleh MF (kekasih ED),” kata ED saat melakukan proses berita acara pemeriksaan atau BAP di Mapolres Lombok Tengah, Rabu siang (10/8/2022).

Menurut ED, gaji sebagai guru honorer tidaklah cukup untuk menghidupi satu orang anaknya yang diasuh oleh ayahnya di Lombok Tengah. ED juga mengaku bahwa menjadi pengedar sabu karena ditawari oleh kekasihnya MF (22).

“Ditawarkan gitu kan. Jadi saya pesan juga di teman yang ambil di Mataram. Tapi saya tidak makai kok,” kata ED.

Diberitakan sebelumnya, lima orang terduga pelaku sindikat pengedar, pemesan, dan pemakai narkotika jenis sabu di Kabupaten Lombok Tengah dibekuk polisi. Kelimanya masing-masing berinisial AP (37), ED (30), MF (22), MFH (27) dan AS (28). Satu di antaranya yaitu ED, seorang guru honorer sekaligus pacar dari MF.

Kasat Narkoba Polres Lombok Tengah Iptu Hizkia Hiagian mengungkapkan kekasih ED yang berinisial MF ini merupakan pengedar sabu yang beru kali ini melancarkan aksinya karena ajakan dari tiga orang rekannya inisial AP (37), MFH (27) dan AS (28).

“Kalau yang tiga pelaku AP (37), MFH (27) dan AS (28) ini memang pengedar dan pengguna sabu. Jadi kami masih dalami siapa orang di belakang ketiganya ini,” kata Hizkia.

BACA JUGA  2 Pengedar Narkoba di Agam Ditangkap, Kaget saat Digerebek

Kini kelima pelaku yang telah diamankan diancam pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 132 ayat (1) dan atau Pasal 112 ayat (1) undang-undang nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman sesuai pasal 114 paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun. Selain itu kelimanya juga diancam pasal 132 mengikuti pasal pokok pasal 112 dengan ancaman paling singkat 4 tahun dan paling lama 12 tahun penjara.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Tragedi Kanjuruhan, Bintang Emon Singgung Tanggung Jawab Pihak Berwenang

Komika Bintang Emon menjadi salah satu dari sekian selebritis Tanah Air yang akui ikut merasa terpukul atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang,...

Gaya Hidup

5 Manfaat Masker Lemon untuk Wajah dan Cara Membuatnya

Masker lemon bisa menjadi salah satu pilihan masker alami untuk menjaga kesehatan kulit. Kandungan vitamin C yang tinggi membuat masker ini dipercaya dapat mencegah...

Peristiwa

Tragedi Kanjuruhan, Bocah 11 Tahun Ditinggal Orangtuanya Meninggal Terinjak

Pasangan suami istri (pasutri) bernama M Yulianto (40) dan Devi Ratna Sari (30) meninggal dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Jenazah keduanya dimakamkan dalam...

Hukum

Naas! Pria di Bogor Jadi Korban Pembacokan OTK

RR, Seorang pria menjadi korban pembacokan oleh 3 orang tak dikenal (OTK) di Gunungputri, Kabupaten Bogor. Akibatnya, korban mengalami luka sabetan senjata tajam di...

Iklan3