Sekolah Disegel, Ortu Murid di Bogor Cekcok dengan Ahli Waris

Orang tua (ortu) murid di Cibinong, Bogor, terlibat cekcok dengan ahli waris yayasan yang menyegel sekolah. Penyegelan sekolah oleh ahli waris yayasan itu membuat anak-anak mereka tidak bisa bersekolah.

Kapolsek Cibinong Kompol Adhimas Sriono Putra membenarkan kejadian itu. Dia mengatakan polisi sudah memediasi pihak sekolah dengan orang tua murid.

“Iya, kejadiannya tadi pagi, tapi sekarang situasi sudah kondusif. Mulai ramai tadi jam 07.00 WIB, kemudian kondusif sekitar jam 09.00 WIB. Jadi tadi kita dari kepolisian memediasikan antara pihak sekolah dan ortu murid yang keberatan dengan penyegelan tersebut,” jelas Adhimas, Kamis (14/7).

“Jadi pagi tadi kita dapat laporan dari masyarakat terkait adanya penyegelan secara pihak di yayasan Sekolah Eka Wijaya, yang dilakukan oleh Saudara S. Dia (S) melakukan penyegelan secara sepihak,” ujar Adhimas.

Adhimas menyampaikan sempat terjadi adu mulut antara orang tua siswa dan pihak yayasan agar gerbang sekolah dibuka dan proses belajar tetap dilaksanakan. Pihak kepolisian kemudian datang untuk mediasi cekcok.

“Tadi kita dari Polsek bersama Forkopimcam melakukan upaya membuka penyegelan tersebut dan sudah berhasil. Alhamdulillah sekarang sudah kondusif,” kata Adhimas.

Adhimas mengatakan para murid yang sudah datang sekolah tetap tidak jadi mengikuti kegiatan belajar mengajar karena pihak yang berkonflik masih berdialog. Proses belajar mengajar akan dilaksanakan pada Senin mendatang.

“Namun kegiatan belajar mengajar dilakukan pending (penundaan) dulu sampai Senin besok,” terang Adhimas.

Adhimas menyebut penyegelan dipicu konflik antar-ahli waris pemilik yayasan. Salah satu ahli waris disebut tidak terima keputusan almarhum orang tua mereka dan ingin mengelola langsung yayasan tersebut.

“Jadi saat ini yayasan dipegang oleh Bapak T, anak nomor 3. Kemudian S yang anak pertama ini ingin menguasai sekolah tersebut. Jadi masih saudara kandung yang bersengketa. Jadi, setelah bapaknya meninggal, sekolah ini dipegang oleh T, anak nomor tiga. Kemudian S sebagai anak pertama merasa tidak puas dengan penunjukan tersebut. Akhirnya melakukan penyegelan sepihak tersebut,” tutur Adhimas.

Lurah Ciriung Heru Irawan mengatakan yayasan itu berdiri sejak 1992. Yayasan itu membuka pendidikan mulai dari PAUD hingga SMA.

“Berdirinya sudah lama ya. Itu dulu sekolah swasta favorit, terkenal juga. Di sana ada semua jenjang pendidikan. Ada TK, playgroup, SMP, SMA,SMK, semua jenjang pendidikan ada,” singkat Heru. (Kay)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung. Ki Ageng Rangga Sasana, atau yang lebih dikenal publik dengan panggilan Lord Rangga, dikabarkan meninggal...
- Advertisement -

Gaya Hidup

Tren Perawatan Sulam Bedak Meningkat, Kenali Manfaat dan Risikonya

Sulam bedak merupakan tren perawatan kulit wajah asal Korea Selatan yang tengah populer. Meski dapat mencerahkan dan menutupi noda di kulit, perawatan kulit ini...

Peristiwa

Pria 49 Tahun di Balikpapan Tersetrum Tegangan Tinggi saat Mengecat Ruko

Saat sedang mengecat sebuah ruko di kawasan Belakang BCA, Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, seorang pria bernama Riski (49) tersentrum listrik tegangan tinggi pada...

Hukum

Polisi Tangkap Pelaku Pembacok Pelajar SMP di Yogya

Polisi berhasil menangkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan seorang pelajar SMP di Yogyakarta berinisial M (14) mengalami luka di bagian wajah. Pelaku diketahui menyabetkan sabuk...

Iklan3