Seberapa Penting Vaksin COVID-19 Dosis ke-4?

Menurut sebagian ahli, tiga dosis vaksin COVID-19 tidak cukup untuk lansia berusia 50 tahun ke atas, dan orang dengan sistem imun yang lemah. Itulah sebabnya diperlukan vaksinasi dosis keempat.

Demi memutus rantai penularan COVID-19, pemerintah Indonesia kian gencar menerapkan program pemberian vaksin COVID-19 booster atau dosis ketiga. Namun, belakangan ini muncul perdebatan baru, terkait apakah vaksin dosis keempat perlu diberikan atau tidak. Pasalnya, sejumlah negara di dunia mulai gencar menawarkan pemberian vaksin dosis keempat.

Salah satu negaranya adalah Amerika Serikat yang telah mengizinkan suntikan dosis keempat. Lantas, kira-kira seberapa penting pemberian vaksin COVID-19 dosis keempat? Yuk, ketahui penjelasannya di sini!

Dikabarkan Penting untuk Kondisi Tertentu

Menurut Centers for Disease Control and Prevention (CDC) Amerika Serikat, tiga dosis vaksin tidak cukup untuk lansia berusia 50 tahun ke atas, dan orang dengan sistem kekebalan tubuh yang lemah. Alhasil, CDC merekomendasikan kalangan tersebut untuk mendapatkan vaksinasi dosis keempat demi perlindungan optimal terhadap COVID-19.

Melansir dari media daring internasional, pada Senin (2/5/2022), Food and Drug Administration (FDA) Amerika Serikat, sejauh ini telah mengizinkan suntikan keempat bagi mereka yang memenuhi kriteria CDC. Namun, CDC berpendapat kalau pemberian dosis keempat bagi orang dewasa yang sehat belum tentu optimal.

Para ahli berpendapat bahwa orang dengan gangguan kekebalan harus mendapat vaksin booster kedua karena berisiko lebih tinggi terinfeksi. Meskipun mereka telah menjalani dosis vaksinasi lengkap, kelompok ini juga lebih berisiko mengalami komplikasi COVID-19 yang parah. Bahkan, berpotensi menyimpan mutasi dengan strain yang lebih ganas.

Sementara itu, Profesor kedokteran Paul Goepfert di University of Alabama at Birmingham (UAB), Amerika Serikat, berpandangan bahwa pemberian dosis keempat tidak akan berdampak secara signifikan pada tubuh. “Dosis keempat tidak benar-benar melakukan banyak hal,” ujarnya, seperti yang dikutip dari media daring internasional.

Sebenarnya, CDC telah mengeluarkan panduan yang merekomendasikan dosis keempat pada Oktober 2021. Dengan panduan yang diperbarui, CDC menyatakan orang dengan sistem kekebalan lemah harus menunggu dalam waktu yang lebih singkat, untuk mendapatkan dosis booster tambahan di tengah pandemi COVID-19.

Bagaimana dengan Indonesia?

Di Indonesia sendiri, juru bicara Kementerian Kesehatan (Kemenkes) Mohammad Syahril mengklarifikasi, saat ini pemerintah belum merencanakan vaksin COVID-19 dosis keempat atau booster kedua. “Untuk koreksi dan konfirmasi, saat ini pemerintah kita masih memprioritaskan vaksin COVID-19 booster pertama atau vaksin ketiga,” ujar Syahril, dikutip dari salah satu media daring nasional, Senin (25/7/2022).

Dirinya juga menambahkan kalau pemerintah saat ini masih fokus untuk memenuhi target vaksin booster atau vaksin ketiga menjadi 50 persen terlebih dahulu. Terkait kabar vaksinasi booster kedua, Syahril mengatakan kalau hal itu hanya masukan dari beberapa pihak seperti tenaga kesehatan. Ia saat ini masih menampung proposal tersebut, dan belum langsung merealisasikannya.

“Masih ditampung, karena harus dibahas dengan ITAGI, dari kelompok ITAGI ini yang nantinya akan memberikan masukan kepada pemerintah untuk diusulkan program,” ujar Syahril. Bilamana ITAGI sudah memberikan masukan, maka Kemenkes harus mendapatkan vaksin untuk vaksin booster kedua yang sudah mendapatkan rekomendasi BPOM.

Jadi, dapat dikatakan bahwa vaksinasi keempat masih dalam proses yang panjang di Indonesia. Untuk itu, pemerintah fokus dalam meningkatkan cakupan vaksin booster atau ketiga terlebih dahulu.

Itulah penjelasan mengenai pertanyaan seberapa penting vaksin COVID-19 dosis keempat. Hal ini sebenarnya masih abu-abu karena para ahli masih memiliki pandangan yang berbeda terkait efektivitasnya. Selain itu, setiap negara juga memiliki kebijakan yang berbeda terkait penggunaan dosis tersebut.

Mengingat kenaikan kasus COVID-19 kembali terjadi, penting untuk senantiasa, menjaga prokes dan menjaga sistem kekebalan tubuh dengan baik. Karena itu, pastikan untuk mengonsumsi makanan sehat dan vitamin setiap harinya.

Iklan 7

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Jokowi soal Usul TNI Jabat di Kementerian: Kebutuhan Belum Mendesak

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan belum ada kebutuhan mendesak bagi pemerintah untuk menempatkan tentara di jabatan-jabatan kementerian atau lembaga negara. Hal ini disampaikan Jokowi merespons...

Gaya Hidup

5 Cara agar Tidak Cemas Berlebihan Menghadapi Masa Depan

Masa depan penuh dengan ketidakpastian. Kita tak bisa benar-benar tahu dengan pasti hal-hal yang akan terjadi di masa depan. Ada yang mungkin akan berhasil, tetapi...

Peristiwa

Seorang Wanita Ingin Bunuh Diri di Kupang Berhasil Digagalkan Warga

Seorang wanita ingin bunuh diri di Jembatan Liliba Kota Kupang pada Kamis (11/8/2022) namun berhasi digagalkan warga setempat. Warga yang melintas di Jembatan Liliba dan...

Hukum

Ferdy Sambo: Saya Meminta Maaf Beri Informasi Tidak Benar

Eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo meminta maaf kepada masyarakat luas dan pihak-pihak terkait yang terdampak masalah yang dihadapinya. Sambo mengakui telah...

Iklan 6