Sebagai Peserta PKN II, Kadis PUPR Membuat Aplikasi Monitoring Infrastruktur

Sebagai rangkaian dari Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) II yang diselenggarakan oleh Puslatbang LAN Makassar, para peserta PKN II diwajibkan untuk membuat sebuah aksi proyek perubahan berdasarkan ide kreatif dan inovasi yang dapat bertindak sebagai motor penggerak perubahan strategis di instansinya.

Hal serupa dilakukan pula oleh Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Luwu, Ir. Ikhsan Asaad, ST, MT, selaku peserta PKN II Angkatan Ke V tahun 2022

“Proyek perubahan ini berupa aplikasi yang diberi nama Real Time Infrastructure Development Monitoring, yang salah satu tujuannya adalah untuk memantau dan memastikan suatu pekerjaan telah sesuai dengan perencanaan atau tidak berdasarkan tupoksi dari dinas PUPR,” jelas Ikhsan, dilansir dari InfoPublik.id, pada Kamis 23 Juni 2022.

Selain itu, lahirnya aplikasi ini bagi dinas PUPR, merupakan bentuk transparansi dan pertanggungjawaban terhadap semua proyek-proyek infrastruktur yang ada di dinas PUPR.

Ada empat kelebihan dari aplikasi ini, yakni efesiensi System, Real Time System, Monev System dan Integrated System. Integrated System ini akan terus dikembangkan sehingga dapat terintegrasi dengan aplikasi SIRUP. “Jadi nantinya semua kegiatan yang sudah terinput dapat dilihat melalui aplikasi ini,” jelas Ikhsan

Menanggapi pemaparan Kadis PUPR, Bupati Luwu, Dr H Basmin Mattayang memberikan apresiasi dan berharap aplikasi ini kedepannya dapat terus dikembangkan dan bermanfaat bagi pemerintah daerah untuk lebih mengoptimapkan pelayanan kepada masyarakat.

Ini sudah bagus, sudah terlihat kemajuan pola pikir Kadis PUPR dalam mengikuti diklat dan menjadi prestasi dalam dunia pendidikan.

“Ke depannya, aplikasi ini masih butuh pembenahan di beberapa item sehingga betul-betul memberikan kemudahan bagi masyarakat yang ingin mengakses informasi tentang sebuah pekerjaan infrastruktur,” tutur H Basmin Mattayang.

BACA JUGA  Pelayanan Keluarga Berencana Raih Peringkat Pertama, Ini Strategi DP3AP2KB Luwu Utara

Hal senada diutarakan pula oleh Kepala Kejaksaan Negeri Luwu, Andi Usamah Harun yang memberikan saran agar aplikasi ini bukan hanya bisa diakses oleh pengawas dari internal dinas PUPR sendiri tetapi dapat diakses oleh masyarakat.

“Idenya sangat bagus telah mengikuti perkembagan teknologi, namun saran saya agar aplikasi ini bisa diakses pula oleh masyarakat luas sehingga betul-betul mengedepankan keterbukaan,” ujar Andi Usamah

Menurutnya, dengan keterbukaan informasi tentang sebuah proyek infrastruktur, masyarakat yang berfungsi sebagai sosial kontrol dapat memberikan informasi cepat terkait proyek tersebut.

Sehingga pihak dinas PUPR dapat lebih cepat mendeteksi dan bisa secepatnya memperbaiki jika ada hal yang tidak sesuai dengan perencanaan.

Turut hadir dalam kegiatan PKN II tersebut, Sekda Luwu, H Sulaiman, Inspektur Kabupaten Luwu, Achmad Awwabin dan sejumlah kepala OPD beserta jajaran dinas PUPR.

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pakai Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor Tidak akan Kena Tilang

Pengendara motor yang menggunakan sandal jepit dipastikan oleh polisi tidak akan ditilang. Namun, polisi akan terus mengimbau kepada pengendara motor agar tidak riding menggunakan...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

Vietnam Bersedia Bantu Mozambik Memastikan Ketahanan Pangan

Presiden Negara Vietnam Nguyễn Xuân Phúc mengadakan resepsi pada hari Rabu di Hà Nội untuk Presiden Majelis Mozambik Esperanca Laurinda Francisco Nhiuane Bias, yang...

Hukum

Miris! Pimpinan Pondok Pesantren di Subang Perkosa Santriwati

DAN (45) tahun, Pimpinan Pondok Pesantren (Ponpes) di Kabupaten Subang tega memperkosa santriwatinya sendiri. Tak tanggung-tanggung, lebih dari 10 kali melakoni aksi bejatnya itu. Kapolres...