Rusia Mulai Kembali Ekspor Gas dari Nord Stream 1 Sesuai Jadwal

Aliran gas Rusia melalui pipa Nord Stream 1 terlihat akan dimulai kembali tepat waktu pada Kamis (21/7) setelah selesainya pemeliharaan terjadwal, dua sumber yang mengetahui rencana ekspor tersebut mengatakan seperti dikutip Reuters.

Pipa, yang menyumbang lebih dari sepertiga ekspor gas alam Rusia ke Uni Eropa, dihentikan selama sepuluh hari untuk pemeliharaan tahunan pada 11 Juli.

Sumber, yang berbicara dengan syarat anonim karena masalah sensitf, mengatakan seperti dikutip Reuters bahwa pipa itu diharapkan dapat melanjutkan operasi tepat waktu, tetapi kurang dari kapasitasnya sekitar 160 juta meter kubik (mcm) per hari.

Raksasa energi yang dikendalikan Kremlin, Gazprom (GAZP.MM) , memangkas ekspor gas melalui rute tersebut hingga kapasitas 40% bulan lalu, dengan alasan penundaan pengembalian turbin yang dilayani Siemens Energy (ENR1n.DE) di Kanada.

“Mereka (Gazprom) akan kembali ke level yang normal sebelum 11 Juli,” salah satu sumber mengatakan tentang volume gas yang diharapkan melalui Nord Stream 1 mulai Kamis.

Patokan kontrak bulan depan Belanda turun 3% menyusul arus laporan Reuters akan dilanjutkan pada hari Kamis.

Sebelumnya pada hari itu, kontrak diperdagangkan lebih tinggi setelah Wall Street Journal melaporkan bahwa Komisi Eropa tidak mengharapkan pipa untuk memulai kembali setelah pemeliharaan.

Gazprom dan Nord Stream 1 tidak membalas permintaan komentar pada hari Selasa.

Nord Stream 1, yang mengalir di dasar Laut Baltik ke Jerman. Barat menuduh Rusia, pengekspor gas terbesar di dunia dan pemasok minyak mentah terbesar kedua, menggunakan pasokan energinya sebagai alat pemaksaan.

Rusia telah membantah tuduhan itu, dengan mengatakan telah menjadi pemasok energi yang dapat diandalkan.

Dalam sebuah surat tertanggal 14 Juli, bagaimanapun, Gazprom mengatakan secara surut menyatakan force majeure pada pasokan mulai 14 Juni, klausul hukum yang berarti tidak dapat menjamin pengiriman gas karena keadaan luar biasa.

BACA JUGA  Badai Eunice Berkecepatan 135km/h Mengancam Inggris
gas
Model pipa gas alam dan logo Nord Stream, 18 Juli 2022. Photo: Reuters/Dado Ruvic/Ilustrasi

Surat kabar Kommersant melaporkan pada hari Senin, mengutip orang-orang yang mengetahui situasi tersebut, bahwa Kanada telah mengirim turbin yang dibutuhkan untuk Nord Stream 1 ke Jerman dengan pesawat pada 17 Juli setelah pekerjaan perbaikan selesai.

Salah satu sumber pada hari Selasa mengatakan seperti dikutip Reuters bahwa turbin tidak mungkin dipasang kembali pada 21 Juli.

Kementerian ekonomi Jerman mengatakan pada hari Senin bahwa pihaknya tidak dapat memberikan rincian keberadaan turbin tersebut.

Namun juru bicara kementerian mengatakan bahwa turbin adalah suku cadang pengganti yang dimaksudkan untuk digunakan hanya mulai September, yang berarti tidak adanya suku cadang  menjadi alasan sebenarnya untuk penurunan aliran gas sebelum pemeliharaan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Foto Kencan Kembali Bocor, Netizen Frustasi Agensi V dan Jennie Masih Bungkam

Sejak foto pertama yang diduga adalah V BTS dan Jennie BLACKPINK bocor pada bulan Mei tahun ini, penggemar dengan cemas menunggu YG Entertainment atau...

Gaya Hidup

3 Rekomendasi Susu Peninggi Badan yang Perlu kalian Ketahui

Memiliki tinggi badan ideal adalah impian hampir  semua orang. Banyak orang yang merasa tinggi badannya kurang ideal dan melakukan berbagai cara untuk menambah tinggi...

Peristiwa

Seorang Bule Pingsan di Kolam Renang dan Berujung Meninggal di Karangasem

Pria bule asal Belanda bernama Eddy Van Den Brand (63) meninggal dunia di sebuah villa tempat ia menginap di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten...

Hukum

Diduga Bandar Narkoba, Pria di Agam Ditangkap Polisi

Seorang pria tangkap Tim Opsnal Satresnarkoba Polres Agam, Sumatera Barat .Pelaku diamankan karena diduga sebagai bandar Narkoba di Kecamatan Tanjung Raya pada Sabtu (24/9). Kapolres...

Iklan3