Recak Digital Diintegrasikan Sosialisasi Anti Terorisme di SMA Negeri 1 Limboto

Program remaja cakap (recak) digital di SMA Negeri 1 Limboto, Kabupaten Gorontalo diintegrasikan dengan sosialisasi anti terorisme dan radikalisme.

Sosialisasi tersebut bekerja sama dengan Satuan Tugas Wilayah (Satgaswil) Gorontalo Detasemen Khusus Anti Teror (Densus) 88 Mabes Polri yang digelar di Aula SMA 1 Limboto.

Program recak digital digagas oleh Dinas Kominfo dan Statistik (Diskominfotik) untuk mengedukasi siswa – siswi SMA cerdas bermedia sosial. Mereka dibekali dengan etika bermedia sosial, literasi keamanan digital, refleksi dan aksi serta akses data dan Informasi.

“Ada 12 SMA yang menjadi pilot project tahun ini, ini sudah yang ketujuh. Hari Senin lalu agak berbeda, karena kami ikut menggandeng tim Satgaswil Densus 88 untuk mengedukasi siswa tentang anti terorisme dan radikalisme,” kata Kepala Bidang Pengelolaan Informasi dan Komunikasi Publik, Diskominfotik, Zakiya Baserewan, dilansir dari InfoPublik.id, pada Kamis 23 Juni 2022.

Di tempat yang sama, Kanit Intelijen Satgaswil Gorontalo Densus 88, Saffan A. menjelaskan, pencegahan dini melalui sosialisasi sekolah sekolah sangat penting agar paham terorisme dan radikalisme tidak berkembang.

Siswa sekolah menjadi sasaran karena dinilai paling labil dan mudah disusupi paham paham negatif.

“Kaum milenial rentan sekali disusupi paham radikal karena mereka masih labil. Istilahnya masih mencoba menemukan jati diri. Jangan sampai justru terjebak pada pehamaman yang radikal dan aksi terorisme,” jelas Saffan.

Ditambahkan Saffan, radikalisme merupakan suatu ajaran, doktrin atau praktik paham yang berbahaya, serta dipahami sebagai aliran yang menghendaki pergantian dengan cara yang keras dan cepat. Beberapa karakter radikalisme terlihat dari sikap yang intoleran dan fanatik.

“Karakter lain yakni eksklusif, menjalani kehidupan sendiri dan menutup diri dari pemahaman yang lain. Berikutnya revolusioner, cenderung mendukung perubahan dan menggunakan kekerasan untuk mencapai tujuannya,” imbuhnya.

BACA JUGA  OPD Provinsi Gorontalo Ikuti Forum Data Bimbingan Teknis

Data Satgaswil Densus 88 menyebut, potensi radikalisme dan terorisme di Gorontalo semakin meningkat. Tahun 2020 ada tujuh terduga teroris yang diamankan di wilayah Kabupaten Pohuwato. Tahun 2022, ada 11 orang terduga teroris yang turut diamankan petugas.

Pihaknya dalam sosialisasi ini mengimbau kepada pelajar dan masyarakat umum untuk mewaspadai paham radikalisme dan terorisme. Perkumpulan dan kajian agama yang menyimpang agar dapat dicermati dan dilaporkan kepada pihak berwajib.

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pakai Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor Tidak akan Kena Tilang

Pengendara motor yang menggunakan sandal jepit dipastikan oleh polisi tidak akan ditilang. Namun, polisi akan terus mengimbau kepada pengendara motor agar tidak riding menggunakan...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

Putra Mahkota Saudi, Erdogan Bertemu di Turki untuk Normalisasi Hubungan

Putra Mahkota Saudi, Mohammed bin Salman tiba di Turki untuk pertama kalinya dalam beberapa tahun hari ini untuk melakukan pembicaraan dengan Presiden Tayyip Erdogan...

Hukum

Tak Ikut Promosi Film, Nirina Zubir Kecewa Sidang Kasus Mafia Tanah Malah Ditunda

Nirina Zubir masih menjalani proses hukum terkait kasus dugaan mafia tanah. Seperti diketahui, sang mantan ART, Riri Khasmita disebut menggelapkan aset tanah milik ibunda...