Ratusan Sampah di Padang Dibuang ke Drainase hingga Sungai

Produksi sampah di Kota Padang mencapai 640 ton per hari. Kendati demikian, lanjutnya, namun yang sampai ke Tempat Pembuangan Akhir Sampah (TPAS) Air Dingin hanya mencapai 500 ton per hari.

“Mengacu secara teoritis, terdapat selisih jumlah sampah yang dihasilkan oleh penduduk dan yang sampai ke TPAS. Ada 2 asumsi hilangnya sampah ini,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon, Kamis (14/7).

Pertama, lanjutnya, sampah ini dikumpulkan oleh pemulung yang akhirnya dikirim ke industri.

Kedua, kata dia, dibuang oleh masyarakat ke drainase, selokan dan sungai yang nantinya sampai ke laut.

“Problem saat ini bagaimana kita menyadarkan masyarakat, bahwasanya pengelolaan sampah ini ada kewajiban masing-masing,” ujarnya.

Hal itu, berdasarkan Perda 21 tahun 2012 ada pembagian kewenangan kewajiban pengelolaan sampah. Seperti dari rumah tangga ke TPS ke truk kontainer, itu kewajiban masyarakat. Kemudian kewajiban Pemko Padang mengantar dari kontainer ke TPAS.

Ia mengakui ada keluhan masyarakat kontainer yang jauh dari pemukiman masyarakat. Terdapat kekurangan hampir 38 kontainer.

“Solusinya manfaatkan becak motor tersebut yang ratusan jumlahnya. Kendala sekarang masyarakat tidak mau memberikan sedikit uang untuk operasional becak motor,” katanya.

“Becak motor itu tidak ada dana operasional, tidak ada gaji untuk yang menggunakan bahkan tidak ada minyaknya. Agar bisa beroperasi, kita butuh partisipasi masyarakat,” jelasnya.

Ia menambahkan masyarakat lebih memilih meletakkan sampah-sampah di tepi jalan, karena tidak mau membayar operasional untuk becak motor ini. Iuran yang diminta ada Rp 10 ribu, ada yang Rp 20 ribu per bulannya.

Dalam menangani sampah yang sampai ada di selokan dan sungai tersebut, Dinas Lingkungan Hidup Kota Padang mencanangkan “Padang Bagoro” yang perdananya akan dilakukan di Kecamatan Padang Timur pada 17 Juli 2022. (Kay)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung. Ki Ageng Rangga Sasana, atau yang lebih dikenal publik dengan panggilan Lord Rangga, dikabarkan meninggal...
- Advertisement -

Gaya Hidup

Tren Perawatan Sulam Bedak Meningkat, Kenali Manfaat dan Risikonya

Sulam bedak merupakan tren perawatan kulit wajah asal Korea Selatan yang tengah populer. Meski dapat mencerahkan dan menutupi noda di kulit, perawatan kulit ini...

Peristiwa

Pria 49 Tahun di Balikpapan Tersetrum Tegangan Tinggi saat Mengecat Ruko

Saat sedang mengecat sebuah ruko di kawasan Belakang BCA, Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, seorang pria bernama Riski (49) tersentrum listrik tegangan tinggi pada...

Hukum

Polisi Tangkap Pelaku Pembacok Pelajar SMP di Yogya

Polisi berhasil menangkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan seorang pelajar SMP di Yogyakarta berinisial M (14) mengalami luka di bagian wajah. Pelaku diketahui menyabetkan sabuk...

Iklan3