Putra Rima Melati Ungkap Kronologi Meninggalnya Sang Ibu

Aidtya Tumbuan, putra Rima Melati dengan tegar menceritakan kronologi meninggalnya sang ibu di RSPAD Gatot Soebroto, Kamis (23/6). Ia menjelaskan bahwa aktris senior itu meninggal karena komplikasi penyakit.

Awalnya, Rima Melati jatuh sakit dan dirawat terlebih dahulu di RSPI Bintaro sebelum kemudian dipindahkan sebulan kemudian ke RSPAD Gatot Soebroto. Saat pertama kali masuk rumah sakit, almarhumah didiagnosa terkena infeksi dari luka di bagian punggung.

“Pertama kali masuk Ibu Rima terkena infeksi dari luka bagian belakang, punggung belakang, infeksi tersebut membuat ibu demam tinggi,” ungkap Aditya Tumbuan, dilansir dari Wowkeren, pada Jumat 24 Juni 2022.

Bukan membaik setelah mendapat penanganan dokter, Rima Melati justru kembali diserang infeksi lain yang menyebabkan paru-parunya terendam air hingga menjalar ke ginjal. Rima lantas dibawa ke ICU untuk mendapat perawatan lebih intensif.

“Lalu kita bawa ke RS langsung ke ICU di sana dirawat kira-kira dua minggu, ternyata ada infeksi lain yang istilahnya merambat dari infeksi pertama yaitu paru. Parunya mulai kerendam air, harus disedot, dari situ berturut-turut menjalar ke ginjal,” terang Aditya.

Dari situlah, Rima Melati harus mengonsumsi obat-obatan untuk kesembuhan sakit pada bagian ginjalnya. Namun sayang, hal ini justru membuat Rima pada akhirnya harus rutin melakukan cuci darah.

“Menurut saya, kita rasa ginjal itu suatu hal yang memang kalau pasien itu sudah lama di rumah sakit, minum obat, lama-lama mungkin efeknya ke ginjal. Dan dari situ ibu harus dilakukan cuci darah atau HD (Hemodialisa),” bebernya.

Akibatnya, Rima Melati harus melakukan cuci darah hingga 7 kali yang membuat kondisinya menurun. Aditya pun mengaku sudah ikhlas apabila ibunya saat itu harus berpulang.

BACA JUGA  Pengakuan Jessica H.o. Disambut Gelak Tawa Bintang Tamu di ‘The Sixth Sense 3’

Namun tiba-tiba saat akan pindah ruangan, kondisi Rima Melati drop dan perawat yang datang menyatakan bahwa artis 82 tahun itu mengalami gagal jantung. Sang ibunda sempat diberikan pertolongan pertama. Namun di titik itu, Aditya Tumbuan sudah iklhas melepas sang ibunda.

“Jadi ketika saya mau pindah, sepertinya ibu drop. Dokter langsung lari, perawat lari, bilang ke saya, ‘ibu gagal jantung’,” tandas Aditya Tumbuan. “Akhirnya dilakukan pertolongan pertama. Di situ saya merasa bahwa memang sebaiknya ibu sudah saatnya untuk pergi.”

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pakai Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor Tidak akan Kena Tilang

Pengendara motor yang menggunakan sandal jepit dipastikan oleh polisi tidak akan ditilang. Namun, polisi akan terus mengimbau kepada pengendara motor agar tidak riding menggunakan...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

Gempa Afghanistan: Tidak Ada Makanan, Tempat Berlindung dan Ancaman Penyakit

Orang-orang yang selamat dari gempa paling mematikan di Afghanistan dalam dua dekade mengatakan mereka tidak punya apa-apa untuk dimakan, tidak ada tempat berteduh, dan...

Hukum

Viral! Pria Paruh Baya di Gresik Lecehkan Anak Kecil di Toko Kelontong

Video pelecehan seksual di salah satu toko kelontong di Sidayu hebohkan jagat sosial media di Kabupaten Gresik. Pria berbaju putih menyeret seorang gadis kecil...