Putra Buya Arrazy Hasyim Tewas Tertembak di Tuban

Peristiwa naas terjadi, Seorang balita yang masih berusia 3 tahun tewas karena tertembak senjata api (Senpi) di Desa Palang, Kecamatan Palang, Tuban. Korban diketahui merupakan putra kedua Buya Arrazy Hasyim, Ulama pengasuh lembaga tasawuf di Ciputat.

Kasat Reskrim Polres Tuban AKP M Gananta mengatakan peristiwa itu terjadi Rabu siang pukul 13.00 WIB. Saat itu petugas pemilik senpi yang disebut pengawal Buya Arrazy sedang shalat di masjid sehingga meletakkan senpi miliknya.

“Jadi musibah itu terjadi saat petugas itu salat. Kejadiannya di rumah. Rumahnya itu pas mepet masjid. Petugas itu sudah meletakkan senpi di tempat yang aman,” terang Gananta.

Tidak disangka kakak dari balita 3 tahun yang menjadi korban itu masih mampu menjangkau senpi itu dan diduga mengutak-atik kunci senpi itu sehingga terjadilah insiden yang memilukan bagi keluarga Buya Arrazy itu.

“Senpi itu dibuat mainan kakak kandung korban yang berusia 5 tahun. Sedangkan korban ini usia 3 tahun. Senpi itu sudah di-lock maksimal, sudah safety. Tapi namanya anak kecil rasa ingin tahunya besar,” kata Gananta.

Polisi belum menjelaskan lebih lanjut bagaimana kronologi peristiwa itu. Tapi pada saat terdengar letusan tembakan itulah tragedi pilu bagi keluarga Buya Arrazy itu terjadi. Balita 3 tahun itu meninggal setelah sempat dibawa ke rumah sakit terdekat.

Mendapat informasi tersebut warga setempat berbondong-bondong ke rumah mertua Buya Arrazy di Desa Palang, Palang, Kabupaten Tuban dalam jumlah cukup banyak. Mereka menghadiri proses pemakaman putra kedua ulama kelahiran Koto, Payakumbuh, Sumatera Barat itu.

Buya Arrazy Hasyim adalah seorang ulama, mubaligh, sekaligus pengasuh lembaga tasawuf Ribath Nouraniyah Hasyimiyah Ciputat, Tangerang Selatan, Banten. Ia juga Dosen Pascasarjana Institut Ilmu Al-Qur’an (IIQ) Jakarta serta pengajar hadis dan akidah di Darus-Sunnah Ciputat.

Gananta menambahkan bahwa pihaknya telah melakukan pemeriksaan berkaitan insiden itu. Namun menurutnya kedua orang tua balita itu yakni Buya Arrazy Hasyim dan istrinya Eli Ermawati telah mengikhlaskan.

“Kami sudah melakukan pemeriksaan dan kedua orang tua tidak menuntut atas kejadian itu. Orangtua mengikhlaskan dan menganggap bahwa peristiwa itu adalah musibah,” tutupnya. (Kay)

 

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pakai Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor Tidak akan Kena Tilang

Pengendara motor yang menggunakan sandal jepit dipastikan oleh polisi tidak akan ditilang. Namun, polisi akan terus mengimbau kepada pengendara motor agar tidak riding menggunakan...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

Pasukan Zionis Israel Hancurkan Akses Jalan  di Ramallah

Pasukan Zionis Israel menghancurkan akses jalan ke Desa Ras Karkar, Barat Laut Ramallah pada Rabu (22/6). Menurut ketua dewan desa Ras Karkar, Marwan Nofal,...

Hukum

Kapal Roro Diduga Over-kapasitas, Truk Ekspedisi ‘Kena Getah’ Petugas Mengaku Polisi

Sejumlah calon penumpang kapal Roro tujuan Batam - Sei Pakning ribut di Pelabuhan Roro Batam, Kepulauan Riau, Selasa (21/6/2022) lalu. Keributan penumpang kapal tersebut dikabarkan...