Puluhan Monyet di Desa Binalawan Bikin Resah Warga usai Berkeliaran di Rumah Warga

Warga RT 2 dan RT 8 di Desa Binalawan, Kecamatan Sebatik Barat, Kalimantan Utara dibuat resah dengan adanya puluhan monyet liar yang berkeliaran di sekitar rumah warga.

Pasalnya, puluhan monyet liar tersebut kerap masuk rumah untuk mencari makanan, mengambil perabotan, hingga menghancurkan isi rumah warga.

Hal ini diungkapkan Ketua RT 2 Pangkalan Desa Binalawan Indaryani.

“Sebenarnya sudah lama ini terjadi. Tapi dulu tidak terlalu banyak, lima tahun terakhir makin menjadi dan makin banyak yang datang ke rumah warga,” ujar Indaryani dilansir dari laman Korankaltara.com Selasa (2/8/2022) hari ini.

Serangan puluhan monyet itu membuat warga harus pandai-pandai menyimpan makanannya karena kalau tidak semuanya habis oleh kawanan monyet.

“Harus dikunci betul itu tempat makanan. Begitu juga dengan beras. Sekarang itu banyak mereka. Bukan lagi 10 ekor, tapi puluhan yang datang, bahkan tidak terhitung datang bergerombol,” tuturnya.

Selain merusak dan mengambil barang, yang menjadi kekhawatiran adalah pemimpin kawanan monyet yang berukuran besar. Sebab, jika diusir akan melakukan perlawanan.

“Kami takutnya anak-anak yang usir. Karena orang dewasa saja dilawan apalagi anak. Monyet datang ini kan bawa semua pasukannya, baik yang masih kecil maupun besar,” ungkap Indaryani lagi.

Belum lagi ketika warga sedang istirahat puluhan monyet datang dan membuat keributan di atap seng.

“Kalau malam monyetnya tidak dating, biasanya pagi, siang dan sore. Kalau kami usir di situ ya menginap di situ. Pernah jam lima sore warga pikir monyet tidak datang, eh masuk rumah sudah ada di dalam,” katanya.

Dia menjelaskan, serangan monyet ini tak hanya terjadi di RT 2 saja, namun RT 8 juga menjadi langganan rombongan monyet berkunjung. Bahkan, kurang lebih ada 50-an rumah di RT 2 semua pernah dimasuki monyet.

“Jadi, dua RT ini jadi langganan setiap hari. Kalau kosong di RT 2 berarti monyet ini ada di RT 8. Sebaliknya begitu, bergantian mereka,” terang Indaryani.

Kehadiran monyet ini sangat mengganggu warga sebab makanan yang telah disentuh monyet tidak akan dimakan lagi. Terlebih kotoran monyet membuat kondisi dalam rumah menjadi bau.

“Saya saja yang rumahnya berada di pinggir jalan utama menuju kecamatan masih saja dimasuki monyet,” ucapnya.

Dia mencontohkan ada warganya yang sudah beberapa kali membeli periuk listrik (magic jar), akibat periuknya sering dibawa lari dan dirusak moyet.

“Toples-toples kalau ada isi makanan dibawa lari oleh monyet. Kalau ada lobang sedikit saja dan kepalanya bisa masuk, maka jadi pintu sudah. Apalagi mayoritas rumah warga berbahan kayu, jadi gampang dia rusak. Rumah beton saja dimasuki,” katanya.

Sebenarnya persoalan ini sudah sering kali disampaikan saat pertemuan, baik bersama Kades maupun lainnya. Hanya saja, sampai saat ini belum ada solusi.

Iklan 7

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Jokowi soal Usul TNI Jabat di Kementerian: Kebutuhan Belum Mendesak

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan belum ada kebutuhan mendesak bagi pemerintah untuk menempatkan tentara di jabatan-jabatan kementerian atau lembaga negara. Hal ini disampaikan Jokowi merespons...

Gaya Hidup

5 Cara agar Tidak Cemas Berlebihan Menghadapi Masa Depan

Masa depan penuh dengan ketidakpastian. Kita tak bisa benar-benar tahu dengan pasti hal-hal yang akan terjadi di masa depan. Ada yang mungkin akan berhasil, tetapi...

Peristiwa

Seorang Wanita Ingin Bunuh Diri di Kupang Berhasil Digagalkan Warga

Seorang wanita ingin bunuh diri di Jembatan Liliba Kota Kupang pada Kamis (11/8/2022) namun berhasi digagalkan warga setempat. Warga yang melintas di Jembatan Liliba dan...

Hukum

Ferdy Sambo: Saya Meminta Maaf Beri Informasi Tidak Benar

Eks Kadiv Propam Polri Irjen Pol Ferdy Sambo meminta maaf kepada masyarakat luas dan pihak-pihak terkait yang terdampak masalah yang dihadapinya. Sambo mengakui telah...

Iklan 6