Pro Kontra Pemakaman Brigadir J Secara Kepolisian

Usai proses autopsi ulang selesai, Pemakaman jenazah Brigadir Yoshua atau Brigadir J kembali dilakukakan pada Rabu (27/7) lalu. Brigadir Yoshua dimakamkan dengan upacara kepolisian.

Jenazah Brigadir Yoshua dimakamkan kembali di TPU Desa Suka Makmur, Sungai Bahar Unit 1, Jambi. Pemakaman Brigadir J secara kedinasan ini sesuai dengan harapan keluarga.

Sebelumnya, keluarga menaruh harapan agar Brigadir Yoshua dimakamkan dengan upacara kedinasa. Hal itu diungkap salah satu kuasa hukum keluarga Brigadir J, Martin Lukas Simanjuntak sebelum proses autopsi ulang jenazah Brigadir Yoshua dilaksanakan.

“Harapan kami sebagai keluarga, korban ini kan sudah melayani negara ini, sudah melayani institusi Polri. Orang Covid-19 meninggal diberi penghargaan, orang yang gugur di medan pertempuran diberi penghargaan, ini anak kita ini sudah berjasa kepada negara, harusnya diberi penghargaan,” ujarnya, Rabu (27/7).

“Kita minta bantuan media naikkan #makamkanyoshuahutabaratsecarakedinasan, karena itu hak,” ujarnya.

Harapan keluarga agar Brigadir Yoshua dimakamkan secara upacara kedinasan akhirnya terwujud. Prosesi pemakaman Brigadir J secara kedinasan digelar setelah autopsi ulang di RSUD Sungai Bahar selesai pada Rabu (27/7).

Ayah, ibu, dan adik Yoshua serta kerabat hadir di pemakaman tersebut. Mereka kompak mengenakan kaus hitam dengan gambar Brigadir J di belakangnya dan bertulisan #SAVEBRIGADIRJ.

Tulisan itu ada di bagian depan dan belakang baju. Di bagian depan baju tulisan lebih kecil daripada di bagian belakang.

Kemudian di bagian belakang baju berwarna hitam itu juga ada gambar Brigadir J dengan mengenakan seragam kepolisian.

Prosesi pemakaman ulang Brigadir J diiringi dengan upacara. Berdasarkan informasi jenazah Brigadir Yoshua dalam peti yang diselimuti dengan bendera Merah Putih tiba di pemakaman.

Peti jenazah Brigadir J ditandu oleh para petugas dan diiringi acara upacara singkat. Sebelum diturunkan ke liang lahad, curriculum vitae Brigadir J dibacakan terlebih dahulu.

Peti mati kemudian diturunkan secara bertahap. Setelahnya keluarga dan para pelayat di lokasi pemakaman membacakan doa untuk Brigadir J.

Pemakaman Brigadir J Secara Kedinasan Disayangkan Pihak Irjen Ferdy Sambo

Pihak Putri Candrawati, istri Irjen Ferdy Sambo, menyayangkan pemakaman ulang Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat yang digelar dengan upacara kedinasan. Menurut pengacara, Arman Hanis, Brigadir J diduga melakukan perbuatan tercela sehingga tidak layak dimakamkan secara kepolisian.

Mengacu pada Pasal 15 ayat 1 Perkap Nomor 16 Tahun 2014, pemakaman jenazah secara kedinasan merupakan wujud penghormatan dan penghargaan terakhir terhadap anggota Polri yang gugur. Berikut selengkapnya bunyi pasal tersebut:

“Upacara pemakaman jenazah sebagaimana dimaksud dalam Pasal 4 huruf i, merupakan perwujudan penghormatan dan penghargaan terakhir dari bangsa dan negara terhadap Pegawai Negeri pada Polri yang gugur, tewas atau meninggal dunia biasa, kecuali meninggal dunia karena perbuatan yang tercela.”

“Bahwa jelas dalam perkap tersebut tegas disebutkan meninggal dunia karena perbuatan tercela tidak dimakamkan secara kedinasan,” ujar Arman Hanis, Kamis (28/7).

Pada kasus ini, Brigadir J merupakan terlapor dugaan kekerasan seksual, sehingga, menurut Arman, Brigadir J tidak seharusnya dimakamkan secara kedinasan.

“Dalam hal ini terlapor diduga melakukan dugaan tindak pidana kekerasan seksual, sehingga menurut hemat kami termasuk dalam perbuatan tercela,” tutur Arman.

Pengacara keluarga Brigadir Yoshua, Johnson Panjaitan, menuturkan upacara kedinasan pemakaman ulang Brigadir J merupakan hal yang sudah semestinya dilakukan. Sebab, Brigadir J masih tercatat sebagai anggota Polri.

“Faktanya Brigadir J itu dimakamkan secara kedinasan, itu fakta. Dia masih anggota Polri yang dihormati. Kalau anggota Polri, dimakamkannya pakai upacara Polri dong,” papar Johnson, Kamis (28/7).

Johnson juga menanggapi perihal pernyataan Arman yang menyebut Brigadir Yoshua sebagai terduga pelaku tindak pidana. Menurutnya, perbuatan yang dituduhkan terhadap Brigadir Yoshua belum terbukti secara hukum.

“Terkait tuduhan segala macamnya, itu kan masih persepsi. Artinya, itu belum terbukti secara hukum. Sebenarnya di luar kewenangan, itu keputusan di pihak kepolisian,” ucap Johnson.

Pemakaman Brigadir J ini dilakukan setelah autopsi ulang jenazah. Autopsi ulang dilaksanakan karena keinginan keluarga yang merasa banyak kejanggalan terkait kematian Brigadir Yoshua.

Brigadir Yoshua tewas dalam baku tembak dengan Bharada E di rumah dinas Irjen Ferdy Sambo di Kompleks Polri, Duren Tiga, Jakarta Selatan, pada 8 Juli 2022 lalu. Brigadir Yoshua diduga melakukan pelecehan terhadap istri Irjen Ferdy Sambo hingga baku tembak terjadi.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah membentuk tim khusus untuk mengusut kasus tersebut secara terang benderang. Tim khusus ini melibatkan institusi eksternal dari Komnas HAM dan Kompolnas.

Sejauh ini Komnas HAM telah memintai keterangan sejumlah ajudan Irjen Ferdy Sambo, termasuk Bharada E. Komnas HAM mengagendakan pemeirksaan terhadap Irjen Sambo setelah seluruh pemeriksaan saksi rampung. (Kay)

Iklan 7

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

KPK Panggil Direktur Kementerian ESDM di Kasus Baru Bupati PPU

KPK memanggil Direktur Pembinaan Program dan Migas dari Direktorat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yakni Dwi Anggoro. Dwi diperiksa sebagai saksi dalam...

Gaya Hidup

3 Cara Cerdas Membuat Lilin Tahan Lama

Lilin merupakan sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Sebelum abad ke-19, bahan bakar yang digunakan biasanya adalah lemak...

Peristiwa

Angin Puting Beliung sebabkan Pohon Tumbang hingga Kuburan Terbongkar di Pematangsiantar

Bencana angin puting beliung menerjang Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara (Sumut). Sejumlah pohon tumbang yang menyebabkan kuburan warga terbongkar. Dampak angin puting beliung tersebut, kompleks permakanan,...

Hukum

Pesta Sabu, 4 Pria di Pesawaran Ditangkap Polisi

Jajaran unit satnarkoba Polsek Gadingrejo menggerebek sebuah lokasi yang diduga mengadakan pesta narkoba di dua lokasi berbeda di pekon Gadingrejo Utara. Sebanyak empat pria...

Iklan 6