Posisi Duduk yang Aman untuk Pembonceng Sepeda Motor

Sepeda motor umumnya dirancang dapat membawa satu penumpang di belakangnya. Namun ada hal yang perlu diperhatikan oleh penumpang agar posisi duduknya tetap aman selama berkendara.

Senior Instructor Safety Defensive Consultant Indonesia (SDCI) Sony Susmana mengatakan hal yang perlu diperhatikan adalah posisi atau cara duduk. Sebaiknya hindari posisi duduk menyamping.

“Posisi duduk yang benar harus menjaga jarak 10 cm dengan pengendara yang ada di depannya, tujuannya agar memberi ruang ketika, seandainya pengendara melakukan rem mendadak, tubuh penumpang tidak langsung bertabrakan yang menyebabkan posisi duduk pengendara berubah,” jelasnya kepada kumparan.

Kemudian, Sony melanjutkan, penumpang sebaiknya tidak melakukan kontak fisik seperti memegang bahu, pinggan, atau merangkul yang dapat mengganggu aktivitas mengemudi si pengendara.

“Sebetulnya bukan dilarang, tetapi agar lebih aman sebaiknya tidak seperti itu. Kecuali, jika jaket pengemudi memiliki tempat khusus di jaketnya sebagai pegangan tangan penumpang di belakang,” pungkasnya.

Untuk itu, posisi yang tepat adalah dengan menempatkan kedua tangan di atas paha, kemudian menjepit pinggul atau paha si pengendara. Cara ini bertujuan agar penumpang dapat mengikuti irama pengendara.

“Pada saat dibonceng, penumpang harus bisa mendukung si pengemudi, artinya ‘ngikut’ ketika motor sedang berbelok atau pengemudi sedang bermanuver,” jelas Sony.

Penumpang juga kerap menaruh kedua tangan pada behel yang berada di belakang motor. Menurut Sony, dengan berpegangan pada behel tersebut membuat distribusi bobotnya sebagian pindah ke belakang.

“Pegangan motor itu kan hanya untuk memindahkan motor ya fungsinya. Kalau dijadikan sebagai pegangan, nanti mempengaruhi distribusi bobot yang berpindah ke belakang, tentunya akan mempengaruhi keseimbangan,” imbuhnya.

Ia menambahkan, aspek bobot juga perlu diperhatikan jangan sampai jadi over dimensi. Sepeda motor kota atau motor skutik kecil umumnya hanya dapat menanggung beban maksimal antara 120 hingga 140 kilogram.

BACA JUGA  Ban Bocor, Segini Cepatnya Pembalap dan Navigatornya Melakukan Penggantian di Reli Dakar

“Motor itu hanya diciptakan untuk dua orang, berarti kalau dibagi berat maksimal dua penumpang itu 70:70 (kg) di luar berat motor. Untuk barang bawaan perhatikan agar tidak melebihi lebar setang dan tidak boleh lebih tinggi dari bahu pengendara,” tutur Sony, dilansir dari Kumparan.

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Dihari Ulang Tahun Emmeril, Ataliya Praratya Posting Video Perjalanan Hidup Sang Putra

Tepat pada hari ini, Sabtu (25/6), mendiang Emmeril Kahn Mumtadz atau yang akrab disapa Eril berulang tahun yang ke-23. Tentunya ini menjadi yang pertama...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

Jembatan Padma: PM Hasina Membuka Jembatan Terpanjang di Bangladesh

Perdana Menteri Sheikh Hasina meresmikan “Jembatan Padma”, sebuah jembatan penting di atas Sungai Padma yang bergejolak setelah bertahun-tahun tertunda karena tuduhan korupsi yang memaksa...

Hukum

Terekam CCTV, Pria Berhelm Beraksi Curi Mobil di Teras Rumah Warga di Palembang

Aksi pencurian mobil pikap milik pedagang terjadi di Jalan Kemas Rindo, Kemang Agung, Kecamatan Kertapati, Palembang, Sumatera Selatan (Sumsel). Pelaku terekam CCTV mengenakan helm...