Polisi Ungkap Alasan Nindy Ayunda Belum Ditangkap Terkait Kasus Penganiayaan

Nindy Ayunda terjerat kasus dugaan penyekapan dan penganiayaan pada mantan sopirnya, Sulaeman. Namun pelantun “Buktikan” ini sudah dua kali mangkir panggilan kepolisian untuk menjalani pemeriksaan.

Beda dengan kasus Nikita Mirzani, Nindy Ayunda belum dijemput paksa. Pihak kepolisian dari Polres Jakarta Selatan mengungkap alasan Nindy belum ditangkap.

“Statusnya saudari N saksi, ya, masih saksi. Untuk saksi, kita minta keterangan yang jelas dari beliau,” ucap Humas Polres Jakarta Selatan, AKP Nurma Dewi SH, dilansir dari Wowkeren, pada Kamis 28 Juli 2022.

Dikarenakan Nindy Ayunda masih berstatus saksi, pihak kepolisian belum bisa melakukan penjemputan paksa. Beda halnya jika Nindy sudah ditetapkan sebagai tersangka.

“Untuk saksi, kita tidak bisa menjemput paksa karena beliau belum status tersangka,” jelas Nurma Dewi. “Jadi, untuk sementara ini, kami meminta untuk saudara N datang saja ke Polres Jaksel untuk memberikan keterangan yang jelas, biar titik permasalahan suatu perkara jelas.”

Nindy Ayunda diduga telah melakukan penyekapan pada mantan sopirnya, Sulaeman. Istri Sulaeman, Rini Diana melaporkan Nindy di Polres Jakarta Selatan.

Sementara itu Sulaeman telah menyerahkan bukti tambahan ke pihak kepolisian terkait dugaan penyekapan Nindy. Bukti berupa video tersebut diantar langsung ke Polres Jakarta Selatan oleh kuasa hukum Sulaeman, Fahmi Bachmid.

“Videonya, sih, Sulaeman dalam keadaan diobatinlah, sesudah (dari) rumah seseorang, semua sudah kami serahkan ke atas. Ini sekadar kami melengkapi saja,” tutur Fahmi Bachmid di Polres Jakarta Selatan pada Rabu (27/7).

Bukan hanya bukti tambahan, Fahmi mempertanyakan kelanjutan proses hukum yang sedang berjalan. Ia ingin memastikan tidak ada keistimewaan yang diberikan terhadap pelapor.

Hal tersebut mendapat sambutan hangat dari kepolisian. Fahmi mengatakan penyidik menegaskan proses hukum berjalan sebagaimana mestinya.

BACA JUGA  Dikeroyok Adik Kelas, Siswa SMK di Payakumbuh Meninggal Dunia

“Saya hanya meminta proses ini berjalan dan dia (Kanit) juga bilang prosesnya tetap berjalan sebagaimana proses hukum,” ujar Fahmi. “Jadi, tidak ada yang diperlakukan istimewa.”

“Jadi, proses tetap berjalan dan memang karena sudah dipanggil dua kali nanti lebih lanjut menjadi kewenangan penyidiknya,” sambung Fahmi.

Fahmi sendiri tak mau ikut masuk lebih dalam ke persoalan teknis. Namun menurut Fahmi, Nindy dianggap layak dijemput paksa sesuai prosedur yang ada.

“Karena memang dipanggil dua kali tidak hadir, langkah selanjutnya memanggil dengan upaya paksa atau menurut KUHP dibawa ke Polres untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Seperti itu prosesnya,” pungkas Fahmi.

Iklan 7

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

KPK Panggil Direktur Kementerian ESDM di Kasus Baru Bupati PPU

KPK memanggil Direktur Pembinaan Program dan Migas dari Direktorat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yakni Dwi Anggoro. Dwi diperiksa sebagai saksi dalam...

Gaya Hidup

3 Cara Cerdas Membuat Lilin Tahan Lama

Lilin merupakan sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Sebelum abad ke-19, bahan bakar yang digunakan biasanya adalah lemak...

Peristiwa

Angin Puting Beliung sebabkan Pohon Tumbang hingga Kuburan Terbongkar di Pematangsiantar

Bencana angin puting beliung menerjang Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara (Sumut). Sejumlah pohon tumbang yang menyebabkan kuburan warga terbongkar. Dampak angin puting beliung tersebut, kompleks permakanan,...

Hukum

Pesta Sabu, 4 Pria di Pesawaran Ditangkap Polisi

Jajaran unit satnarkoba Polsek Gadingrejo menggerebek sebuah lokasi yang diduga mengadakan pesta narkoba di dua lokasi berbeda di pekon Gadingrejo Utara. Sebanyak empat pria...

Iklan 6