Peresmian Tugu Tupitu Nakaf Abraham Baitanu di Kupang

Peresmian Tugu Tupitu Nakaf Abraham Baitanu akan dilakukan dalam waktu dekat, rencananya akan dilakukan langsung oleh Wali Kota Kupang, Dr. Jefri Riwu Kore. Hal ini disampaikan Camat Alak, Ady Pally, S.H.

Menurut Ady, Tugu Tupitu Nakaf Abraham Baitanu yang terletak di Kelurahan Penkase-Oelata, Kecamatan Alak, Kota Kupang itu dibangun sekitar tahun 2020-2021 itu direncanakan akan diresmikan pada Sabtu 30 Juli 2022.

“Ini akan diresmikan langsung oleh bapak Wali Kota Kupang. Saat ini tengah persiapan,” kata Ady.

Dikatakan, untuk kepentingan peresmian, maka sudah diperindah baik tamannya dan juga pengecatan.

“Kita harapkan, waktu yang sudah ditetapkan untuk peresmian nanti pelaksanaannya dapat berjalan lancar,” katanya.

Monumen ini terletak di Penkase-Oeleta dan ikut menghiasi pertigaan dari Manutapen, Manulai II dan juga dari Alak. Di sekitar tugu ini ada bangunan milik SPAM Kali Dendeng.

Arus lalu lintas cukup ramai melintas jalur ini, baik dari arah Alak,Manutapen maupun Manulai II. Patung yang dibuat adalah sosok seorang yang berdiri mengenakan busana adat lengkap beserta penutup kepala. Pada tugu ada nama camat,  lurah dan juga ada teks Pancasila.

Nama camat Alak yang tertulis pada nisan di tugu itu yakni, Drs. Goza Yohanes (1996-1999), Drs. Arnoldus Ndolu (1999-2001), Th.F. Johanes,S.H (2001-2003) Alis JH. Siokaian, S.H (2003-2005), Ade Manafe,S.IP,M.Si (2005-2007 Jemmy Ch. Didoek, S.Pd (2007), Adam Herewila,S.Sos (2007-2011), Sandra I Bugel, S.Sos (2011-2012), Ridhon A Bire,S.Ip (2012-).

Sedangkan Lurah Penkase-Oeleta, yakni, Henry Ricardo Foenale, S.E (Agustus -September 2010),  Milton R. Thome, S.STP (September 2010-Juni 2013),  Obed Misa,S.H (Juni 2013 – Desember 2015),  Yohanis Adu,S.Sos (Desember 2015-Desember 2018) dan Felipus Mau,S.E(Desember 2018- )

Selain itu ada juga terpasang sebuah nisan yang bertuliskan, I. Taleu Makelab, Temukung, Thomas Baitanu (1945-1950), Utan Mafo (1950-1955), Anderias Lasbaun (1955-1957), Kornelis Sompu (1957-1965) dan Abraham Baitanu (1957-1967). II. Funan Leobeti, Temukung: Saketu Nakaf (1945-1950) dan Banobe Nakaf (1950-1955).

BACA JUGA  Kepala Staf Kepresidenan Pastikan Agenda Presiden Jokowi di Papua Berjalan Lancar

Sementara Pamong Desa Penkase, Korinus Tanof (1967-1972; Gabungan Manutapen dan Penkase-Oeleta),  Abraham Baitanu (1972-1973 : Pamong Desa Penkase)  dan  Abraham Baitanu (1973-1993: Pamong Desa Alak) .

Di pertigaan tugu ini dipenuhi jati, kedondong dan pohon duri. Di bawah tugu ada tanaman bunga, dan tugu juga dikelilingi pagar, ada pintu di bagian utara dan selatan pintu ini dipasang gembok.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung. Ki Ageng Rangga Sasana, atau yang lebih dikenal publik dengan panggilan Lord Rangga, dikabarkan meninggal...
- Advertisement -

Gaya Hidup

Tren Perawatan Sulam Bedak Meningkat, Kenali Manfaat dan Risikonya

Sulam bedak merupakan tren perawatan kulit wajah asal Korea Selatan yang tengah populer. Meski dapat mencerahkan dan menutupi noda di kulit, perawatan kulit ini...

Peristiwa

Pria 49 Tahun di Balikpapan Tersetrum Tegangan Tinggi saat Mengecat Ruko

Saat sedang mengecat sebuah ruko di kawasan Belakang BCA, Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, seorang pria bernama Riski (49) tersentrum listrik tegangan tinggi pada...

Hukum

Polisi Tangkap Pelaku Pembacok Pelajar SMP di Yogya

Polisi berhasil menangkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan seorang pelajar SMP di Yogyakarta berinisial M (14) mengalami luka di bagian wajah. Pelaku diketahui menyabetkan sabuk...

Iklan3