Perayaan Saraswati dan Maknanya Bagi Umat Hindu Bali

Hari Raya Saraswati merupakan hari peringatan turunnya ilmu pengetahuan. Perayaannya dilakukan enak bulan sekali (210 hari) tepatnya pada Saniscara atau Sabtu Umanis Wuku Watugunung. Umat Hindu di Indonesia memperingatinya sebanyak dua kali setahun.

Hari Raya tersebut juga merupakan penghormatan terhadap Dewi Pengetahuan yaitu Dewi Saraswati. Dewi Saraswati digambarkan sebagai sosok perempuan cantik berlengan empat yang duduk di atas teratai dan berwahana seekor angsa dan merak.

Kedua tangan kanannya membawa sitar atau veena dan ganatri, sedangkan kedua tangan kirinya yang satu membawa pustaka atau keropak sedangkan tangan kiri satunya ikut membawa sitar atau veena. Dewi ini juga merupakan istri Dewa Brahma yang dikenal sebagai Dewi Pelindung atau pelimpah pengetahuan, kesadaran, dan sastra.

Dari perayaan Hari Raya Saraswati dapat diambil hikmah antara lain, harus bersyukur kepada Hyang Widhi atas kemurahan-Nya yang telah menganugerahkan vidya (ilmu pengetahuan) dan kecerdasan. Dengan vidya makhluknya harus terbebas dari avidya (kebodohan) dan menuju ke pencerahan, kebenaran sejati dan kebahagiaan abadi.

Selama ini secara spiritual makhluknya masih tertidur lelap dan diselimuti oleh sang maya (ketidakbenaran) dan avidyam (kebodohan). Dengan vidya ini harus berusaha untuk melek/eling/bangun dan tidur kita, hilangkan selimut maya, sadarilah bahwa kita adalah atma, dan akhirnya tercapailah nirwana.

Belajar dan angsa untuk menjadi orang yang lebih bijaksana. Angsa bisa menyaring air, memisahkan makanan dan kotoran walaupun di air yang keruh/kotor atau lumpur. Juga jadilah orang baik, seperti buruk merak yang berbulu cantik, indah, dan cemerlang walaupun hidupnya di hutan.

Kita masih memerlukan atau mempelajari ilmu pengetahuan dan sains yang sekuler, tetapi harus diimbangi dengan ilmu spiritual dengan peng-hayatan dan bakti yang tulus. Laksanakan puja atau sembahyang sesuai dengan kepercayaannya masing-masing secara sederhana dengan bakti yang tulus atau ikhlas, bisa dirumah, kuil, atau pura, dan lain-lain.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Foto Kencan Kembali Bocor, Netizen Frustasi Agensi V dan Jennie Masih Bungkam

Sejak foto pertama yang diduga adalah V BTS dan Jennie BLACKPINK bocor pada bulan Mei tahun ini, penggemar dengan cemas menunggu YG Entertainment atau...

Gaya Hidup

3 Rekomendasi Susu Peninggi Badan yang Perlu kalian Ketahui

Memiliki tinggi badan ideal adalah impian hampir  semua orang. Banyak orang yang merasa tinggi badannya kurang ideal dan melakukan berbagai cara untuk menambah tinggi...

Peristiwa

Seorang Bule Pingsan di Kolam Renang dan Berujung Meninggal di Karangasem

Pria bule asal Belanda bernama Eddy Van Den Brand (63) meninggal dunia di sebuah villa tempat ia menginap di Desa Tulamben, Kecamatan Kubu, Kabupaten...

Hukum

Kecelakaan di Cigombong Bogor, Truk Tabrak Motor, Satu Tewas

Peristiwa kecelakaan terjadi, Sebuah truk menabrak sepeda motor terjadi di Jalan Raya Sukabumi-Cigombong, Desa Wates Jaya, Kecamatan Cigombong, Kabupaten Bogor. Akibatnya, satu orang meninggal...

Iklan3