Penyeundupan Penyu Hijau Ditangkap Ditpolairud Bali

Tersangka penyelundupan penyu hijau di alan Ida Bagus Mantra, Gianyar, Kamis (28/7/2022) kemarin berhasil diamankan oleh Direktorat Polisi Air dan Udara (Ditpolairud) Polda Bali.

Kedua tersangka tersebut hendak membawa penyu hijau langka (Chelonia Mydas) ke Denpasar hingga akhirnya diketahui oleh petugas.

“Keduanya berinisial masing-masing sopir AS (39), asal Kecamatan Negara, Jembrana, dan kernet G (47) asal Desa Gilimanuk, Kecamatan Melaya, Jembrana, keduanya dibayar Rp 700 ribu/ekor untuk sekali angkut ke Denpasar,” ungkap Wadir Polairud Polda Bali AKBP Wahyudi Wicaksana, di Ditpolairud Polda Bali didampingi Kabid Humas Polda Bali Kombes Pol Stefanus Satake Bayu Setianto, Jumat (29/7/2022).

Berdasarkan pengakuan tersangka, 13 penyu betina dan 2 ekor jantan tersebut berasal dari Madura, Jawa Timur, untuk dibawa ke pengepul Denpasar. Peran para tersangka sebagai pembawa atau pengangkut penyu dari wilayah Sumur Kembar, Hutan Cekik.

“Kami buntuti dari sumur kembar Hutan Cekik Gilimanuk, info dikembangkan intel pol air, kemudian ditangkap pukul 03.00 Wita, dan diamankan 15 ekor penyu hijau di By Pass Ida Bagus Mantra,” ungkapnya.

Tersangka mengaku sudah beraksi sebanyak tiga kali. Polisi saat ini masih mendalami pihak pengepul penyu di Denpasar. Dari kasus ini, polisi mengamankan barang bukti 15 penyu hijau dalam keadaan hidup, 1STNK mobil pikap Daihatsu,1 unit mobil, uang Rp 400 ribu, dan terpal cokelat.

Sementara itu, Kepala BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Bali R Agus Budi Santosa mengungkap kondisi penyu hijau jenis langka yang habitatnya tidak di Bali ini.

“Dari 15 ekor itu, jenis penyu hijau ada dua ekor yang kena tumor itu akan segera lakukan tindakan, dua ekor plivernya patah, ada yang patah di depan sebelah kiri ada yang di sebelah kanan, ada enam ekor yang teritip (kesehatan buruk),” ungkapnya.

BACA JUGA  Sebuah Pabrik Sepeda Bambu Mengalami Kebangkrutan di Karangasem

Melihat ukurannya yang besar, menurutnya, kemungkinan penyelundupan ini dijual bukan untuk keperluan upacara. Umurnya paling muda tiga tahun dan paling tua 60 tahun.

Pasca penemuan ini, pihaknya akan melakukan konservasi dengan merawat hewan itu. Jika semuanya sudah dalam kondisi sehat, maka nantinya akan dilepasliarkan.

Para pelaku dijerat Pasal 40 ayat 2 Jo pasal 21 ayat 2 huruf a UU No 5 tahun 1990 tentang konservasi sumber daya alam hayati dan ekosistem Jo PPRI No 7 tahun 1999 Jo peraturan menteri lingkungan hidup dan kehutanan RI no P20/menlh/sekjen/Kum/1/6/2018 tentang jenis tumbuhan dan satwa yang dilindungi Jo pasal 55 KUHP, dengan hukuman penjara lima tahun dan denda paling banyak Rp 100 juta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Tragedi Kanjuruhan, Bintang Emon Singgung Tanggung Jawab Pihak Berwenang

Komika Bintang Emon menjadi salah satu dari sekian selebritis Tanah Air yang akui ikut merasa terpukul atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang,...

Gaya Hidup

5 Manfaat Masker Lemon untuk Wajah dan Cara Membuatnya

Masker lemon bisa menjadi salah satu pilihan masker alami untuk menjaga kesehatan kulit. Kandungan vitamin C yang tinggi membuat masker ini dipercaya dapat mencegah...

Peristiwa

Tragedi Kanjuruhan, Bocah 11 Tahun Ditinggal Orangtuanya Meninggal Terinjak

Pasangan suami istri (pasutri) bernama M Yulianto (40) dan Devi Ratna Sari (30) meninggal dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Jenazah keduanya dimakamkan dalam...

Hukum

Naas! Pria di Bogor Jadi Korban Pembacokan OTK

RR, Seorang pria menjadi korban pembacokan oleh 3 orang tak dikenal (OTK) di Gunungputri, Kabupaten Bogor. Akibatnya, korban mengalami luka sabetan senjata tajam di...

Iklan3