Pengawas KKP Gelar Upacara Bendera di Bawah Laut

Memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni 2022, Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melakukan upacara bendera dari bawah laut di USS Liberty Wreck, Tulamben, Karangasem, Bali.

Di samping untuk memperingati Hari Lahir Pancasila, upacara dari bawah laut itu, juga dilakukan untuk meningkatkan kemampuan penyelaman bagi para aparat pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan.

“Upacara bawah laut itu, merupakan pesan bahwa KKP tidak hanya hadir dalam pengawasan kapal perikanan saja, melainkan juga hadir dalam pengawasan sumber daya yang ada di bawah laut,” ungkap Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan, Laksamana Muda TNI Adin Nurawaluddin dalam keterangan tertulis, Jumat (3/6/2022).

Adin menuturkan upacara pengibaran bendera di bawah laut ini diikuti oleh 20 personil yang terdiri dari 2 orang Pengawas Perikanan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Bali, 2 orang Awak Kapal Pengawas, serta 16 orang Pengawas Perikanan dan Polsus PWP3K dengan melibatkan pelatih sekolah penyelaman berlisensi Scuba School International (SSI) di Bali. Adin menambahkan bahwa ke depannya Kegiatan ini akan melibatkan aparat terkait lainnya seperti TNI-AL.

“Upacara itu, kami lakukan di salah satu lokasi bangkai kapal terbesar di Indonesia yaitu USS Liberty Wreck di Bali, agar kemampuan pengawasan terhadap Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) serta terumbu karang para personil semakin terasah,” terang Adin.

Adin menjelaskan bahwa selama ini masih banyak lokasi Barang Muatan Kapal Tenggelam (BMKT) yang belum terindentifikasi. Selain itu penjarahan dan pencurian terhadap BMKT juga diyakini cukup banyak terjadi. Merujuk pada data Litbang KKP, hingga saat ini baru 20 persen lokasi BMKT yang telah diverifikasi dan 3 persen yang dieksplorasi dengan nilai ekonomi berkisar antara US$80 ribu – 18 juta.

BACA JUGA  IPKBI Sebut Layanan Pengujian Berkala Kendaraan Bermotor Perlu Ditingkatkan

“BMKT itu, bernilai kompleks, tidak hanya secara ekonomi tetapi juga sejarah dan ilmu pengetahuan. Untuk itu, kemampuan pengawasan bawah laut menjadi penting untuk terus digenjot,” tegas Adin, dilansir dari infopublik.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono telah menyebutkan pentingnya peningkatan kapasitas petugas di lapangan dalam menyukseskan program terobosan Ekonomi Biru yang tengah digenjot KKP saat ini. Prinsip ekonomi biru ini dikenal lebih mengedepankan pemanfaatan sumber daya kelautan dan perikanan secara berkelanjutan, sehingga membutuhkan kemampuan pengawasan yang lebih ketat untuk memastikan ekologi benar-benar terjaga.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Tragedi Kanjuruhan, Bintang Emon Singgung Tanggung Jawab Pihak Berwenang

Komika Bintang Emon menjadi salah satu dari sekian selebritis Tanah Air yang akui ikut merasa terpukul atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang,...
- Advertisement -

Gaya Hidup

Tren Perawatan Sulam Bedak Meningkat, Kenali Manfaat dan Risikonya

Sulam bedak merupakan tren perawatan kulit wajah asal Korea Selatan yang tengah populer. Meski dapat mencerahkan dan menutupi noda di kulit, perawatan kulit ini...

Peristiwa

Ruko Laundry di Tangerang Terbakar, 3 Tewas Terpanggang!

Musibah kebakaran terjadi Tangerang, Sebuah rumah yang dijadikan tempat usaha cuci pakaian terbakar. kebakaran ini terjadi di Perumahan Taman Cikande RT 09 RW 02...

Hukum

Gelar Rekonstruksi! Suami yang Bunuh Istri lalu Mayat Dibuang di Jembatan Bima Ngaku Menyesal dan Menangis

Rekonstruksi kejadian suami yang bunuh istri lalu mayatnya dibuang di jembatan Kecamatan Lambu, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat (NTB) digelar pada Jumat (2/12/2022). Rekonstruksi pembunuhan...

Iklan3