Penambahan Modal Negara Dorong Kinerja dan Profesionalitas Insan BUMN

Kinerja dan profesionalitas insan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) diharapkan bisa terus meningkat seiring dengan adanya Penambahan Modal Negara (PMN) sebesar Rp73 triliun yang disetujui oleh Komisi IV Dewan Perwakilan Rakyat Republi Indonesia (DPR RI).

“Penambahan Modal Negara pada BUMN kami harapkan dapat mendorong peningkatan kinerja dan profesionalisme para insan BUMN,” ujar Menteri BUMN, Erick Thohir, dalam keterangannya di akun media sosial pribadinya pada Selasa (5/7/2022).

Menurut Menteri Erick, kinerja dan profesionalitas insan BUMN terus meningkat seiring transformasi di tubuh perusahaan milik negara itu yang dilakukan dalam beberapa tahun terakhir.

Kinerja itu, lanjutnya, bisa telihat dari kontribusi BUMN yang mencapai Rp 1.200 triliun dalam tiga tahun terakhir, yang turut didukung oleh berbagai pihak

“Kontribusi BUMN dalam tiga tahun terakhir yang mencapai Rp1.200 triliun, menjadi bukti transformasi ini bukan jargon semata,” imbuhnya, dilansir dari laman infopublik.id.

Kontribusi BUMN itu, jumlahnya lebih besar dari PMN yang diberikan dalam periode yang dama, yang membuktikan adanya hasil baik.

Oleh karenanya, Menteri BUMN mengucapkan terima kasih atas dukungan dari mitra kerja Kementerian BUMN, yakni Komisi VI DPR RI.

“Semoga dukungan ini bisa terus meningkatkan kinerja BUMN dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Terima kasih atas dukungan bagi BUMN dari berbagai pihak. Alhamdulillahirobbilalamin,” katanya.

Sebelumnya, Komisi VI DPR RI merestui PMN dalam bentuk tunai dan non-tunai sebesar Rp73 triliun kepada 10 BUMN yang diusulkan oleh Kementerian BUMN.

Rinciannya adalah Rp10 triliun untuk PT Perusahaan Listrik Negara (Persero), Rp3, 83 triliun untuk PT LEN Industri (Persero) atau Defend ID, Rp2 triliun PT Rajawali Nusantara Indonesia (Persero) atau ID Food, Rp30,56 triliun untuk PT Hutama Karya (Persero), Rp9,5 triliun untuk PT Aviasi Pariwisata Indonesia (Persero) atau In Journey, Rp6 triliun untuk PT Bahana Pembinaan Usaha Indonesia (Persero) atau IFG, Rp4,1 triliun untuk PT Kereta Api Indonesia (Persero), Rp3 triliun untuk PT Reasuransi Indonesia Utama (Persero), Rp867 miliar untuk Perum DAMRI, dan Rp790 miliar untuk Lembaga Penyelenggara Negara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia/AirNav Indonesia sebesar

BACA JUGA  Ditjen Hubdat: Mudik 2022, Masyarakat Jangan Gunakan Travel Gelap

“Komisi VI DPR RI menyetujui usulan PMN Tunai 2023,” kata Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Mohamad Hekal

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Tragedi Kanjuruhan, Bintang Emon Singgung Tanggung Jawab Pihak Berwenang

Komika Bintang Emon menjadi salah satu dari sekian selebritis Tanah Air yang akui ikut merasa terpukul atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang,...

Gaya Hidup

5 Manfaat Masker Lemon untuk Wajah dan Cara Membuatnya

Masker lemon bisa menjadi salah satu pilihan masker alami untuk menjaga kesehatan kulit. Kandungan vitamin C yang tinggi membuat masker ini dipercaya dapat mencegah...

Peristiwa

Tragedi Kanjuruhan, Bocah 11 Tahun Ditinggal Orangtuanya Meninggal Terinjak

Pasangan suami istri (pasutri) bernama M Yulianto (40) dan Devi Ratna Sari (30) meninggal dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Jenazah keduanya dimakamkan dalam...

Hukum

Naas! Pria di Bogor Jadi Korban Pembacokan OTK

RR, Seorang pria menjadi korban pembacokan oleh 3 orang tak dikenal (OTK) di Gunungputri, Kabupaten Bogor. Akibatnya, korban mengalami luka sabetan senjata tajam di...

Iklan3