Pemuda Kena Bacok saat Tawuran di Bekasi, 3 Orang Ditangkap

Beberapa pemuda ditangkap akibat terlibat tawuran diantara dua kelompok di kawasan Pondok Gede, Kota Bekasi.

Kapolsek Pondok Gede Kompol Herman Edco Wijaya Simbolon membenarkan peristiwa tersebut terjadi pada Rabu lalu sekitar pukul 03.00 WIB di Jalan Cemerlang, Jatibening, Pondok Gede.

Kelompok yang terlibat dalam kasus tersebut yakni kelompok Cemerlang dan kelompok TKBR (Tambun, Kayuringin, Bintara, Rawadas).

Herman mengatakan kasus bermula saat kedua kelompok tersebut saling menantang melalui medsos. Setelah itu, mereka berkumpul di TKP untuk melakukan aksi tawuran.

“Jadi dua kelompok tersebut berawal dari kelompok Cemerlang, mereka saling menantang melalui medsos di Instagram. Kemudian mereka menentukan titik tempat kumpul untuk melakukan tawuran yaitu di Jalan Cemerlang,” jelas Herman, Selasa (5/7).

Kedua kelompok membawa berbagai jenis senjata tajam. Di antaranya celurit, golok, dan parang. Saat tiba, kelompok TKBR langsung menyerang kelompok lawan dengan senjata tajam yang mereka bawa.

“Jam 03.30 WIB pihak musuh datang di TKP kurang lebih 15 sampai dengan 20 motor. Langsung menyerang dengan menggunakan celurit dan samurai,” paparnya.

Imbasnya, satu orang atas nama Anjar terkena luka bacok di bagian tangan kanan dan juga punggung kiri. Setelah itu, kelompok Cemerlang melakukan perlawanan yang membuat kelompok TKBR pergi.

“Mengakibatkan korban terkena sabetan senjata tajam mengenai bagian punggung kiri dan tangan kanan korban,” katanya.

Herman menerangkan aksi mereka juga sempat viral di media sosial. Atas kasus tersebut, pihaknya melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan tiga pelaku pembacokan, yakni T, AN, dan AADR. Sementara itu, satu lainnya berinisial R masih DPO.

“Tim Reskrim turun ke TKP melakukan penyelidikan dan berhasil menetapkan tiga tersangka. Atas nama Teten, Ali Nurdin, dan Albertus yang kedapatan membawa Sajam. Terhadap LP tersebut juga ada satu DPO atas nama Rizal yang sampai saat ini masih dalam penyelidikan,” jelasnya.

Herman mengatakan motif kedua kelompok melakukan tawuran, yakni untuk mencari popularitas juga sebagai ajang pembuktian masing-masing kelompok.

“Motifnya ini mereka hanya mencari popularitas antar kelompok. Jadi mereka menunjukkan bahwa kelompok mereka yang lebih hebat dan kuat dari kelompok lain,” tuturnya.

Herman menambahkan pihaknya masih melakukan penyelidikan mendalam terkait kasus tersebut. Termasuk kemungkinan pengungkapan pelaku lain yang terlibat.

Sementara itu, ketiga pelaku, T, AN, dan AADR, diamankan di Polsek Pondok Gede beserta batang bukti yang menyertai, yakni satu buah sajam jenis corbek, satu buah celurit, tiga buah celurit plat, dan dua buah tas gitar untuk membawa sajam.

Atas kasus tersebut, ketiga pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat Pasal 2 ayat (1) UU Darurat No 12 tahun 1951 dengan ancaman 10 tahun penjara.  (Kay)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Tragedi Kanjuruhan, Bintang Emon Singgung Tanggung Jawab Pihak Berwenang

Komika Bintang Emon menjadi salah satu dari sekian selebritis Tanah Air yang akui ikut merasa terpukul atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang,...

Gaya Hidup

5 Manfaat Masker Lemon untuk Wajah dan Cara Membuatnya

Masker lemon bisa menjadi salah satu pilihan masker alami untuk menjaga kesehatan kulit. Kandungan vitamin C yang tinggi membuat masker ini dipercaya dapat mencegah...

Peristiwa

Tragedi Kanjuruhan, Bocah 11 Tahun Ditinggal Orangtuanya Meninggal Terinjak

Pasangan suami istri (pasutri) bernama M Yulianto (40) dan Devi Ratna Sari (30) meninggal dalam tragedi di Stadion Kanjuruhan, Malang. Jenazah keduanya dimakamkan dalam...

Hukum

Diretas, Twitter Polsek Srandakan Cuit Tak Pantas soal Tragedi Kanjuruhan

Komentar tak pantas atau nirempati dari akun Twitter Polsek Srandakan, Kabupaten Bantul, terkait tragedi kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, Malang, viral di media sosial. Akun Twitter...

Iklan3