Pemko Padang Larang Rumah Makan dan Restoran Gunakan Air Mineral Dalam Kemasan

Jumlah sampah plastik yang semakin banyak dan membahayakan.Saat ini Pemko Padang sudah melarang mengunakan air putih dalam kemasan di rumah makan dan restoran serta setiap rapat.

Itu dilakukan Hal itu ditegaskan Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Padang, Mairizon, Selasa (21/6).

Disebutkannya, bentuk larangan tersebut sudah ditindaklanjuti oleh DLH Kota Padang ke restoran, rumah makan dan kafe-kafe yang ada dengan telah dilakukan imbauan dan pemasangan stiker.

Mairizon mengatakan, berdasarkan pantauan DLH di lapangan memang sudah banyak rumah makan dan restoran tak mengunakan air putih dalam botol kemasan dan beralih lagi mengunakan air putih biasa yang dimasak.

“Kami menegur dengan keras bagi rumah makan dan restoran yang masih tetap mengunakan air putih mineral dalam kemasan tersebut karena membahayakan lingkungan. Kemudian tak sejalan dengan program pemerintah mengurangi sampah plastik,” papar Mairizon.

Selanjutnya, bagi pengelola rumah makan dan restoran yang tak taat maka Pemko Padang bakal memasang stiker rumah makan dan restoran tesebut tak layak untuk dikunjungi sebagai bentuk sanksi.

Lebih jauh disebutkan Mairizon, Pemko Padang tak hanya memerintahkan saja tetapi malah memberikan contoh yang baik dengan setiap rapat staf dan rapat lainnya di lingkungan Pemko Padang tak lagi mengunakan air putih botol mineral tetapi sudah mengunakan air putih yang dimasak.

Oleh sebab itu, maka pengelola usaha yang masih mengunakan air botol mineral dalam kemasan untuk mengantinya dengan air putih biasa.

Kebijakan ini tak hanya menyelamatkan lingkungan tetapi juga meringankan biaya buat konsumen yang berbelanja di rumah makan atau restoran tersebut.

Dikatakan Mairizon, jumlah sampah di Kota Padang saat ini sebanyak 500 ton sehari dengan 15 persen diantaranya sampah plastik. Lalu, dari 15 persen itu sebanyak 5 persen berasal dari sampah plastik botol mineral dalam kemasan.

Dijelaskannya, sampah plastik ini baru bisa terurai di dalam tanah paling cepat 70 tahun hingga ratusan tahun.

Bisa dibayangkan dampak besar lingkungan rusak akibat sampah plastik tersebut.

Ditambahkan Mairizon, upaya Pemko Padang mengurangi sampah plastik tersebut dengan melarang pusat perbelanjaan mengunakan kantong plastik dan mengantinya dengan bahan organik yang bisa terurai di tanah.

Bahkan, pusat perbelanjaan itu tak memberikan kantong plastik atau kantong berbayar sehingga diharapkan konsumen membawa kantong sendiri dari rumah. (Kay)

 

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pakai Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor Tidak akan Kena Tilang

Pengendara motor yang menggunakan sandal jepit dipastikan oleh polisi tidak akan ditilang. Namun, polisi akan terus mengimbau kepada pengendara motor agar tidak riding menggunakan...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

Kereta Api Tabrak Mobil di Bekasi, Satu Tewas

Kecelakaan mobil tertabrak kereta api terjadi di daerah Stasiun Tambun, Bekasi, Jawa Barat. Sopir mobil tersebut tewas akibat insiden tersebut. Selasa (21/6) Berdasarkan informasi, petugas...

Hukum

Fredy Yohanes, Terdakwa Korupsi Izin Tambang di Bintan Akhirnya Ditahan

Majelis Hakim Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang akhirnya memutuskan untuk menahan terdakwa Fredy Yohanes. Fredy merupakan salah satu terdakwa kasus dugaan Tindak Pidana Korupsi Izin Usaha...