Pembicaraan Ekspor Gandum Antara Rusia dan Ukraina Hampir Mencapai Kesepakatan

Rusia dan Ukraina telah membuat kemajuan substantif dalam pembicaraan langsung mengenai ekspor gandum yang selama ini terhambat karena blokade pelabuhan Laut Hitam Ukraina dan ekspor biji-bijian internasional oleh pasukan Rusia.

Pertemuan ini adalah pertama mereka sejak Maret mengenai kesepakatan untuk meredakan krisis pangan global yang diprakarsai oleh Turki dan PBB.

Pertemuan dilaksanakan pada hari Rabu (13/7) di Istanbul yang melibatkan pejabat Ukraina, Rusia, PBB dan Turki bubar setelah lebih dari tiga jam dengan kesepakatan untuk bertemu lagi di Turki minggu depan, kata pejabat PBB dan Turki.

Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres mengatakan setelah pertemuan bahwa pembicaraan tersebut telah memberikan “secercah harapan untuk meringankan penderitaan manusia dan mengurangi kelaparan di seluruh dunia”, tetapi dia juga memperingatkan bahwa meskipun dia optimis, kesepakatan itu “belum sepenuhnya dilakukan. ”.

Menteri pertahanan Turki lebih optimis, menandakan bahwa kesepakatan akhir dapat diumumkan pada pembicaraan berikutnya.

“Pada pertemuan ini, yang akan kami selenggarakan minggu depan, semua detail akan ditinjau sekali lagi dan pekerjaan yang telah kami lakukan akan ditandatangani,” kata Menteri Pertahanan Hulusi Akar dalam sebuah pernyataan.

Anggota NATO Turki telah menggunakan hubungan baiknya dengan Kremlin dan Kyiv untuk mencoba menengahi kesepakatan tentang cara yang aman untuk mengirimkan gandum.

Akar mengatakan kesepakatan itu termasuk kontrol bersama untuk memeriksa biji-bijian di pelabuhan dan Turki memastikan keamanan rute ekspor Laut Hitam untuk pengiriman gandum dari Ukraina.

Turki juga akan mendirikan pusat koordinasi dengan Ukraina, Rusia dan PBB untuk ekspor gandum, katanya.

Tidak ada komentar langsung dari Ukraina atau Rusia.

Pertemuan ini merupakan sebuah pertaruhan untuk puluhan juta orang yang menghadapi ancaman kelaparan di negara-negara miskin karena perang yang melanda Ukraina yang salah satu daerah penghasil biji-bijian utama dunia.

BACA JUGA  Pabrik Pupuk di Kaltim Meledak, Vidio Kejadian Beredar di Internet

Lebih dari 20 juta ton gandum Ukraina terjebak dalam silo di pelabuhan Odesa

Pengiriman dari pelabuhan Laut Hitam Ukraina telah diblokir baik oleh kapal perang Rusia dan ranjau yang telah diletakkan Kyiv di laut untuk mencegah serangan amfibi  oleh Moskow.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung. Ki Ageng Rangga Sasana, atau yang lebih dikenal publik dengan panggilan Lord Rangga, dikabarkan meninggal...
- Advertisement -

Gaya Hidup

Tren Perawatan Sulam Bedak Meningkat, Kenali Manfaat dan Risikonya

Sulam bedak merupakan tren perawatan kulit wajah asal Korea Selatan yang tengah populer. Meski dapat mencerahkan dan menutupi noda di kulit, perawatan kulit ini...

Peristiwa

Pria 49 Tahun di Balikpapan Tersetrum Tegangan Tinggi saat Mengecat Ruko

Saat sedang mengecat sebuah ruko di kawasan Belakang BCA, Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, seorang pria bernama Riski (49) tersentrum listrik tegangan tinggi pada...

Hukum

Polisi Tangkap Pelaku Pembacok Pelajar SMP di Yogya

Polisi berhasil menangkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan seorang pelajar SMP di Yogyakarta berinisial M (14) mengalami luka di bagian wajah. Pelaku diketahui menyabetkan sabuk...

Iklan3