Pembangunan Bandara Bali Utara Disebut Tidak Dibatalkan

Pembangunan Bandara Bali Utara tidak dibatalkan, hal itu disampaikan oleh Wakil Gubernur (Wagub) Bali, Tjokorda Oka Artha Ardhana Sukawati. Proyek tersebut hanya tidak terdaftar di Proyek Strategis Nasional (PSN).

Dijelaskan Cok Ace, meski kini status Bandara Bali Utara dicoret dari PSN, pembangunannya tidak dibatalkan, namun hanya ditunda. Penundaan ini disebutnya, terkait lokasi pembangunan.

Ia mengatakan, yang dihapus dari PSN adalah lokasi yang ada di Bali Utara bagian timur. Sedangkan, saat ini sedang diusulkan lokasi baru di Bali Utara bagian barat, salah satunya Sumberklampok, Buleleng, Bali.

“Sumberklampok ini salah satu lokasi yang diajukan dan mudah-mudahan nanti keluar plan location-nya di sana, ini kan masih plan,” ucapnya di Denpasar, Jumat (29/7/2022).

Sebelumnya, Deputi Bidang Koordinasi Pengembangan Wilayah dan Tata Ruang Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Wahyu Utomo mengatakan, proyek yang dikeluarkan dari PSN, akan tetap dilanjutkan namun tidak lagi menjadi prioritas PSN.

Bandara Bali Utara menjadi satu dari delapan proyek yang dicoret dari PSN karena tidak mengalami progres dan dinilai tidak bisa selesai hingga tahun 2024.

“Bukan berarti proyek tersebut tidak dikerjakan, tapi pace-nya akan berbeda. Karena banyak masalah yang menyebabkan butuh effort lebih besar sehingga 2024 tidak terselesaikan,” ucap Wahyu, dilansir dari detikcom.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Bali I Nyoman Budi Utama mengaku optimis proyek Bandara Bali Utara akan dilanjutkan pada tahun 2026 mendatang. Meskipun, saat ini proyek tersebut dikeluarkan dari PSN karena tidak ada kemajuan.

“Saya punya rasa optimis, tahun 2026 pembangunan tersebut tetap jalan. Saya memahami, Bandara Baru Bali Utara (BBBU) dikeluarkan dari PSN karena pemerintah pusat memandang progres pembangunan bandara tersebut tidak ada kemajuan, terutama penentuan lokasi/penlok dan kesediaan lahan bandara,” ucap Budi Utama, Kamis (28/7/2022).

Rencana awal pembangunannya di Kubutambahan, Buleleng, gagal. Kemudian muncul perubahan Perda RTRW 2022 – 2042, di mana DPRD dan eksekutif sepakat lokasi pembangunan Bandara Bali Utara di Sumberklampok, Buleleng. Ia pun yakin proyek Bandara Bali Utara nantinya akan kembali menjadi PSN.

“Dalam kurun waktu empat tahun sampai 2026, dengan ditunjang kajian yang matang, saya optimis pembangunan BBBU masuk lagi menjadi program PSN,”tandasnya.

Ketua Pansus Perda RTRW Anak Agung Adi Ardhana juga menegaskan bahwa dicoret dari PSN bukan berarti pembangunannya dibatalkan.

“Namun lebih diakibatkan perpindahan lokasi karena adanya permasalahan di rencana lokasi sebelumnya,” tandasnya.

Iklan 7

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

KPK Panggil Direktur Kementerian ESDM di Kasus Baru Bupati PPU

KPK memanggil Direktur Pembinaan Program dan Migas dari Direktorat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yakni Dwi Anggoro. Dwi diperiksa sebagai saksi dalam...

Gaya Hidup

5 Tanda Dia Punya Hati Tulus Menyayangimu

Ketika di masa pendekatan, biasanya ada upaya untuk bisa saling mengenal satu sama lain. Selain itu, kita perlu meyakinkan ada hati yang tulus menyayangi sebelum melangkah...

5 Cara Redakan Rasa Marah

Peristiwa

Sebuah Mobil Terbalik di Setra Desa Adat Sidemen Bali

Sebuah mobil jenis Suzuki Splash dengan nomor polisi DK 1178 CU terbalik di setra (kuburan) Desa Adat Sukahet, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, pada Rabu...

Hukum

Asyik Nyabu, Oknum Pegawai Honorer Dinas Pertanian Sumsel Digrebek

Polisi menggerebek seorang oknum pegawai honorer Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berinisial RE (26) saat tengah asyik mengisap sabu. Petugas lapangan pertanian atau...

Iklan 6