Pelaku Pencurian Melawan Saat Ditangkap Akhirnya Ditembak Polisi

Keluarga pelaku pencurian mendatangi Mapolres Dompu, Nusa Tenggara Barat (NTB). Mereka melakukan demo atas tindakan kepolisian yang menembak kaki pelaku saat penangkapan.

Salah seorang keluarga korban, Haidir Diran menuturkan, terduga pelaku pencurian berinisial TA alias Gen (25) ditangkap di rumahnya yang berlokasi di Dusun Saneo III, Desa Saneo, Kecamatan Woja. Ia menyebut, TA bersikap kooperatif saat diamankan polisi.

“Saat penangkapan, pelaku kooperatif. Namun beberapa jam kemudian ia mengabarkan kepada keluarganya bahwa telah ditembak pada kakinya oleh tim yang menangkapnya yang berjumlah 7 orang,” kata Haidir ketika berorasi di depan Mapolres Dompu.

Mendengar kabar itu, keluarga terduga pun tak terima. Mereka menilai petugas yang menangkap telah melakukan tindakan di luar standar operasional prosedur (SOP).

“Penanganan harus sesuai dengan SOP, tapi ini tidak menggunakan SOP. Tuntutan kami 7 orang tim ini harus di copot atau bahkan di pecat,” tegas Haidir.

Sementara itu, Wakapolres Dompu, Kompol Abdi Maulidi menyebut pihaknya telah mendapatkan laporan pengaduan dari keluarga terduga pelaku pencurian terkait peristiwa itu. Abdi mengatakan, laporan keluarga telah disampaikan ke pimpinan. Bahkan kini tengah dilakukan proses penyelidikan oleh Propam Polres.

“Setiap laporan kita proses dan sampaikan ke pimpinan. Sejauh ini belum ada laporan hasil pemeriksaan di Propam oleh Provos dan Paminal. Laporannya sesuai dengan tuntutan mereka tadi. Nanti kita akan lihat apakah benar atau tidaknya seperti itu, ini kita sambil berjalan,” jelas Abdi.

Abdi menegaskan, dirinya tidak berani mengatakan bahwa tindakan yang dilakukan anggotanya melanggar SOP. Kebenaran dari tindakan itu akan dibuktikan setelah hasil penyelidikan yang dilakukan oleh Propam.

“Saya tidak berani katakan tindakan mereka langgar SOP atau tidak, nanti hasil pemeriksaan yang menentukan. Mereka (tim penangkapan) pasti memiliki dasar hukum, SOP penangkapan,” tegasnya.

Aksi demontrasi tersebut awalnya berjalan lancar. Mereka juga berorasi secara bergantian. Aksi mulai memanas ketika massa hendak membakar ban. Polisi yang berjaga melarang massa aksi untuk bakar ban. Beruntung aksi tersebut tak berlangsung lama setelah kedua belah pihak saling menarik diri.

Iklan 7

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Jokowi soal Usul TNI Jabat di Kementerian: Kebutuhan Belum Mendesak

Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengatakan belum ada kebutuhan mendesak bagi pemerintah untuk menempatkan tentara di jabatan-jabatan kementerian atau lembaga negara. Hal ini disampaikan Jokowi merespons...

Gaya Hidup

5 Tanda Kamu Ditakdirkan Bersama Menjadi Pasangannya

Terkadang, meskipun sudah pacaran sekian tahun beberapa pasangan tidak ditakdirkan bersama. Namun ada juga beberapa orang yang baru saja kenal, sudah memutuskan untuk menikah...

Peristiwa

Mobil Hias Parade Jakarnaval Terbakar di Sirkuit Formula E

Peristiwa kebakaran terjadi, Satu unit mobil hias yang digunakan untuk parade Jakarnaval 2022 terbakar. Peristiwa kebakaran terjadi di dalam trek Formula E atau Jakarta...

Hukum

SMP di Banten Disatroni Maling, Komputer hingga Printer Raib

Kasus pencurian terjadi di SMPN 5 Cibeber, Lebak, Banten. Sejumlah alat komputer dilaporkan hilang dicuri. Insiden ini baru diketahui pihak sekolah hari Minggu (14/8) sekitar...

Iklan 6