Pelaku Pencurian HP di Parepare Dibebaskan Jaksa

Pelaku pencurian HP yang dilakukan seorang ibu bernama Vivi Nurbayanti (VN), demi belajar anak di Kota Parepare, Sulawesi Selatan (Sulsel), dibebaskan dari jeratan hukum. Kejaksaan Negeri (Kejari) Parepare menghentikan penuntutan tindak pidana lewat restorative justice.
“Kejaksaan Agung mengabulkan permohonan penghentian perkara berinisial VN, seorang pelaku kasus pencurian yang ditangani oleh Kejaksaan Negeri Parepare. Penghentian kasus didasari asas restorative justice,” ungkap Kasi Intel Kejari Parepare Yudi Trsinaamijaya, Minggu (17/4/2022) kemarin.

Yudi mengatakan proses restorative justice telah dilakukan pada Kamis (31/4) lalu di Kejari Parepare. Setelah itu hasilnya diteruskan ke Kejaksaan Agung RI.

“Iya, hasil restorative justice di Kejari itu kami teruskan ke Kejaksaan Agung. Dan hari ini sudah disetujui atau final dari Kejaksaan Agung,” bebernya.

Aksi pencurian berawal pada Minggu 26 Desember 2021. Saat itu pelaku bersama anak-anaknya menginap di rumah iparnya di Jalan Melingkar, Kelurahan Bukit Indah, Kecamatan Soreang, Kota Parepare.

Pada pagi harinya sekitar pukul 07.30 Wita, pelaku bangun dan melihat saksi Zulfitra sedang tidur di ruang tamu. Saat itu dia juga melihat sebuah telepon seluler merek Samsung Galaxy A12 warna biru, yang berada di atas meja ruang tamu.

“Tersangka kemudian mengambil handphone tersebut tanpa meminta izin terlebih dahulu kepada saksi korban Zulfitra,” jelasnya.

Aksi itu dilakukan Vivi karena anaknya membutuhkan ponsel untuk belajar daring. Setelah kasus ini dia kemudian berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya kembali. Sementara korban telah memaafkan perbuatannya tanpa syarat.

“Korban telah memaafkan tersangka dikarenakan kondisi tersangka mengambil handphone untuk digunakan anaknya saat mengikuti pembelajaran secara online di masa pandemi,” urainya.

Dikonfirmasi terpisah, Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Umum (JAM-Pidum) Fadil Zumhana menyampaikan, peristiwa tindak pidana yang dilakukan Vivi terjadi pada 26 Desember 2021 lalu. Terkait alasan pemberian penghentian perkara, Fadil menjelaskan ada beberapa pertimbangan. Salah satunya karena Vivi baru pertama kali melakukan tindak pidana.

BACA JUGA  Polisi Bubarkan Geng Motor dan Ringkus Pelaku Sajam di Menteng

“Ancaman pidana denda atau penjara tidak lebih dari 5 (lima) tahun, telah dilaksanakan perdamaian pada tanggal 31 Maret 2022 di Kantor Kejaksaan Negeri Parepare dan tersangka telah meminta maaf kepada korban atas perbuatan yang dilakukan,” ucap Fadil.

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Ungkap Kasus Penjual Miras Berkedok Warkop di Gresik, Petugas Amankan 123 Botol Miras

Polsek Manyar mengamankan ratusan botol minuman keras (miras) dari tiga warung kopi (warkop) di sepanjang Jalan Roomo, Gresik. Dari penjual miras berkedok warkop itu,...

Gaya Hidup

Kenali Perbedaan Alergi Matahari dan Terbakar Matahari

Alergi matahari dan terbakar matahari terkadang sulit dibedakan karena gejala yang muncul hampir serupa. Padahal, keduanya disebabkan oleh reaksi yang berbeda pada kulit. Nah,...

Peristiwa

Mandi di Sungai Sumenep, 2 Remaja Tewas Tenggelam

Peristiwa naas terjadi, Dua remaja ditemukan tewas tenggelam di sebuah sungai di Sumenep. Kedua korban diduga tak bisa berenang saat mandi bersama teman-temannya menjelang...

Hukum

Gerebek Kampung Ambon Jakarta Barat, 2 Pengedar Ditangkap Polisi

Polisi kembali melakukan penggerebekan ke Kompleks Permata atau dikenal Kampung Ambon di Cengkareng, Jakarta Barat. Dalam penggerebekan didapati dua orang pengedar ditangkap di lokasi. "Kita...