Pelaku Pariwisata di Labuan Baju Melakukan Aksi Mogok

Para pelaku pariwisata di Labuan Bajo, Manggarai Barat, NTT, melakukan aksi mogok, namun berbuntut penangkapan oleh aparat bersenjata.

Mereka menangkap saat ratusan pelaku pariwisata di Labuan Bajo menggelar aksi bersih-bersih dan pungut sampah di Puncak Waringin, Labuan Bajo, NTT. Sejumlah orang dikabarkan mengalami luka-luka.

Ketua Asosiasi Dokumentasi Lokal di Manggarai Barat, Rio Prakoso menjelaskan para pelaku pariwisata di Labuan Bajo sepakat mogok dan menolak harga tiket masuk Taman Nasional Komodo (TNK) Rp 3,75 juta.

Terkait itu, mereka menggelar kegiatan pungut sampah di Puncak Waringin. Namun, aksi pungut sampah itu berubah menjadi mencekam ketika aparat berdatangan dan meminta mereka bubar.

“Kami hanya bersih-bersih dan pungut sampah, tapi aparat bersenjata tiba-tiba datang dan meminta bubar tadi siang sekitar pukul 12.00 Wita,” kata Rio.

Rio menyebut, belasan orang yang mengikuti kegiatan bersih-bersih tersebut bahkan dipukuli lalu ditangkap oleh petugas. Setelah penangkapan, mereka kemudian mendatangi kantor Polres Manggarai Barat. Mereka datang untuk bersolidaritas terhadap kawan yang ditangkap.

Namun, sekitar pukul 20.00 Wita, mereka kembali dibubarkan. Mereka diminta pergi dari kantor Polres Manggarai Barat. Sementara itu, beberapa kawan mereka masih ditahan oleh kepolisian.

“Tadi kami sempat datang ke Polres Manggarai Barat untuk bersolidaritas terhadap kawan-kawan yang ditangkap. Kami sebenarnya damai dan hanya duduk-duduk di depan kantor, tapi petugas kembali membubarkan,” imbuh Rio.

Ketegangan pun kembali terjadi. Menurut Rio, aparat bahkan melakukan kekerasan saat membubarkan mereka. Bahkan, Rio menyebut dua orang temannya mengalami luka-luka akibat perlakuan aparat.

“Teman saya jadi korban, ada dua orang,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Kepolisian Resor Manggarai Barat (Kapolres Mabar) AKBP Felli Hermanto sebelumnya memastikan situasi keamanan di wilayah hukum Polres Mabar tetap terjaga. Hal tersebut disampaikan terkait adanya rencana aksi yang akan dilakukan para pelaku pariwisata di Labuan Bajo per 1- 31 Agustus 2022.

BACA JUGA  Seorang Remaja Ditangkap Usai Curi 11 Motor di Bima

“Keselamatan rakyat adalah hukum tertinggi. Tidak ada yang coba-coba untuk mengintimidasi maupun mengintervensi Kamtibmas di Manggarai Barat. Untuk itu, tidak ada toleransi bagi para pelaku gangguan kamtibmas di Wilayah Hukum Polres Mabar,” kata AKBP Felli.

Aksi Mogok Peraku Wisata di Labuan Bajo

Sebelumnya, Gabungan Pengusaha Wisata Bahari dan Tirta (Gahawisri) serta Dive Operator Community Comodo (Dock) mogok melayani turis imbas kenaikan tarif masuk Taman Nasional (TN) Komodo menjadi Rp 3,75 juta. Asosiasi pelaku usaha itu berpendapat kenaikan tiket masuk itu hanya akan berdampak negatif untuk mereka dan bisnis pariwisata setempat.

Aksi mogok itu dilakukan selama sebulan mulai 1-31 Agustus atau bertepatan dengan regulasi tarif terbaru TN Komodo diterapkan mulai hari ini.

Alasan aksi mogok itu dikarenakan pihaknya merasa kenaikan biaya tiket Rp 3,75 juta sangat merugikan bisnis pariwisata lokal yang beroperasi di dalam dan di sekitar TN Komodo. Pelaku wisata lokal disebut hanya akan mengalami penurunan jumlah tamu yang nantinya menyebabkan kerugian.

“Kami ikut partisipasi untuk sementara tidak melayani tamu sesuai kesepakatan dengan pengusaha lain di Labuan Bajo,” ungkap Aprita Primayuda Ketua Harian DPC Gahawisri Labuan Bajo.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Tragedi Kanjuruhan, Bintang Emon Singgung Tanggung Jawab Pihak Berwenang

Komika Bintang Emon menjadi salah satu dari sekian selebritis Tanah Air yang akui ikut merasa terpukul atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang,...
- Advertisement -

Gaya Hidup

Tren Perawatan Sulam Bedak Meningkat, Kenali Manfaat dan Risikonya

Sulam bedak merupakan tren perawatan kulit wajah asal Korea Selatan yang tengah populer. Meski dapat mencerahkan dan menutupi noda di kulit, perawatan kulit ini...

Peristiwa

Diduga Gegara Bisnis, Pria di Bekasi Jadi Korban Penculikan

Seorang pria di Bekasi yang berinisial A diculik oleh pria inisial J. Permasalahan itu berawal dari urusan modal bisnis antara pelaku dan korban. Peristiwa penculikan...

Hukum

Kasus Baim Wong Terkait Konten KDRT Naik ke Tahap Penyidikan

Baim Wong dan sang istri Paula Verhoeven diketahui harus berurusan dengan proses hukum usai mengunggah konten diduga prank KDRT kepada polisi. Gara-gara unggahan tersebut,...

Iklan3