PBB: Sikap Taliban Persulit Pengiriman Bantuan untuk Korban Gempa

Badan bantuan PBB pada hari Kamis (23/5) melaporkan kepada Dewan Keamanan bahwa hingga saat ini Taliban masih mempersulit pengiriman bantuan ke Afghanistan. Jika terus berlanjut, krisis ekonomi di negara tersebut akan memburuk dalam waktu cepat.

Di hadapan Dewan Keamanan PBB, ketua badan bantuan PBB Martin Griffiths mengatakan bahwa sistem perbankan formal di Afghanistan, yang dikuasai Taliban, terus memblokir transfer karena kekhawatiran yang berlebihan

Griffiths menambahkan bahwa kondisi tersebut telah berdampak pada saluran pembayaran dan menyebabkan gangguan dalam rantai pasokan.

“Kami telah melihat kemajuan yang terbatas karena perlawanan oleh otoritas de-facto. Ini adalah masalah yang tidak akan selesai dengan sendirinya,” ungkap Griffiths, seperti dikutip Reuters.

Lebih lanjut, Griffiths menegaskan bahwa PBB perlu mengaktifkan dan menjalankan program Fasilitas Pertukaran Kemanusiaan sampai sistem perbankan formal Afganistan dapat beroperasi dengan baik lagi.

Dalam laporannya hari Kamis, Griffiths mengatakan sekitar setengah dari kelompok bantuan yang baru-baru ini disurvei oleh PBB melaporkan kesulitan mentransfer dana ke Afghanistan.

Dua pertiga dari kelompok pemberi bantuan melaporkan bahwa kurangnya uang tunai yang tersedia di Afghanistan menjadi salah satu penghambat program mereka.

“Otoritas Taliban juga semakin mengganggu pengiriman bantuan kemanusiaan, meskipun ada janji kepada pejabat PBB pada September bahwa mereka tidak akan melakukannya,” tambah Griffiths.

Taliban disebut memberikan banyak tuntutan kepada PBB terkait penyediaan data dan informasi yang berkaitan dengan anggaran dan kontrak kepegawaian. Kelompok bantuan pun terus menghadapi kesulitan ketika mereka mencoba mempekerjakan wanita Afghanistan dalam fungsi-fungsi tertentu.

Griffiths mengatakan PBB hanya menerima sepertiga dari US$4,4 miliar yang dibutuhkan untuk memenuhi kebutuhan kemanusiaan di Afghanistan pada 2022, dan jumlah itu pun dianggap masih belum cukup.

BACA JUGA  BMKG Ingatkan Pengelola Gedung-Gedung Tinggi di Jakarta Bersiap Hadapi Gempa

Kondisinya semakin memburuk setelah Afghanistan baru saja dilanda gempa bumi yang menewaskan sedikitnya 1.000 orang.

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pakai Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor Tidak akan Kena Tilang

Pengendara motor yang menggunakan sandal jepit dipastikan oleh polisi tidak akan ditilang. Namun, polisi akan terus mengimbau kepada pengendara motor agar tidak riding menggunakan...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

Gembok Kamar Lapas Tembilahan Kelas IIA Ditukar untuk Hindari Duplikasi Kunci

Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tembilahan, Kabupaten Indragiri Hilir (Inhil), Provinsi Riau, melakukan penukaran dan perawatan gembok kamar tahanan. Penukaran gembok kamar lapas dilakukan untuk...

Hukum

Bejat! Pria di Sumut Tertangkap Istri Perkosa 2 Anak Tiri Sekaligus

Seorang pria ditangkap anggota Polres Tapanuli Utara, Sumatera Utara (Sumut). Pelaku diamankan atas dugaan tindak pidana pencabulan terhadap dua anak tiri sekaligus. Penangkapan pria berinisial...