Pasutri di Jakarta Barat Ditangkap Culik Bayi Tetangga

Pasangan suami istri (pasutri) berinisial SM (41) tahun dan SD (27) tahun ditangkap polisi terkait kasus penculikan di Tambora, Jakarta Barat. SM dan SD ditangkap setelah menculik bayi anak tetangganya yang masih berumur 6 bulan.

Kapolsek Tambora Kompol Rosana Albertina Labobar menyampaikan SM dan SD merupakan tetangga korban yang berinisial ZD (17) tahun. Saat itu, ZD melaporkan kedua pelaku yang telah membawa kabur anaknya.

“SD (27) tahun dan SM (41) tahun merupakan tetangga korban yang baru 2 bulan mengontrak, kedua pelaku merupakan pasutri yang menikah secara siri,” jelas Rosana, Jakarta Barat, Senin (18/7).

Polwan yang akrab disapa Ocha ini menjelaskan, kejadian bermula pada Rabu (13/7), sekitar pukul 11.00 WIB. Saat itu ZD menitipkan anaknya kepada neneknya lantaran dia harus berangkat kerja.

SD mendatangi nenek korban pada pukul 19.00 WIB dengan tujuan untuk meminjam bayi tersebut, namun tidak diizinkan. Tetapi rupanya SD diam-diam kembali datang mengambil bayi tersebut.

“Kemudian, sekitar jam 19.00 WIB, datang pelaku SD menghampiri nenek korban untuk meminjam bayi tersebut, namun tidak boleh karena sedang dalam posisi tidur, lalu secara diam-diam pelaku membawa korban,” jelasnya.

Setiba di rumahnya, ZD terkejut saat melihat anaknya tidak ada di kamar. Kemudian, ZD mendatangi kontrakan SD yang saat itu sudah dalam keadaan gelap.

“Selang satu jam sekira pukul 20.00 WIB, ibu korban pulang kerja dan mencari korban, setibanya di kamar ibu korban kaget melihat putrinya tidak ada di kamar,” kata Ocha.

“Selanjutnya ibu korban mendatangi kontrakan pelaku SD namun sudah dalam keadaan gelap, dan pelaku SD tidak ada di rumah kontrakannya kemudian melaporkannya ke Polsek Tambora,” paparnya.

Setelah dilakukan penyelidikan, polisi menemukan anak korban yang berada di aplikasi Facebook. Polisi pun menangkap SM dan SD di Dusun Pongkerep, Desa Sokobanah Daya, Madura, Jawa Timur.

“Kedua pelaku ditangkap pada saat berada di rumah bersama korban,” ujar Rosana.

Saat ini, polisi menahan SM dan SD. Mereka disangkakan Pasal 76 F Juncto Pasal 83 Undang-Undang tentang Perlindungan Anak dan Pasal 55 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal 15 tahun penjara. (Kay)

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Tragedi Kanjuruhan, Bintang Emon Singgung Tanggung Jawab Pihak Berwenang

Komika Bintang Emon menjadi salah satu dari sekian selebritis Tanah Air yang akui ikut merasa terpukul atas tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Malang,...

Gaya Hidup

5 Manfaat Masker Lemon untuk Wajah dan Cara Membuatnya

Masker lemon bisa menjadi salah satu pilihan masker alami untuk menjaga kesehatan kulit. Kandungan vitamin C yang tinggi membuat masker ini dipercaya dapat mencegah...

Peristiwa

Anggota Satpol PP Karawang Ditemukan Tewas Tergantung di Pohon

AS (38) tahun, Seorang anggota Satpol PP Karawang yang ditemukan tewas gantung diri usai bertengkar dengan sang istri, Minggu (2/10). Saat ditemukan, AS dalam posisi...

Hukum

Sadis! Puluhan Kucing Dibunuh di Pasar Tasikmalaya

Komunitas pecinta kucing Tasikmalaya meradang. Hal itu menyusul temuan pembantaian yang sadis terhadap puluhan ekor kucing di dua pasar yang ada di Kota Tasikmalaya,...

Iklan3