Pabrik Cokelat Terbesar di Dunia Terkontaminasi Bakteri Salmonella

Bakteri Salmonella telah ditemukan di pabrik cokelat terbesar di dunia, yang dijalankan oleh raksasa Swiss Barry Callebaut di kota Wieze, Belgia, kata perusahaan itu, Kamis(30/6).

Seorang juru bicara perusahaan mengatakan kepada Agence France-Presse bahwa produksi telah dihentikan di pabrik, yang memproduksi coklat cair dalam batch grosir untuk 73 klien yang membuat penganan.

“Semua produk yang diproduksi sejak pengujian telah ditarik,” kata juru bicara Korneel Warlop.

“Barry Callebaut saat ini menghubungi semua pelanggan yang mungkin telah menerima produk yang terkontaminasi Salmonela. Produksi cokelat di Wieze tetap ditangguhkan hingga pemberitahuan lebih lanjut.”

Sebagian besar produk yang ditemukan terkontaminasi masih ada di lokasi, katanya.

Tetapi perusahaan telah menghubungi semua kliennya dan meminta mereka untuk tidak mengirimkan produk apa pun yang mereka buat dengan cokelat yang dibuat sejak 25 Juni di pabrik Wieze ini, yang berada di Flanders, barat laut Brussel.

Badan keamanan pangan Belgia AFSCA telah diberitahu dan seorang juru bicara mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya telah membuka penyelidikan.

Pabrik Wieze tidak membuat cokelat untuk dijual langsung ke konsumen, dan perusahaan belum memiliki alasan untuk percaya bahwa barang-barang terkontaminasi yang dibuat oleh klien belum sampai ke rak-rak toko.

Ketakutan muncul beberapa minggu setelah kasus cokelat yang terkontaminasi salmonella di pabrik Ferrero di Arlon di Belgia selatan yang memproduksi cokelat Kinder.

Otoritas kesehatan Belgia mengumumkan pada 17 Juni bahwa mereka telah memberikan lampu hijau untuk memulai kembali pabrik raksasa Italia itu untuk masa uji coba tiga bulan.

Grup Swiss Barry Callebaut memasok produk kakao dan cokelat ke banyak perusahaan di industri makanan, termasuk raksasa industri seperti Hershey, Mondelez, Nestle atau Unilever.

Nomor satu dunia di sektor ini, penjualan tahunannya mencapai 2,2 juta ton selama tahun keuangan 2020-2021.

Selama tahun keuangan terakhir, grup, yang memiliki kantor pusat di Zurich, menghasilkan laba bersih sebesar 384,5 juta franc Swiss ($402 juta) dengan omset 7,2 miliar franc.

Grup ini mempekerjakan lebih dari 13.000 orang, memiliki lebih dari 60 lokasi produksi di seluruh dunia.

Iklan 7

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

KPK Panggil Direktur Kementerian ESDM di Kasus Baru Bupati PPU

KPK memanggil Direktur Pembinaan Program dan Migas dari Direktorat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yakni Dwi Anggoro. Dwi diperiksa sebagai saksi dalam...

Gaya Hidup

5 Tanda Dia Punya Hati Tulus Menyayangimu

Ketika di masa pendekatan, biasanya ada upaya untuk bisa saling mengenal satu sama lain. Selain itu, kita perlu meyakinkan ada hati yang tulus menyayangi sebelum melangkah...

5 Cara Redakan Rasa Marah

Peristiwa

Sebuah Mobil Terbalik di Setra Desa Adat Sidemen Bali

Sebuah mobil jenis Suzuki Splash dengan nomor polisi DK 1178 CU terbalik di setra (kuburan) Desa Adat Sukahet, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, pada Rabu...

Hukum

Asyik Nyabu, Oknum Pegawai Honorer Dinas Pertanian Sumsel Digrebek

Polisi menggerebek seorang oknum pegawai honorer Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berinisial RE (26) saat tengah asyik mengisap sabu. Petugas lapangan pertanian atau...

Iklan 6