Ngeri! Dusun di Jember Diserang OTK, Rumah hingga Mobil Dibakar

Peristiwa mengerikan terjadi pada sebuah Dusun Baban Timur, Desa Mulyorejo, Kecamatan Silo, Jember. Betapa tidak, sekelompok orang tak dikenal (OTK) menyerang dusun tersebut.

Massa yang berjumlah puluhan itu datang dengan mengendarai motor. Mereka menggeber motor-motornya hingga para warga terbangun. Lalu, secara brutal, puluhan OTK ini membakar rumah, motor, hingga mobil milik warga.

Salah satu warga, SA, mengisahkan detik-detik kejadian ini. Insiden ini berlangsung pada Sabtu (30/7) malam sekitar pukul 23.00 WIB. Saat itu, ia sudah terlelap. SA pun kaget dan terbangun saat mendengar sekelompok orang tersebut berhenti di depan rumahnya.

Tak hanya itu, mereka juga berteriak dan melempari rumah SA dengan batu. Terdengar, hal serupa juga dilakukan puluhan orang tersebut di rumah tetangga SA.

“Kejadian hari Sabtu (30/7) sekitar pukul 23.00 WIB malam. Saya waktu itu tidur di dalam rumah. Tiba-tiba terdengar suara motor datang dari arah Timur. Jumlahnya saya tidak tahu, yang jelas jumlahnya banyak lah. Saya langsung terbangun karena kaget,” kata SA, Jumat (5/8).

Sampai di depan rumah SA, sekelompok orang itu berhenti. Mereka lalu berteriak agar penghuni rumah itu segera keluar.

“Sambil teriak-teriak, mereka ini melempari rumah dengan batu. Bukan hanya rumah saya, tapi juga rumah para tetangga. Ada sekitar 5 rumah yang dilempari batu,” terang SA.

Karena situasi mulai tak aman, SA mengajak penghuni rumah lalu keluar dari pintu belakang. Mereka menyelinap dan mencari perlindungan

Sadar dengan kondisi yang membahayakan itu, SA bersama penghuni rumah lalu melarikan diri lewat pintu belakang. SA pun bersembunyi di perkebunan kopi yang ada di belakang rumahnya.

“Di rumah saya ada sekitar 5 orang. Ada saya, dua kakak saya dan seorang pegawai saya dengan istrinya. Kebetulan istri saya ada di rumah kerabat, karena sedang sakit. Kami semua lari lewat pintu belakang dan sembunyi di kebun kopi,” papar SA.

Dari persembunyiannya itu, SA menyaksikan dengan mata kepalanya sendiri bagaimana para pelaku merusak dan membakar rumahnya. Kejadian itu berlangsung sekitar 30 menit. Namun, SA tak kuasa melakukan apapun karena massa cukup banyak.

“Rumah saya dirusak lalu dibakar. Ludes. Termasuk toko saya juga. Setelah itu mereka bergeser ke arah barat. Di sana juga ada rumah yang dibakar,” tuturnya.

Pada akhirnya rumah SA dirusak dan dibakar oleh para pelaku. Tak sampai 30 menit, rumah SA sudah ludes.

Tak ada sedikit pun terlintas di pikiran SA kala rumah hingga mobilnya habis dibakar sekelompok orang tak dikenal (OTK). Selain miliknya, SA menyebut ada rumah hingga kendaraan warga lain yang ludes dilalap si jago merah. SA menghitung, total ada 5 rumah, 18 motor hingga 3 mobil yang habis terbakar di dusunnya.

“Kalau sekitar 5 rumah ada itu yang dibakar. Kalau sepeda motor ada sekitar 18. Kalau mobil ada sekitar 3. Termasuk mobil saya yang juga ikut terbakar. Dan ada 1 motor di dalam rumah saya yang juga ikut terbakar,” ujar SA.

SA lalu memberitahukan aksi anarkisti itu kepada perangkat desa. Hingga tak berselang lama, polisi datang ke lokasi.

“Sekitar 1,5 jam polisi datang. Itu berarti polisinya sudah ngebut itu. Tapi sebelum polisi datang, para pelaku sudah pergi ke arah timur,” kata SA.

Tak hanya itu, SA mengungkapkan ada sekitar 35-an pelaku yang menyerang dusunnya.

“Saya perkirakan jumlahnya sekitar 35 orang. Boncengan motor dan mengenakan penutup wajah,” ungkap SA.

Massa, lanjut dia, juga membawa lampu senter yang disorotkan ke tiap rumah yang dirusak. Sambil merusak, mereka juga berteriak menyuruh penghuni rumah keluar.

“Lampu (senter) disorotkan ke rumah-rumah, termasuk ke rumah saya. Mereka berteriak menyuruh kami keluar. Lalu melempari rumah kami dengan batu,” kata SA.

Menurut dia, OTK juga membawa senjata tajam. Sebab, ada kerabatnya yang sempat dikalungi celurit ketika ke luar rumah.

“Ada saudara saya yang sempat dikalungi celurit. Alhamdulillah kemudian dilepas dan tidak diapa-apakan,” tutur SA.

Para penyerang itu, sambung SA, datang dari arah Timur. Di mana, itu merupakan jalur menuju Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi. Desa Mulyorejo memang desa di Jember yang lokasinya berbatasan dengan Kecamatan Kalibaru, Banyuwangi.

“Saya tidak tahu pelakunya orang mana. Yang jelas mereka datang dari Timur. Di Timur itu, Dusun Baban Timur berbatasan dengan Kecamatan Kalibaru, sudah masuk Banyuwangi,” katanya..

SA sendiri menjadi salah satu korban keberingasan massa yang menyerang tempat tinggalnya. Rumahnya dibakar hingga rata dengan tanah. Tidak hanya itu, toko dan gudang selep miliknya juga ludes.

“Juga motor milik tetangga yang dititipkan ke rumah saya juga ikut terbakar. Juga mobil pikap Toyota Kijang saya ikut hangus terbakar,” terangnya.

SA bersama istrinya kini tinggal di rumah salah satu kerabatnya di Desa Pace, Kecamatan Silo. Dia bersama istrinya mengaku trauma dan syok atas peristiwa tersebut.

“Terutama istri saya, syok sekali setelah melihat rumah kami ludes terbakar. Tidak ada yang tersisa, termasuk perabotan rumah,” pungkas SA. (Kay)

 

Iklan 7

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

KPK Panggil Direktur Kementerian ESDM di Kasus Baru Bupati PPU

KPK memanggil Direktur Pembinaan Program dan Migas dari Direktorat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yakni Dwi Anggoro. Dwi diperiksa sebagai saksi dalam...

Gaya Hidup

5 Tanda Dia Punya Hati Tulus Menyayangimu

Ketika di masa pendekatan, biasanya ada upaya untuk bisa saling mengenal satu sama lain. Selain itu, kita perlu meyakinkan ada hati yang tulus menyayangi sebelum melangkah...

5 Cara Redakan Rasa Marah

Peristiwa

Sebuah Mobil Terbalik di Setra Desa Adat Sidemen Bali

Sebuah mobil jenis Suzuki Splash dengan nomor polisi DK 1178 CU terbalik di setra (kuburan) Desa Adat Sukahet, Kecamatan Sidemen, Kabupaten Karangasem, pada Rabu...

Hukum

Asyik Nyabu, Oknum Pegawai Honorer Dinas Pertanian Sumsel Digrebek

Polisi menggerebek seorang oknum pegawai honorer Dinas Pertanian Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) berinisial RE (26) saat tengah asyik mengisap sabu. Petugas lapangan pertanian atau...

Iklan 6