Modus Tamu Undangan, Emak-emak Curi Emas di Rumah Mantan Pj Bupati Lampung Timur

Kasus pencurian dengan modus tamu undangan terjadi, Kediaman mantan Pj Bupati Lampung Timur, Tauhidi, dimasuki maling saat sedang menggelar hajatan pesta pernikahan anaknya. Bahkan, maling yang masuk tersebut sempat curi emas dan sejumlah uang dari kamar anaknya.

Namun demikian, aksi maling yang ternyata seorang emak-emak tersebut berhasil tepergok pemilik rumah.

Diketahui, seorang perempuan paruh baya terpaksa diamankan warga, lantaran diduga melakukan pencurian di rumah warga Jalan Nunyai, Rajabasa, Bandar Lampung, Sabtu (11/6) siang.

Perempuan berinisial HS (37) tahun itu terbilang cukup nekat lantaran beraksi saat pemilik rumah sedang menggelar hajatan. Belum sempat kabur, pelaku dipergoki pemilik rumah saat sedang melancarkan aksinya. Akhirnya pelaku diserahkan warga ke pihak kepolisian setempat.

Pemilik rumah, Tauhidi menerangkan pelaku nekat masuk rumah saat sedang digelar pesta akad nikah anak bungsunya.

Awalnya tidak ada yang mencurigai pelaku, lantaran mengenakan pakaian layaknya tamu undangan. Tauhidi memergoki pelaku, saat dirinya hendak mengambil air wudhu di dalam kamar. Saat itu pelaku sempat menegur Tauhidi dan berpura pura kenal dengan dia.

“Saya kira dia ini dari EO, makanya saya gak curiga saat itu,” ujar Tauhidi, Senin (13/6).

Kendati demikian, lanjut Tauhidi ternyata anak perempuannya lah yang mencurigai gerak gerik pelaku. Sehingga dikejar sampai ke area tenda, untuk memastikan perempuan yang dicurigai tersebut.

“Anak saya curiga karena gak kenal dengan orang itu, pas dia lagi di luar kita bawa ke dalam untuk diperiksa,” ujar mantan Pj Bupati Lampung Timur tersebut.

Ternyata benar, saat digeledah dalam tas yang dikenakannya berisi sejumlah perhiasan emas dan uang tunai. Saat itu juga pelaku mengaku telah mengambil barang milik korban, dengan modus berpura menjadi tamu undangan.

“Kita tanya kenapa bisa sampai ke sini, kata dia karena lihat ada janur di depan jalan itu,” jelasnya.

Menurut Tauhidi, pelaku membantah datang ke lokasi tersebut dengan beberapa orang lainnya.

Namun dari rekaman CCTV rumah, tampak pelaku datang dengan temannya mengendarai sepeda motor.

“Pengakuannya cuma sendiri, kita lihat KTP nya dia ini warga Sukarame,” papar Tauhidi.

Tauhidi menjelaskan, barang yang sudah dimasukkan ke dalam tas pelaku berupa 5 gelang dan cincin emas serta uang tunai hampir Rp 8 juta.

Perhiasan tersebut merupakan milik anak Tauhidi yang disimpan di kamar lantai 2 rumah.

“Jadi setelah mengambil perhiasan anak saya, dia ini turun dan masuk ke kamar saya.”

“Kalau di kamar saya tidak ada yang hilang karena kepergok saya waktu mau ambil wudhu,” terang  Tauhidi.

Tauhidi menyatakan telah menyerahkan proses selanjutnya ke pihak Kepolisian setempat.

“Sudah, jadi setelah kita bongkar isi tasnya langsung kita serahkan ke Polsek Kedaton,” ujar Tauhidi.

Sementara itu, Kapolsek Kedaton Kompol Atang Syamsuri membenarkan adanya peristiwa tersebut. Namun dirinya tak dapat memberikan keterangan lebih lanjut, lantaran proses penyidikan dilakukan di Polresta Bandar Lampung.

“Untuk proses selanjutnya sudah kita limpahkan ke Polresta,” kata Atang.

Terpisah, Kasatreskrim Polresta Bandar Lampung Kompol Dennis Arya Putra mengatakan pelaku sedang dimintai keterangan oleh petugas. Oleh karena itu, pihaknya belum dapat membeberkan identitas pelaku.

“Nanti setelah diperiksa akan kami sampaikan kembali,” papar Dennis.

Di sisi lain, Kapolsek Kedaton Kompol Atang Syamsuri melalui Panit Reskrim Aiptu Kiki Sumarki mengungkapkan, jika pelaku merupakan seorang residivis kasus serupa.

“Menurut keterangan tersangka pernah melakukan pencurian dengan modus serupa di tahun 2014,” jelas Kiki, Selasa (14/6).

Kiki mengatakan, tindak pidana yang dilakukan tersangka HS terjadi di wilayah hukum Polsek Sukarame.

Kendati demikian pihaknya tidak mendalami pencurian yang dilakukan pada tahun 2014 tersebut.

“Fokus kita proses penyidikan mengenai tindak pidana yang tersangka lakukan sekarang ini,” jelas Kiki.

Kiki mengatakan saat ini tersangka sudah dilakukan penahanan di rutan Mapolresta Bandar Lampung.

Itu dilakukan lantaran Mapolsek Kedaton tidak memiliki ruang tahanan khusus perempuan.

“Untuk perkaranya tetap lanjut, bahkan sudah kita terbitkan SPDP (surat pemberitahuan dimulainya penyidikan)-nya,” terang Kiki.

Atas perbuatannya, tersangka HS yang tercatat sebagai warga Korpri Jaya, Sukarame, Bandar Lampung ini bakal dijerat Pasal 362 KUHPidana.

Sesuai bunyi pasal yang dipersangkakan, tersangka dikenakan ancaman pidana penjara paling lama 5 tahun.

Sementara itu, Kapolsek Sukarame Kompol Warsito membenarkan jika tersangka HS pernah dilaporkan karena kasus yang sama. Namun Warsito tidak mengetahui detail kerugian materil yang dialami korban pada saat itu.

Termasuk vonis yang dijatuhkan kepada tersangka sehingga mendekam di balik sel tahanan. Itu dikarenakan Warsito belum menjabat sebagai Kapolsek setempat.

“Saya tahunya itu saja, iya dia residivis,” singkat Warsito. (Kay)

 

 

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pakai Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor Tidak akan Kena Tilang

Pengendara motor yang menggunakan sandal jepit dipastikan oleh polisi tidak akan ditilang. Namun, polisi akan terus mengimbau kepada pengendara motor agar tidak riding menggunakan...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

Geger! Jasad Pelajar SMP Tergeletak di Semak-Semak di Langkat dengan Posisi Rok Tersingkap

Warga digegerkan oleh penemuan jasad seorang siswi SMP berinisial ASS (14) di semak-semak seputaran wilayah bekas sanggar Pramuka, Komplek PT Pertamina RU II Pangkalan...

Hukum

PN Tanjungkarang Vonis Bebas Napi Pengendali 92 Kg Sabu

Muhammad Sulton, Seorang narapidana pengendali penyelundupan narkoba sebesar 92 kg sabu divonis bebas oleh Pengadilan Negeri (PN) Tanjungkarang. Padahal, Sulton, yang sedang menjadi tahanan...