Meta Digugat karena Memanen Data Keuangan dari Perusahaan Pajak

Meta digugat sekelompok penggugat anonim karena diduga mengumpulkan informasi keuangan pembayar pajak yang sensitif dari perusahaan persiapan pajak elektronik utama Amerika Serikat (AS). Perusahan itu membagikannya tanpa persetujuan pemiliknya.

Sekelompok aonim tersebut mengajukan gugatan meta di pengadilan federal California, AS, belum lama ini. Menilik ke belakang, investigasi The Markup baru-baru ini mengungkapkan H&R Block, bersama dengan situs web persiapan pajak populer lainnya seperti TaxAct dan TaxSlayer, telah mengirimkan informasi keuangan sensitif pengguna ke Meta melalui alat pelacakan Pixel-nya.

Pixel adalah bagian dari kode yang dapat disematkan perusahaan di situs web mereka sehingga mereka dapat melacak aktivitas pengunjung dan mengidentifikasi pengguna Facebook dan Instagram untuk ditargetkan dengan iklan.

Data, tidak hanya mencakup informasi seperti nama dan alamat email tetapi informasi yang lebih rinci, termasuk data tentang pendapatan pengguna, status pengarsipan, jumlah pengembalian uang, dan jumlah beasiswa perguruan tinggi.

Meta kemudian dapat menggunakan informasi dari perusahaan persiapan pajak untuk memperkuat algoritme periklanannya dan dikumpulkan terlepas dari apakah orang yang menggunakan layanan pengajuan pajak tersebut memiliki akun di Facebook atau platform lain yang dioperasikan oleh Meta.

Namun, ketiga layanan persiapan pajak telah mengubah pengaturan Pixel mereka untuk berhenti mengirimkan informasi atau telah mengevaluasi kembali cara mereka menggunakan Pixel pada saat laporan The Markup keluar.

Meski begitu, TaxAct masih mengirimkan informasi keuangan ke Google Analytics. Melansir Engadget, Senin, 5 Desember, Meta mengatakan pengiklan dilarang membagikan informasi pribadi dan menggunakan sistem otomatis yang dapat memfilter konten sensitif yang dikirim melalui Pixel.

Penggugat anonim itu mengakui dalam keluhan mereka jika Meta memang mewajibkan bisnis yang menggunakan Pixel untuk memiliki hak yang sah untuk mengumpulkan, menggunakan, dan membagikan data pengguna sebelum memberikan informasi apa pun kepada perusahaan.

Tetapi, penggugat berpendapat Meta tidak berusaha untuk menegakkan aturan itu dan malah mengandalkan sistem yang rusak, mengakibatkan pelanggaran berulang dan terdokumentasi.

Diklaim, gugatan tersebut mencari status class action untuk orang-orang yang menggunakan layanan persiapan pajak yang disebutkan dalam laporan publikasi tersebut. Layanan itu sendiri, bagaimanapun, tidak disebutkan sebagai terdakwa dalam kasus ini.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Klarifikasi Suami Selingkuh dengan Ibu Mertua di Serang Banten

Klarifikasi Suami Selingkuh dengan Ibu Mertua di Serang Banten. Sebuah kisah perselingkuhan viral di TikTok baru-baru ini. Kasus dugaan suami selingkuh dengan ibu mertua ini...
- Advertisement -

Gaya Hidup

Kembang Api Selalu Jadi Simbol Malam Pergantian Tahun, Berikut Asal Usulnya

Saat ini, kembang api telah menjelma menjadi simbol perayaan di seluruh dunia. Kembang api mengalami perkembangan yang sangat siginifikan, dari zaman Tiongkok kuno hingga...

Peristiwa

Geger! Pria di Jakarta Timur Ditemukan Tewas Tersengat Listrik

AG (55) tahun, Seorang pria dilaporkan tewas tersengat listrik dan terjepit di antara toren air isi ulang di Jalan Permata 2, Kampung Melayu, Jakarta...

Hukum

Bejat! Pria Paruh Baya di Bukittinggi Ditangkap Cabuli Remaja Laki-Laki

IG (46) tahun, Seorang pria paruh baya ditangkap polisi atas dugaan mencabuli anak bawah umur pada Sabtu 28 Januari 2023. Kasat Reksrim Polresta Bukittinggi, AKP...

Iklan3