Menteri ESDM Kunjungi Smelter Freeport, Sudah Telan Dana Rp 14,5 T

Menteri ESDM (Energi dan Sumber Daya Mineral), Arifin Tasrif, menengok perkembangan pembangunan smelter PT Freeport Indonesia (PTFI) di Kabupaten Gresik, Jawa Timur. Belum sampai separuh target, proyek itu telah menelan dana USD 1 miliar atau sekitar Rp 14,5 triliun (Asumsi kurs Rp 14.500 per USD).

Menteri ESDM mengatakan, “Progresnya saya lihat terukur dan kini sudah mencapai 34,9 persen. Sedangkan biaya yang sudah dikeluarkan lebih dari USD 1 miliar. Ditargetkan sampai akhir tahun ini progresnya bisa mencapai 50 persen,” di lokasi proyek smelter di kawasan Java Integrated and Industrial Port Estate (JIIPE), Kabupaten Gresik, Jumat (29/7).

Dalam kunjungan itu, Menteri ESDM didampingi Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Tony Wenas. Menteri ESDM Arifin menyatakan pemerintah akan terus mendorong percepatan pembangunan, salah satu upayanya adalah dengan adanya pengaturan mengenai pertambangan, serta regulasi mengenai keharusan hilirisasi.

“Kami harapkan kuartal kedua tahun 2023 konstruksi sudah selesai,” kata Menteri ESDM, berharap, dikutip dari KumparanBisnis pada Sabtu 30 Juli.

Tony Wenas mengakui, progres pembangunan saat ini sudah cukup bagus, dan melebihi dari yang telah ditargetkan, yakni mencapai 34,9 persen. Diharapkan, hingga akhir tahun 2022 progres pembangunan Smelter Freeport bisa mencapai 50 persen, dengan biaya yang dikeluarkan sekitar USD 1,5 miliar.

“Untuk sekarang yang sudah kami kerjakan adalah beberapa pailing (pondasi tiang pancang) telah terpasang, yakni mencapai 11 ribu dari total 16 ribu pailing atau 65 persen, dengan kongkret pouring mencapai 20 ribu meter kubik, dari rencana total sekitar 220 ribu meter kubik,” ujarnya.

Ia mengatakan, aktivitas pembangunan hingga kini terus dilakukan secara intensif. Proyek digarap kontraktor Jepang PT Chiyoda International Indonesia (CII), dengan fokus pekerjaan pemadatan lahan. Proyek ini juga melibatkan BUMN PT Adhi Karya, serta beberapa kontraktor lokal lainnya.

BACA JUGA  Menko Luhut Pastikan Pemanfaatkan Optimal E-Katalog untuk Belanja PDN

Ia menargetkan, konstruksi fisik pembangunan smelter Freeport rampung secara total pada akhir tahun 2023. Bukan hanya smelter Manyar, namun juga ekspansi PT Smelting yang sudah beroperasi, akan ditambah sebesar 300 ribu ton.

“Untuk mulai produksi, kami rencanakan pada Mei 2024,” kata Tony, menjelaskan.

Presdir PTFI itu mengakui, pandemi COVID-19 menjadi kendala pengerjaan proyek tersebut selama dua tahun terakhir. Tapi dengan penjadwalan ulang yang telah disepakati bersama, kini proyek smelter tembaga single line terbesar di dunia telah kembali ke jalur progres semula.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung. Ki Ageng Rangga Sasana, atau yang lebih dikenal publik dengan panggilan Lord Rangga, dikabarkan meninggal...
- Advertisement -

Gaya Hidup

Tren Perawatan Sulam Bedak Meningkat, Kenali Manfaat dan Risikonya

Sulam bedak merupakan tren perawatan kulit wajah asal Korea Selatan yang tengah populer. Meski dapat mencerahkan dan menutupi noda di kulit, perawatan kulit ini...

Peristiwa

Pria 49 Tahun di Balikpapan Tersetrum Tegangan Tinggi saat Mengecat Ruko

Saat sedang mengecat sebuah ruko di kawasan Belakang BCA, Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, seorang pria bernama Riski (49) tersentrum listrik tegangan tinggi pada...

Hukum

Polisi Tangkap Pelaku Pembacok Pelajar SMP di Yogya

Polisi berhasil menangkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan seorang pelajar SMP di Yogyakarta berinisial M (14) mengalami luka di bagian wajah. Pelaku diketahui menyabetkan sabuk...

Iklan3