Menkeu: G20 Amankan 1,1 Miliar Dolar AS Dana Perantara Keuangan untuk Penanganan Pandemi

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan bahwa para anggota G20 telah berhasil mengamankan dana sebesar 1,1 miliar Dolar Amerika Serikat (AS) untuk Dana Perantara Keuangan atau Financial Intermediary Fund (FIF).

Menkeu mengatakan, “Dengan senang hati saya sampaikan bahwa komitmen kontribusi sejumlah hampir 1,1 miliar Dolar AS telah diamankan untuk FIF guna pencegahan, kesiapsiagaan, dan respons pandemi. Angka tersebut sudah termasuk kontribusi sebesar 50 juta Dolar AS dari Indonesia,” pada the First G20 Joint Finance and Health Ministers’ Meeting (JFHMM) di bawah Presidensi G20 Indonesia, yang digelar secara hybrid, dilansir dari Setkab pada Kamis (23/06).

Sri Mulyani menjelaskan, langkah ini sejalan dengan arahan Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) yang menjadikan agenda bidang kesehatan global sebagai salah satu prioritas pada Presidensi G20 Indonesia. Salah satunya melalui komitmen Indonesia untuk memberikan hasil nyata dengan mendukung dan berkontribusi pada proposal pendirian FIF.

Mengenai FIF, para menkeu dan menteri kesehatan (menkes) negara G20 menyepakati perlunya mekanisme pembiayaan multilateral baru yang didedikasikan untuk mengatasi kesenjangan pembiayaan untuk kesiapsiagaan, pencegahan, dan penanggulangan pandemi atau pandemic preparedness and response (PPR). Para menkeu dan menkes tersebut menyambut baik perkembangan FIF yang ditempatkan di Bank Dunia selaku wali amanat, dan akan terus membahas tata kelola dan pengaturan operasional FIF menjelang rencana pengumuman formal pembentukannya pada Konferensi Tingkat Tinggi (KTT) para pemimpin G20 pada bulan November mendatang.

Mengenai masalah pengaturan koordinasi antara keuangan dan kesehatan PPR yang lebih luas, para menkeu dan menkes G20 umumnya sepakat tentang perlunya peningkatan koordinasi antara keuangan dan kesehatan agar lebih siap menghadapi pandemi di masa depan. Para menkeu dan menkes memberikan arahan agar dilakukan pembahasan lebih lanjut tentang pengaturan koordinasi antara keuangan dan kesehatan.

BACA JUGA  Kejati Sumut Selamatkan Keuangan Daerah Sebesar Rp715 Miliar

Pada kesempatan tersebut, Menkeu Sri Mulyani juga mengapresiasi peran sentral Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dalam memerangi pandemi, dan pentingnya memasukkan suara negara-negara berkembang dalam pengaturan kelembagaannya untuk menciptakan sistem pencegahan dan respons pandemi yang paling efektif. Selain itu, Menkeu juga mengingatkan semangat inklusivitas dalam penanganan pandemi global.

Sebagai informasi, pertemuan JFHMM diselenggarakan untuk berdiskusi serta meminta arahan dari para menkeu dan menkes G20 tentang beberapa kemajuan yang telah dicapai oleh Joint Finance and Health Task Force (JFHTF). Hal tersebut antara lain mengenai perkembangan dari pembentukan FIF untuk PPR pandemi, serta mengembangkan rencana koordinasi antara keuangan dan kesehatan untuk PPR. Hasil pertemuan tersebut akan menjadi bagian diskusi pertemuan menteri keuangan dan gubernur bank sentral di bulan Juli mendatang dan akan ditindaklanjuti pada JFHTF selanjutnya dalam rangka menuju JFHMM ke-2 yang akan diselenggarakan pada November 2022.

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pakai Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor Tidak akan Kena Tilang

Pengendara motor yang menggunakan sandal jepit dipastikan oleh polisi tidak akan ditilang. Namun, polisi akan terus mengimbau kepada pengendara motor agar tidak riding menggunakan...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

PBB: Turki Pilihan Terbaik untuk Mengirim Tim Penyelamat ke Afghanistan

Perserikatan Bangsa-Bangsa tidak memiliki kemampuan pencarian dan penyelamatan di Afghanistan dan Turki "dalam posisi terbaik" untuk menyediakannya menyusul gempa mematikan di Afghanistan pada Rabu,...

Hukum

Tak Ikut Promosi Film, Nirina Zubir Kecewa Sidang Kasus Mafia Tanah Malah Ditunda

Nirina Zubir masih menjalani proses hukum terkait kasus dugaan mafia tanah. Seperti diketahui, sang mantan ART, Riri Khasmita disebut menggelapkan aset tanah milik ibunda...