Mantan Gubri, Annas Maamun Divonis 1 Tahun Penjara dan Denda Rp 100 Juta

Mantan Gubernur Riau (Gubri) Annas Maamun divonis 1 tahun penjara dan denda Rp100 juta oleh Hakim Pengadilan Negeri Pekanbaru.

Mantan Gubri ini terbukti melakukan tindak pidana korupsi Rancangan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (RAPBD) tahun 2014 dan 2015 di Provinsi Riau. Pembacaan putusan ini dibacakan oleh Hakim Ketua Dahlan di Ruang Soebakhti lantai dua PN Pekanbaru, Kamis, 28 Juli 2022.

“Dengan ini terdakwa Annas Maamun terbukti melakukan tindak pidana korupsi dan dijatuhkan hukuman 1 tahun penjara serta denda Rp100 juta subsider 2 bulan,” ungkap hakim dikutip dari riauonline.co.id, Kamis (29/7/2022).

Jika melihat dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Komisi Pemberantasan Korupsi (JPU KPK), vonis Annas Maamun tentu lebih rendah.

JPU menuntut mantan Gubri ini dengan tuntutan 2,5 tahun penjara dan denda Rp150 juta pada sidang dugaan korupsi RAPBD tahun 2014 dan 2015 di Provinsi Riau.

Sebelumnyai, Annas Maamun, menuding Wan Amir Firdaus sebagai inisiator pemberian uang kepada anggota DPRD Riau periode 2009-2014. Uang itu untuk memuluskan pembahasan RAPBD-P 2015 dan RAPBD 2015 oleh anggota dewan tersebut.

Hal itu disampaikan Annas Maamun ketika memberikan tanggapan atas keterangan Wan Amir dan Suwarno saat bersaksi di Pengadilan Tipikor pada Pengadilan Negeri Pekanbaru, Rabu, 8 Juni 2022. Wan Amir bersaksi selaku Asisten II Sekretariat Daerah Provinsi Riau (Setdaprov) Riau.

Selain itu, JPU KPK juga menghadirkan saksi M Yafiz selaku kepala Bappeda Riau, M Abduh, Kabag Administrasi Perencanaan Setdaprov Riau, Catur Haryadi, PNS Bappeda Riau dan Roni Bowo Leksono, Kabid Penelitian dan Kerja Sama Pembangunan Bappeda Riau.

Annas Maamun yang mengikuti persidangan secara virtual dari Rumah Tahanan Negara (Rutan) Kelas I Pekanbaru dengan lantang menyebutkan kalau saksi-saksi yang hadir di persidangannya ikut terlibat. Dia meminta agar saksi itu juga diproses seperti dirinya.

BACA JUGA  Kejagung Sita Rp20 Miliar Aset Tersangka Korupsi Asabri

“Saksi (Wan Amir Firdaus, red) ikut terlibat. Dan yang yang jadi inisiator (pemberian uang) adalah saksi (Wan Amir), begitu juga yang (inisiator) melakukan pertemuan,” pungkas Annas Maamun.

Wan Amir, kata Annas Maamun, adalah orang yang paling berperan. “Cuma saya salah, tidak menegur,” tegas mantan Gubri ini.

Iklan 7

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

KPK Panggil Direktur Kementerian ESDM di Kasus Baru Bupati PPU

KPK memanggil Direktur Pembinaan Program dan Migas dari Direktorat Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), yakni Dwi Anggoro. Dwi diperiksa sebagai saksi dalam...

Gaya Hidup

3 Cara Cerdas Membuat Lilin Tahan Lama

Lilin merupakan sumber penerangan yang terdiri dari sumbu yang diselimuti oleh bahan bakar padat. Sebelum abad ke-19, bahan bakar yang digunakan biasanya adalah lemak...

Peristiwa

Angin Puting Beliung sebabkan Pohon Tumbang hingga Kuburan Terbongkar di Pematangsiantar

Bencana angin puting beliung menerjang Kota Pematangsiantar, Sumatra Utara (Sumut). Sejumlah pohon tumbang yang menyebabkan kuburan warga terbongkar. Dampak angin puting beliung tersebut, kompleks permakanan,...

Hukum

Pesta Sabu, 4 Pria di Pesawaran Ditangkap Polisi

Jajaran unit satnarkoba Polsek Gadingrejo menggerebek sebuah lokasi yang diduga mengadakan pesta narkoba di dua lokasi berbeda di pekon Gadingrejo Utara. Sebanyak empat pria...

Iklan 6