KKP Buka Peluang Produk UKM Jangkau Pasar Ekspor

- Advertisement -
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Badan Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM), Hari Maryadi, menegaskan komitmennya dalam mendampingi produk para pelaku usaha untuk merambah pasar ekspor. Bukan hanya yang besar melainkan juga skala kecil dan menengah (UKM).

“Melalui pendampingan quality assurance, kita ingin tunjukkan bahwa produk UKM bisa tembus pasar internasional,” kata Hari di sela peluncuran Quality Assurance Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan dari Hulu Sampai Hilir Kampung Budidaya Bandeng, di Kabupaten Gresik, Provinsi Jawa Timur, Kamis (21/4/2022).

Dalam kesempatan itu, Hari menjamin jajarannya siap bergerak cepat dan responsif dalam memenuhi kebutuhan administrasi para pelaku usaha. Mulai dari sertifikat cara penanganan ikan yang baik (CPIB) hingga penerbitan sertifikat hazard analysis and critical control point (HACCP), semua bisa diajukan ke unit pelaksana teknis (UPT) BKIPM di daerah terdekat.

“Kami siap memberikan layanan prima, 47 UPT BKIPM di seluruh Indonesia siap mengawal dan membantu para pelaku usaha menerbitkan syarat yang dibutuhkan untuk ekspor,” ujarnya, dilansir dari laman InfoPublik.

Sebagai bentuk nyata komitmen tersebut, Hari menyebut tahun ini, BKIPM menargetkan penerbitan 10.000 sertifikat CPIB. Sertifikat ini, kata dia, menjadi pintu masuk bagi pelaku usaha sebelum merambah pasar ekspor.

“Dengan punya CPIB, bisa dibilang satu langkah bapak/ibu sudah berada di pintu ekspor, dan HACCP semakin melengkapi langkah tersebut,” terang Hary.

Dengan memiliki sertifikat lengkap, Hari optimistis bisa meminimalisir penolakan ekspor dari negara tujuan, terlebih per November 2021, produk Indonesia sudah diterima di 171 dari 195 negara anggota PBB. Dia berharap, perekonomian Indonesia semakin meningkat jika semakin banyak pelaku usaha yang berhasil menembus pasar ekspor.

BACA JUGA  Harga Bahan Pokok Mulai Melonjak Jelang Ramadan di Kendari

“Kami pastikan akan terus mengawal proses ini, karena ini amanat negara yang telah diberikan kepada kami,” tutupnya.

Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan (KP), Sakti Wahyu Trenggono, memastikan peningkatan kinerja layanan sertifikasi jaminan mutu produk perikanan yang dihasilkan oleh pelaku usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di wilayah Jawa Timur.

Hal itu menyusul launching Quality Assurance Sistem Jaminan Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan dari Hulu sampai Hilir pada Kampung Budidaya Bandeng Gresik di Pudak Galeri UMKM Gresik, Kabupaten Gresik

Tinggalkan Balasan

- Advertisement -

Must Read

Gaya Hidup

Alami Rambut Berminyak, Ketahui Cara Mengatasinya

Rambut berminyak sering kali terlihat kusam, mengilap, dan susah diatur. Hal ini tentu membuat Anda alami tidak nyaman dan terganggu. Namun, Anda tidak perlu...

Peristiwa

Truk Engkel Alami Pecah Ban hingga Terguling di Tol Purwodadi-Malang

Kecelakaan tol kembali terjadi, Sebuah truk pecah ban terlibat kecelakaan di Tol Purwodadi-Malang Km 68+A atau arah Surabaya-Malang. Tidak ada korban jiwa dalam kecelakaan...

Hukum

Pemilik Depot Air Minum di Sumut Ditangkap setelah Sembunyikan Sabu 1,4 Gram di Dalam Genset

Seorang pemilik usaha Depot air minum di Mandailing Natal, Sumatera Utara (Sumut) ditangkap polisi. Diketahui, tempat tersebut sering dijadikan tempat transaksi narkoba jenis sabu. Awalnya,...