KKP- AP II Beri Edukasi Karantina Ikan Lewat Neptune TV

Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) menggandeng PT Angkasa Pura (AP) II untuk mengedukasi masyarakat tentang proses karantina dan pengujian mutu produk perikanan yang menjadi syarat utama ekspor-impor.

Edukasi karantina tersebut berupa tayangan dokumenter yang disiarkan melalui kanal Neptune TV.

Mengangkat judul ‘Borderline Ekspor Impor’, dokumenter KKP itu mengupas secara mendalam proses ekspor-impor produk perikanan melalui Bandara Soekarno-Hatta di Kabupaten Tangerang, Provinsi Banten.

Mulai dari penerbitan sertifikasi produk perikanan dan ikan hidup, proses uji sampel di laboratorium, program percepatan ekspor, hingga langkah mengurai kendala yang dihadapi eksportir melalui layanan berbasis teknologi.

“Sertifikat itu menjelaskan bahwa ikan maupun produk perikanan yang tercantum di dalamnya misalnya udang, tuna, kakap atau ikan hidup seperti kepiting, lobster, ikan hias, dinyatakan bebas dari hama penyakit ikan karantina, kemudian juga memenuhi syarat mutu,” urai Plt. Kepala BKIPM Hari Maryadi dalam tayangan film berdurasi 27 menit di Bandara Soetta, Sabtu (23/4/2022).

Dokumenter ‘Borderline Ekspor Impor’ juga mengupas mekanisme pemusnahan produk perikanan impor yang tidak sesuai ketentuan. Salah satunya karena terkontaminasi bakteri atau parasit yang jika diizinkan beredar dapat mengancam kesehatan masyarakat pengonsumsi dan berpotensi merusak ekosistem perikanan di Indonesia.

Direktur Utama PT AP II, Muhammad Awaluddin, menyambut baik sinergi bersama KKP dalam mengedukasi masyarakat mengenai proses ekspor-impor produk perikanan, khususnya yang dilalulintaskan melalui bandara.

Awaluddin bahkan mendukung adanya kolaborasi lain yang dapat mendorong peningkatan eksistensi produk perikanan Indonesia di pasar global.

“Kami dari PT AP II sangat mendukung sekaligus mendorong kolaborasi bersama KKP, dalam hal ini BKIPM. Sehingga pekerjaan-pekerjaan yang bisa disinergikan dapat dimaksimalkan dengan memanfaatkan fasilitas infrastruktur dan sumber daya yang dimiliki masing-masing pihak,” terangnya, dilansir dari laman Infopublik.

BACA JUGA  Pertamina Salurkan Bantuan untuk Korban Gempa Pasaman Barat

“Harapan kita bersama, produk-produk perikanan Indonesia ke depan semakin maju, semakin dikenal di pasar global,” pungkas Awaluddin.

Sementara itu, Asisten Khusus Menteri Kelautan dan Perikanan, Doni Ismanto, mengatakan konten-konten yang ditawarkan Neptune TV memang dimaksimalkan untuk memberikan literasi tentang perkembangan sektor kelautan dan perikanan bagi masyarakat.

“Film itu berusaha menumbuhkan kesan mendalam tentang sinergi antara KKP dalam hal ini satuan kerja BKIPM dengan perangkat dan infrastruktur di Bandara Soekarno-Hatta dalam memberikan pelayanan karantina serta mutu produk perikanan. Kita ingin masyarakat tahu di balik pelayanan yang prima ada orang-orang hebat dan penuh dedikasi yang bekerja keras,” katanya.

Diharapkannya, usai menonton dokumenter singkat tersebut, masyarakat bisa mendukung pengelolaan produk perikanan sesuai dengan kaidah karantina dan mutu jika ingin melakukan ekspor melalui bandara dan memahami ada produk-produk perikanan yang dilarang untuk diperdagangkan.

“Upaya penyelundupan dengan berbagai media baru selalu ada. Dengan literasi yang tinggi kita harapkan masyarakat makin sadar akan tanggungjawabnya terhadap lingkungan dan hukum,” tutupnya.

Sebagai informasi, dokumenter ‘Borderline Ekspor Impor’ dapat dinikmati secara gratis di akun youtube resmi KKP, aplikasi video MAXstream dan juga layanan IndiHome pada kanal Neptune TV.

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

3 Tersangka Korupsi Dana Covid 19 Sebesar Rp61 Miliar Diserahkan ke Kejaksaan Tinggi

Tiga tersangka beserta barang bukti kasus korupsi dana penanganan dampak ekonomi Covid-19 pada Dinas Pangan dan Setda Kabupaten Minahasa Utara (Minut) Tahun Anggaran (TA)...

Gaya Hidup

Kenali Perbedaan Alergi Matahari dan Terbakar Matahari

Alergi matahari dan terbakar matahari terkadang sulit dibedakan karena gejala yang muncul hampir serupa. Padahal, keduanya disebabkan oleh reaksi yang berbeda pada kulit. Nah,...

Peristiwa

Perkampungan di Malang Diserang Ratusan Kawanan Monyet Liar

Pemukiman warga Desa Mangliawan, Kecamatan Pakis, Kabupaten Malang dihebohkan dengan masuknya ratusan monyet liar ke rumah-rumah warga. Diketahui habitat monyet-monyet ini sebelumnya berada di...

Hukum

Cabuli Anak Bawah Umur, Sopir Asal Ponorogo Diringkus

Seorang pemuda asal Ponorogo dilaporkan ke Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Blitar karena melakukan tindakan pencabulan terhadap gadis di bawah umur asal...