Kesenian Khas Jembrana, Kendang Mebarung

Kesenian alat musik tradisional Bali yang pernah mencapai masa kejayaan pada tahun 1970-an yaitu Kendang Mebarung.

Kini terdapat sebelas sekaa kesenian kendang mebarung yang masih bertahan, salah satunya kelompok kendang mebarung dari Desa Pergung, Kecamatan Mendoyo, yang menjadi salah satu yang tertua di Jembrana.

Alat musik kesenian kendang mebarung ini hampir sama dengan kesenian Bali lain. Namun bedanya ada dua kendang besar. Panjangnya 2,20 meter, diameternya 80 centimeter bagian depan dan belakang 65 centimeter dan memiliki ketebalan kayu 4 centimeter.

Selain kendang, terdapat juga alat musik lain yang dimainkan masing-masing anggota kelompok kendang mebarung.

“Untuk membuat satu buah kendang itu menghabiskan sekitar 5 ekor dulang sapi (kulit sapi) pejantan yang bagus. Sapi pilihan,” kata ketua Sekaa Kendang Mebarung Adnyana Tunggal, Desa Pergung I Ketut Suandra.

Suandra menceritakan mulai mengikuti Sekaa Kendang Mebarung Adnyana Tunggal, Desa Pergung, sejak tahun 1986 atau saat masih usia 13 tahun. Saat itu, ia mengikuti jejak ayahnya yang juga menjadi bagian dari Kendang Mebarung.

Dari cerita orang tuanya, kesenian Sekaa Kendang Mebarung Adnyana Tunggal, Desa Pergung, ada sejak tahun 1950 silam, sempat mengalami masa kejayaan pada era tahun 1973. Selama itu, kesenian kendang mebarung sering digunakan untuk acara keluarga, mulai pernikahan, tiga bulanan dan ngaben.

“Kalau ada acara ngaben bisa tiga hari,” imbuhnya.

Pada zaman dulu, setiap musim panen, kendang mebarung sering diundang untuk hiburan rakyat. Namun saat ini, sudah jarang masyarakat mengundang kendang mebarung untuk hiburan rakyat.

“Kalau sekarang, kendang mebarung lebih sering digelar saat upacara,” ujarnya.

Kendang mebarung, beranggotakan 20 orang personel. Setiap anggota menabuh alat musik sesuai dengan keahliannya, misalnya reong, gangsa, sebagai pengiring kendang mebarung. Khusus penabuh kendang enam orang secara bergiliran ketika menabuh kendang.

BACA JUGA  Kementan Lakukan Pengawasan dan Mitigasi terhadap Hewan Kurban

“Karena capek kalau hanya satu dua orang. Jadi bergantian,” tambah Wayan Parmada, anggota lain Sekaa Kendang Mebarung Adnyana Tunggal.

Karena ada dua kendang itu, makanya disebut dengan kendang mebarung. Alunan suara dari alat musik yang dimainkan, tetap membentuk irama yang enak didengar.

Saat ini sebagian besar sudah lanjut usia, sehingga diharapkan generasi saat ini mempelajari kendang mebarung agar kesenian ini tidak hilang.

“Karena sudah zaman modern, jarang anak muda tertarik main kendang mebarung,” ujarnya.

Sebelum anak muda banyak yang kerja ke luar dari desa, kendang mebarung masih menjadi salah satu kesenian populer. Seiring perkembangan zaman, kendang mebarung mulai redup.

“Kendang ini harus dibangkitkan. Kalau saya sendiri tidak mampu rasanya. Jadi perlu ada minimal enam orang baru bisa dibangkitkan. Dan didukung biaya untuk perbaikan kendang,” ujarnya.

Kesenian kendang mebarung sebagai kesenian asli Jembrana, harus dilestarikan oleh generasi saat ini. “Waktu masih kecil masih ingat. Seiring liat dan mainin kendang. Sekarang regenerasi sulit,” ungkapnya.

Menurutnya, sebelum pandemi COVID-19 melanda, masih sering menggelar kendang mebarung. Namun sejak COVID-19 melanda, sudah tidak pernah lagi alat musik kendang mebarung ditabuh.

“Sebelum COVID masih sering. Tapi sejak covid tidak pernah dipukul, tidak keluar,” tukasnya.

Tinggalkan Balasan

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pakai Sandal Jepit Saat Mengendarai Sepeda Motor Tidak akan Kena Tilang

Pengendara motor yang menggunakan sandal jepit dipastikan oleh polisi tidak akan ditilang. Namun, polisi akan terus mengimbau kepada pengendara motor agar tidak riding menggunakan...

Gaya Hidup

Ini Cara Hilangkan Bau Badan agar Tidak Insecure

Bau badan yang tidak sedap disebabkan oleh keringat yang bercampur dengan bakteri. Hal ini bisa diatasi dengan cara perawatan tubuh dan menghindari makanan atau...

Peristiwa

Putra Buya Arrazy Hasyim Tewas Tertembak di Tuban

Peristiwa naas terjadi, Seorang balita yang masih berusia 3 tahun tewas karena tertembak senjata api (Senpi) di Desa Palang, Kecamatan Palang, Tuban. Korban diketahui...

Hukum

Mobil Anggota DPRK Pidie Digelapkan IRT

Seorang ibu rumah tangga (IRT) berinisial YT, warga Gampong Benteng, Kota Sigli, ditangkap polisi Selasa 21 Juni 2022. YT ditangkap karena diduga menggelapkan mobil...