Kesenian Jaranan di Bumi Markepung Jembrana Dilestarikan Warga Sekitar

Kesenian jaranan biasanya sering ditemukan di wilayah Jawa Timur dan di Jembrana Kesenian ini dilestarikan oleh komunitas warga keturunan Jawa yakni Kelompok Lestari Budoyo yang sudah berdomisili turun temurun di Jembrana.

Melansir dari Detikbali.com, kesenian jaranan umumnya digelar setiap ada acara masyarakat, seperti khitan dan pernikahan, sering mengundang ini sebagai hiburan rakyat. Iringan musik, nyanyian dengan lirik bahasa Jawa, serta tarian dari anak-anak dan orang dewasa menghipnotis penonton.

Hal ini juga identik dengan nuansa magis. Salah satu yang khas dengan kesenian ini, kuda terbuat dari papan yang dihias menyerupai kuda dan yang digunakan saat menari. Jaranan sendiri berasal dari kata jaran (bahasa Jawa) yang berarti kuda.

Dari segi alat musik yang digunakan, tidak jauh beda dengan peralatan gamelan Bali. Terdiri dari gong, saron atau dalam bahasa Bali angklung, hanya ditambah dengan seruling sebagai salah satu ciri khas dari jaranan.

Adanya kelompok pelestari kesenian jaranan ini, sebagai salah satu bukti keragaman Jembrana. Di mana, terdapat banyak seni, budaya dan tradisi yang masih dipertahankan. Tidak hanya kesenian yang memang asli Bali, tetapi juga kesenian dari luar Bali tetap dilestarikan.

“Kesenian ini sebagai bentuk pelestarian kesenian,” kata Sugiyanto (54), ketua kelompok Lestari Budoyo yang bermarkas di Dusun Pangkung Buluh, Desa Kaliakah, Kecamatan Negara, Jembrana, Bali.

Salah satu ciri khas dari kelompok Lestari Budoyo, mengusung tema Pancasila di awal penampilan. Lambang burung Garuda sebagai Lambang Pancasila. Lambang Garuda salah satu peralatan yang digunakan oleh penari, dibuat mirip sesuai dengan lambang Pancasila. Mulai dari warna, jumlah bulu dan perisai.

“Kesenian ini juga kami sisipkan wawasan kebangsaan mengenai cinta tanah air dan dasar negara,” ungkapnya.

BACA JUGA  Sebuah Bus Terbakar Akibat Korsleting di Jembrana

Menurutnya, seluruh anggota dari kelompoknya merupakan warga Jembrana yang leluhurnya perantauan dari Jawa. Agar kesenian Jawa tidak punah, warga berinisiatif untuk melestarikan.

“Selain sebagai pelestarian, hal ini sebagai hiburan rakyat,” imbuhnya.

Selain mengundang antusiasme menonton, setiap digelar banyak pedagang yang memanfaatkan untuk berjualan. Sehingga ekonomi masyarakat juga berjalan. Kelompok yang beranggotakan 40 orang termasuk pekerja. Untuk tarif sekali tampil, dibandrol hingga Rp 7 juta. Dengan waktu tampil hingga satu hari penuh.

“Biasanya kita mulai dari pagi jam 9, selesai biasanya jam 5 sore,” kata pria yang sering di sapa Sigit.

Selain ingin melestarikan jaranan yang hampir punah ini, lanjut Sigit, ia juga sering mengajak kolaborasi seni tari Bali ketika ada undangan untuk tampil.

“Pernah kita ajak kolaborasi anak-anak penari Bali, tari Margapati dan Pancasemerang,” ungkapnya.

Namun, kata Sigit, musik atau gong yang mengiringi tari Bali, masih menggunakan musik gong yang diputar lewat rekaman audio.

“Penabuhnya tidak lengkap seperti gamelan gong Bali umumnya. Kalau gamelan jaranan juga sedikit,” jelasnya.

Dirinya berharap, dengan adanya jaranan yang dia bangkitkan ini, bukan hanya semata mata ingin meraup penghasilan. Tetapi ingin lebih menjalin toleransi dalam keragaman seni dan budaya, terutama hal lainnya yang ada di Bali.

“Saya berharap jaranan ini, maupun yang lainnya bisa bangkit dan perhatian dari pemerintah juga kami sangat butuhkan,” pungkasnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Foto Kencan Kembali Bocor, Netizen Frustasi Agensi V dan Jennie Masih Bungkam

Sejak foto pertama yang diduga adalah V BTS dan Jennie BLACKPINK bocor pada bulan Mei tahun ini, penggemar dengan cemas menunggu YG Entertainment atau...

Gaya Hidup

3 Rekomendasi Susu Peninggi Badan yang Perlu kalian Ketahui

Memiliki tinggi badan ideal adalah impian hampir  semua orang. Banyak orang yang merasa tinggi badannya kurang ideal dan melakukan berbagai cara untuk menambah tinggi...

Peristiwa

Wanita di Jakarta Pusat Tabrakan Diri ke Kereta Api

N (28) tahun, Seorang wanita  mencoba menabrakkan diri ke kereta api yang melintas di pelintasan Stasiun Pasar Senen, Jakarta Pusat. Korban mencoba mengakhiri hidupnya...

Hukum

Miris! 4 Siswi SD di Pesisir Barat Dicabuli Penjaga Sekolah

Seorang penjaga sekolah dilaporkan oleh Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak dan Keluarga Berencana (DPPPAKB) Pesisir Barat (Pesibar) karena kasus pencabulan yang dilakukannya. Pelaku berinisial...

Iklan3