Kemenkumham Pindahkan 400 Narapidana Hindari Gangguan

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kanwil Kemenkumham) Sulawesi Selatan, memindahkan ratusan narapidana dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Narkotika dan Rumah Tahanan (Rutan) ke Unit Pelayanan Teknis (UPT) di Lapas lain, karena sudah melebihi kapasitas.

Kepala Divisi Pemasyarakatan Kemenkumham Sulsel, Suprapto mengatakan, “Untuk over kapasitas, kita mengirimkan sekitar 400 narapidana (narkotika) ke seluruh wilayah UPT di Sulsel,” melalui keterangan tertulisnya, Jumat (29/7/2022).

Mengutip dari Infopublik, pemindahan narapidana yang bermasalah kasus narkotika ini, kata Kemenkumham Suprapto, guna mengantisipasi gangguan keamanan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) agar bisa terkendali serta peredaran narkoba di Lapas maupun Rutan bisa diberantas.

Untuk kapasitas Rutan Makassar dari semula jumlahnya 1.800 orang tahanan maupun narapidana kini berkurang menjadi 1.300 orang.

Begitu pula Lapas Narkotika Bolangi Gowa, hampir 1.300 orang juga dikurangi. Dan 400 orang itu telah disebar ke semua UPT di wilayah Sulsel.

“Kita mengambil langkah itu dengan mendistribusikan keseluruhan daerah agar menghindari kepadatan maupun pelanggaran atau gangguan HAM bisa kita hindarkan selain itu bisa kita tingkatkan pelayanan,” katanya.

Selain kepadatan, langkah antisipasi juga dilakukan menyusul ditemukannya penyelundupan narkoba oleh tim khusus yang telah bentuk Kepala Kanwil Kemenkumham, Liberti Sitinjak, dengan beragam modus di Lapas Klas II B Takalar belum lama ini.

Suprapto mengemukakan, langkah tegas dilakukan dengan menarik petugas Lapas setempat yang terindikasi membantu penyelundupan narkotika itu masuk Lapas untuk diperiksa, walaupun belum ada bukti-bukti pendukung namun tetap menjadi perhatian serius.

Sejauh ini, tim khusus yang dibentuk telah dilatih kejeliannya, maupun deteksi dini, serta dibekali ilmu intelejen bagaimana mengembangkan informasi mengungkap jaringan peredaran narkoba di Rutan maupun Lapas.

BACA JUGA  Seorang Bocah Dianiaya Oleh Ibunya Sendiri di Kalbar

Saat ini sudah ada 66 orang tim khusus dan akan ditambah lagi angkatan kedua yang kini sedang mengikuti pelatihan.

“Mereka dibekali kemampuan intelijen, dan sementara berlatih di Mako Brimob Polda Sulsel dalam rangka antisipasi kejadian pelanggaran HAM di daerah-daerah,” kata Suprato

Mengenai dengan tim khusus atau skuad yang dibentuk itu, tambah dia, telah ditempatkan di beberapa UPT. Bahkan sudah ada BKO atau bantuan personil tim khusus disiapkan.

“Kita membentuk tim khusus untuk di BKO-kan. Ada 40 orang, nantinya mereka diperbantukan ataupun dibagi ke seluruh daerah yang membutuhkan tenaga khusus,” tuturnya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

Must Read

- Advertisement -

Hot News

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung

Pendiri Sunda Empire, Lord Rangga Meninggal Dunia Karena Sakit Jantung. Ki Ageng Rangga Sasana, atau yang lebih dikenal publik dengan panggilan Lord Rangga, dikabarkan meninggal...
- Advertisement -

Gaya Hidup

Tren Perawatan Sulam Bedak Meningkat, Kenali Manfaat dan Risikonya

Sulam bedak merupakan tren perawatan kulit wajah asal Korea Selatan yang tengah populer. Meski dapat mencerahkan dan menutupi noda di kulit, perawatan kulit ini...

Peristiwa

Pria 49 Tahun di Balikpapan Tersetrum Tegangan Tinggi saat Mengecat Ruko

Saat sedang mengecat sebuah ruko di kawasan Belakang BCA, Kelurahan Klandasan Ilir, Balikpapan Kota, seorang pria bernama Riski (49) tersentrum listrik tegangan tinggi pada...

Hukum

Polisi Tangkap Pelaku Pembacok Pelajar SMP di Yogya

Polisi berhasil menangkap pelaku penganiayaan yang menyebabkan seorang pelajar SMP di Yogyakarta berinisial M (14) mengalami luka di bagian wajah. Pelaku diketahui menyabetkan sabuk...

Iklan3